UHAMKA Gelar Pelatihan Daring untuk Tangani Gigitan Ular

Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA (UHAMKA) bekerjasama dengan Yayasan Sioux Ular Indonesia menggelar pelatihan daring bertajuk Teknik Dasar Pertolongan Pertama Penanganan Pertama Gigitan Ular Berbisa Saat Tanggap Darurat Kesehatan Masyarakat Covid-19, pada Rabu 22 April 2020. Disiarkan secara langsung melalui media sosial Youtube, Instagram, dan Facebook; Pelatihan ini merupakan gelaran dari Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UHAMKA. Agus Pambudhi Dharma, M.Si., dosen Pendidikan Biologi FKIP UHAMKA mengatakan, pelatihan ini merupakan kolaborasi pihaknya dengan Lembaga Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (LPPM) UHAMKA dengan Yayasan Sioux Ular Indonesia yang dipimpin Aji Rachmat.

Ular merupakan salah satu hewan yang memiliki kemampuan adaptasi tinggi dan bisa hidup di pemukiman masyarakat, perkebunan maupun di hutan dengan sebanyak 77 spesies ular berbisa diseluruh dunia. Setidaknya terdapat sebanyak 18 spesies ular berbisa di pulau Jawa dan yang paling populer adalah ular kobra. Demikian kasus gigitan ular sering terjadi dimana saja dan kapan saja, sehingga banyak orang yang meninggal karena tidak mengetahui cara penanganan gigitan ular dengan tepat.

Dalam siaran langsung yang berlangsung selama satu jam, Yayasan Sioux Ular Indonesia yang dipimpin Aji Rachmat mencontohkan bagaimana cara kita untul menangani ular kobra. Bebagai alat berbentuk kayu panjang dapat digunakan untuk melakukan handling / penangan terhadap ular kobra. Dalam praktik penanganan ular kobra tersebut dipegang bagian ekornya terlebih dahulu sementara itu kepalanya ditekan menggunakan alat handling atau bisa diganti dengan gagang sapu. Setelah stabil dan cukup yakin, masih dengan ekor yang dipegang kita bisa menjepit kepala ular kobra menggunakan tangan kita. Perlu diperhatikan bahwa ular kobra adalah ular berbisa yang semburan bisanya mencapai dua sampai tiga meter.

Selain itu, pertolongan pertama pada gigitan ular disarankan untuk segera melakukan imobilisasi yakni mencegah agar bagian tubuh yang kena gigitan itu tidak bergerak dengan tujuan menunda racun menjalar ke seluruh tubuh dan merusak organ-organ tubuh kita. Tidak diperkenankan untuk menyedot darat maupun mengikat bagian tubuh yang terkena gigitan hal ini karena bisa ular bukan bekerja mengandalkan pembuluh darah, melainkan kelenjar getah bening,

Adapun siaran langsung dapat dilihat pada link berikut: https://www.youtube.com/watch?v=4VCSPyI_v3Y

Leave a Reply