UHAMKA Gaungkan Solidaritas Aksi Kemanusiaan

Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penangan COVID-19 update 19 April 2020 pukul 12.00 WIB sebanyak 6.575 orang positif terpapar COVID-19 yang tersebar di 34 provinsi dengan kasus meninggal dunia sebanyak 582 orang. Dampak dari pandemi COVID-19 ini tidak hanya kepada krisis kesehatan namun meluas hingga kepada krisis ekonomi dan krisis kemanusiaan.

Kementerian Ketenagakerjaan RI (Kemenaker) dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS Ketenagakerjaan) per 13 April 2020 mencatat ada sekitar 2,8 juta pekerja yang terkena dampak pandemi COVID-19. Hal ini akibat terhentinya operasional perusahaan tempat mereka bekerja. Terdiri dari 1,7 juta pekerja formal dirumahkan dan 749,4 ribu mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Selain itu, terdapat 282 pekerja informal yang usahanya terganggu.

Jumlah kasus Covid-19 di Indonesia semakin bertambah. Pemerintah, berbagai instansi, dan juga masyarakat terus melakukan upaya dengan beragam strategi untuk membantu mengakhiri pandemi global; COVID-19. UHAMKA turut terlibat melawan virus corona SARS-CoV-2 dengan terus memberikan dukungan kepada masyarakat luas untuk membantu penanganan dan mitigasi pandemi COVID-19.

UHAMKA bekerjasama dengan Warga

Sebagai kampus Muhammadiyah, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA (UHAMKA) terdorong empati untuk turut andil dalam aksi penyelamatan Indonesia dari pandemi global COVID-19. Beragam  upaya dan strategi diwujudkan dalam langkah preventif sebagai bentuk dukungan untuk setiap komunitas; terwujud dalam semangat kerja sama Civitas UHAMKA dalam membentuk Komunitas Tanggap COVID-19 UHAMKA yang turut bahu-membahu saling menopang bersama komunitas di masyarakat.

Rektor UHAMKA, Prof. Dr. Gunawan Suryoputro, M.Hum.

“Dosen, karyawan dan mahasiswa kami menyebar di 200 komunitas se-Jabodetabek, dan saat ini lebih kurang 10 ribu Kepala Keluarga dan 200 tempat sudah menerima bantuan dari UHAMKA,” ujar Rektor UHAMKA, Prof. Dr. Gunawan Suryoputro, M.Hum.

UHAMKA melalui LPPM peduli terhadap masyarakat terdampak pandemi COVID-19 edukasi COVID-19 Pembuatan Hand Sanitizer dari daun sirih

200 volunter UHAMKA tidak hanya mendistribusikan bantuan, tetapi juga menggerakkan komunitas lain di masyarakat untuk membangun kemandiriannya menghadapi pandemi COVID-19i.

“Bahkan teman-teman kita ini juga mengorganisir aktivitas-aktivitas fundraising, sehingga bisa membantu yang terdampak lebih banyak dan lebih bermanfaat lagi,” ungkap Rektor UHAMKA.

Warga terdampak COVID-19

UHAMKA yang diberikan berupa sembako, alat pelindung diri (APD) atau uang tunai, juga konsultasi psikologi dan kesehatan, pajak dan ekonomi bagi masyarakat yang membutuhkan.

Komunitas Tanggap COVID-19 UHAMKA melakukan kegiatan secara berkelanjutan sehingga bantuan akan terus diberikan dengan menggerakkan komunitas-komunitas yang sudah terbentuk dan bersinergi dengan perangkat desa dan tokoh masyarakat setempat.

“Sehingga nantinya setiap masyarakat yang membutuhkan akan terdata di satu tempat dan menjadi pantauan khusus tim tanggap Covid-19 UHAMKA,” lanjut Rektor UHAMKA.

Dalam geliat aksi kemanusiaan, UHAMKA dengan spirit bahwa aksi kemanusiaan bersifat universal dan tidak mungkin dilaksanakan sepihak. Komunitas Tanggap COVID-19 UHAMKA mengajak masyarakat untuk melakukan pencegahan yang dimulai dari sendiri,

Pertama, rajin mencuci tangan dengan sabun dan dibilas dengan air mengalir

Kedua, gunakan selalu masker di tempat umum / keramaian

Ketiga, jaga jarak aman 1 meter dan hindari dari keramaian

Keempat, segera mandi & ganti pakaian saat tiba di rumah

Kelima, Stay at home / tetap di rumah

We can do it, let keep stand together by not standing together.

Connect with UHAMKA,

bit.ly/UhamkaPeduliCovid19-Karyawan

bit.ly/UhamkaPeduliCovid19-Dosen

Bismillahirrahmanirrahim, UHAMKA siap berjuang bersama melawan Covid-19.

Leave a Reply