UHAMKA sebagai Tuan Rumah Debat Nasional Pendidikan dan Ekonomi Jakarta 2020

Jakarta,  – Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA (UHAMKA) sebagai tuan rumah Debat Ekonomi Nasional Pendidikan dan Ekonomi Jakarta 2020, bekerjasama dengan Ikatan Mahasiswa Pendidikan Ekonomi Seluruh Indonesia (IMAPESI) gelar Seminar Nasional Pendidikan dan Ekonomi bertema “Meningkatkan Pola Pikir Progresif dan Kritis guna Terciptanya Stabilitas Pendidikan dan Ekonomi” di  Auditorium lantai 6 Kampus B Fakultas Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UHAMKA, Ps. Rebo, Jumat (6/3). Seminar Nasional yang merupakan pembuka dari program rutin debat nasional yang dilaksanakan di Kampus B FKIP UHAMKA diadakan selama tiga hari (6-8 Maret 2020) ini memasuki tahun kedua dan diikuti oleh 300 mahasiswa dari berbagai Universitas. 

Sebanyak sepuluh Universitas turut andil dalam program Debat Nasional Jakarta 2020, yang terdiri dari Universitas Muhammadiyah Prof.Dr.HAMKA (UHAMKA), Universitas Jember (UNEJ) , Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Islam Syekh-Yusuf (UNIS) Tangerang , Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) , Universitas Jendral Soedirman (UNSEOD) , Universitas Mulawarman (UNMUL) , Universitas Pelita Harapan (UPH) , Universitas Pamulang (UNPAM) dan Universitas Negeri Padang (UNP).

Seminar yang dimulai pada Jumat pagi ini, menampilkan hiburan berupa tari yang berasal dari Betawi kemudian dibuka oleh Wakil Rektor III UHAMKA, Dr. Lelly Qodariah, M.Pd., sekaligus keynote speaker pada Seminar Nasional bertajuk pendidikan dan Ekonomi ini.

Wakil Rektor III UHAMKA, Dr. Lelly Qodariah, M.Pd.

“Ini gagasan hebat dari para mahasiswa yang harus kita dukung. Karena dengan kegiatan seperti ini, tentu memberikan nilai tambah bagi para mahasiswa untuk meningkatkan kompetensinya. Mereka juga akan mendapatkan pengalaman baru baik melalui seminar nasional maupun debat nasional,” ungkap Warek III UHAMKA, usai membuka resmi Seminar Nasional dan Debat Nasional 2020. 

Merupakan upaya memberikan pencerahan kepada mahasiswa sebagai bagian dari generasi penerus bangsa, seminar ini menghadirkan narasumber yang kompeten dibidang pendidikan dan ekonomi yakni; Dekan FKIP UHAMKA, Dr. Desvian Bandarsyah, M.Pd. yang menyampaikan tentang sebuah teori nalar progresif-kritis pendidikan dalam pencapian stabilitas ekonomi; Founder motivatorpendidikan.com, Namin AB Ibnu Solihin memberikan sebuah motivasi bagaimana seorang mahasiswa harus memiliki progresifitas-kritis; dan Kepala Sekolah Kejar Paket Nara, Ani Nur yang membagikan pengalaman dari implementasi nilai progresif-kritis—dengan moderator Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UHAMKA, Sugiyono, M.Pd. Kesimpulannya yakni, bahwa pendidikan dan ekonomi adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan dalam sebuah proses pembangunan nasional.

Lebih lanjut oleh Warek III UHAMKA, “Kita menghadapi euforia perubahan yang sangat dasyat. Teknologi berkembang sedemikian pesat. Jika kita lengah sedikit saja, maka kita tidak hanya akan tertinggal tetapi sekaligus juga ditinggalkan,”

Dekan FKIP UHAMKA, Dr. Desvian Bandarsyah, M.Pd.

Hal serupa juga disampaikan oleh Dekan FKIP UHAMKA pada sesi seminar yang membawa konsep Runaway World dari Anthony Giddens.

“ Mahasiswa harus siap menjadi agen perubahan kalau gagal dalam menunjukkan kepiawaian dalam hal mengajar, maka bangsa ini akan menangis satu abad kemudian”, Dekan FKIP UHAMKA.

Setidaknya terdapat dua hal berkenaan dengan gagasan pendidikan dan gagasan ekonomi, yakni yang pertama berkenaan dengan gagasan tentang pendidikan dalam menyikapi tantangan luar biasa dalam dunia pendidikan, karena pendidikan adalah gerbangnya peradaban. Sebagaimana peradapan perlu dibangun, maka pembangunan dimulai dari orangnya, sistemnya, dan nilainya. Sebuah gagasan tentang pendidikan juga disampaikan oleh Buya Hamka, semakin banyak ilmu semakin lapang hidup. semakin kurang ilmu semakin sempit hidup, hal ini terdapat didalam QS Al-Mujadalah:11, yakni “..Allah mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat..”. Kedua, gagasan ekonomi; terimplementasi dari nilai-nilai Entrepreneurship yang dikembangakan oleh KH Ahmad Dahlan melalui pembangunan rumah sakit, lembaga amal, dan pendidikan. Kedua hal tersebut merupakan gagasan yang berangkat dari nilai-nilai spiritual, sambung Warek III UHAMKA.

Sebagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah berlandaskan Islam, UHAMKA memiliki keunggulan berbeda yang tidak banyak dijumpai di perguruan tinggi lain. Yakni nilai-nilai karakteristik keislaman dan nilai keteladanan dari dua tokoh besar Muhammadiyah yakni KH Ahmad Dahlan dan Buya Hamka.

“Nilai-nilai karakteristik dan keteladanan yang dimiliki dua tokoh besar tersebut sangat relevan untuk diterapkan oleh generasi muda ditengah perkembangan jaman seperti sekarang ini,” katanya.

Karena itu melalui seminar nasional kali ini, Warek III UHAMKA berharap nilai-nilai keteladanan yang dimiliki KH Ahmad Dahlan dan Buya Hamka bisa ditularkan kepada mahasiswa lain terutama peserta debat nasional.

Dari Debat Nasional bertema ‘Meningkatkan Kualitas Pendidikan dan Ekonomi sebagai Kendali Peradaban’ tersebut akan dipilih pemenang 1, 2, 3 dan juara harapan, juri juga akan memilih juara kategori best speaker.

Leave a Reply