UHAMKA Tanggap Covid-19 Bersama 200 Komunitas

Wilayah DKI Jakarta memberlakukan kebijakan tanggap darurat hingga tanggal 18 April 2020. Hal ini berdampak terhadap persediaan kebutuhan hidup yang semakin menipis terutama dhuafa yang terdampak Corona Virus Disease (COVID-19). Dampak Covid-19 tidak dapat ditampik, fakta lapangan sebagai berikut.

  1. Warga yang Terdampak Covid-19

Pada saat pemerintah dan tenaga medis kewalahan melayani korban Covid-19, komunitas harus mandiri melakukan langkah-langkah preventif agar korban tidak bertambah.

  1. Warga Miskin yang Tidak Bisa Bekerja

Penerapan Social-distancing telah membuat warga miskin yang menggantungkan hidup kepada pendapatan harian menjadi semakin miskin, tanpa ada persiapan pangan sama sekali.

Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA (UHAMKA) berkesimpulan, jika tidak ada langkah preventif dari lingkungan, korban bisa berjatuhan dan bertambah terus. Jika tidak ada cadangan pangan di lingkungan, saudara kita yang dhuafa akan mencari cara untuk bertahan hidup dengan caranya sendiri, atau sakit dan kemudian merenggut nyawanya.

Pemerintah sudah melakukan tugasnya, dan tenaga medis (Dokter dan Perawat) sudah memberikan tenaga dan nyawanya. Saat ini tanggungjawab kampus untuk membangun kemandirian komunitas, mengoptimalkan kekuatan lingkungan dalam menanggulangi Covid-19.

UHAMKA mengundang dan mendukung Bapak/Ibu untuk memberdayakan lingkungannya sendiri. UHAMKA memberikan dukungan untuk setiap komunitas berupa bantuan cadangan pangan dan yang paling penting adalah tenaga Bapak/Ibu yang akan menjadi penggerak lingkungan untuk membuat Tim Relawan. Sebanyak 200 komunitas dengan dana hingga 1 Miliyar. Adapun dana bantuan berupa:

  1. 180 kg beras sebagai cadangan pangan bagi yang terdampak; baik Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) maupun keluarga Dhuafa’.
  2. 15 Kg minyak goreng sebagai bantuan cadangan pangan
  3. 10 Kg gula pasir sebagai bantuan cadangan pangan
  4. 10 Dus Mie Instant sebagai bantuan cadangan pangan
  5. Dana Operasional sebesar Rp 1,000,000 untuk Tim Relawan

Undangan dan dukungan terhadap Bapak/Ibu Dosen, pejuang kampus, dan masyarakat untuk turut memberdayakan lingkungannya sendiri dengan bantuan cadangan pangan dan membentuk Tim Relawan, dengan alur sebagai berikut:

  1. Registrasi menggunakan Google Form
  2. Verifikasi tim tanggap
  3. Dosen bentuk Tim rekawan
  4. Tim relawan mengajukan bantuan melalui dosen
  5. Bantuan diserahkan
  6. Dosen melaporkan kegiatan tim relawan kepada tim tanggap setiap Minggu
  7. Laporan akhir Dosen

Connect with UHAMKA,

bit.ly/UhamkaPeduliCovid19-Karyawan

bit.ly/UhamkaPeduliCovid19-Dosen

Bismillahirrahmanirrahim, UHAMKA siap berjuang bersama melawan Covid-19.

 

 

 

Leave a Reply