[SIARAN PERS] No:002/RILIS/UHAMKA/2019

Jakarta, 03 Januari 2019

REKTOR UHAMKA

Prof . Gunawan Suryoputro

“Kuliah Magang Indonesia-Taiwan: Dilanjutkan atau dihentikan”

Menindak lanjuti informasi kerja paksa yang dilakukan oleh universitas tertentu yang disampaikan oleh legislator Kuomintang (KMT) Ko Chih-en dimana 300 siswa Indonesia dibawah usia 20 tahun dipaksa untuk kerja di perusahaan. Maka dari itu kami bersikap dan mendesak:

  1. Dengan adanya pernyataan langsung dari seorang Legislator di Taiwan tentu ini menjadi pernyataan serius dan pemerintah Indonesia tidak boleh membiarkan saja. Maka dari itu Mendesak Pemerintah Indonesia untuk mengindetifikasi langsung kepada pihak terkait untuk memastikan masalah sebenarnya terjadi
  2. Adanya program kuliah sambil bekerja yang di inisiasi oleh pihak ketiga (broker) sangat memprihatinkan, perjanjian yang dibuat tersebut harus di telusuri oleh Ombusdman. Kemungkinan ada potensi maladministrasi dalam perjanjian kerja sama yang memayungi pengiriman pelajar Indonesia ke Taiwan untuk mengikuti kuliah –magang.
  3. Mendesak pihak Taipei Economic and Trade Office Indonesia (TETO) yang juga berperan sebagai kantor perwakilan pemerintah Taiwan di Indonesia untuk tidak menyembunyikan informasi yang sebenarnya terkait adanya pelanggaran perjanjian yang dilakukan oleh universitas setempat dalam program  kuliah-magang atau (Industrial Academia Collaboration). Jika terjadi pelanggaran maka pihak TETO harus menerima sanksi sesuai dengan hukum yang berlaku di Indonesia
  4. Untuk tidak mengulangi dan menelusuri kasus ini, maka mendesak pihak perwakilan Taiwan di Indonesia menghentikan program tersebut sampai ditemukan titik temu masalah ini.
  5. Menghimbau Sekolah terkait yang mengirimkan siswanya ke Taiwan untuk menghentikan kerjasama dengan pihak yang tidak bertanggung jawab

Rektor,

Ttd

Prof. Gunawan Suryoputro, M.Hum

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BACK