Pengkajian Ramadhan 1440 H PWM DKI Jakarta

Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DKI Jakarta menyelenggarakan Pengkajian Ramadhan 1440 H Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DKI Jakarta dengan tema “Penguatan Ideologi Muhammadiyah Sebagai Rekonsiliasi Problematika Kebangsaan”.


Acara yang dilaksanakan pada Sabtu dan Minggu, 18 -19 Mei 2019 di Aula Ahmad Dahlan lt. 6 FKIP UHAMKA, Pasar Rebo, Jakarta Timur dimulai pukul 09.00 – 19.00 WIB ini dihadiri oleh Gubernur DKI Jakarta Prof. Dr. Anies Rasyid Baswedan dan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DKI Jakarta KH. Sun’an Miskan, LC.


Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA (UHAMKA) dipercaya sebagai tuan rumah dalam acara Pengkajian Ramadhan 1440 H dengan memberikan amanat kepada Wakil Rektor IV UHAMKA Dr. Bunyamin, M.Pd sebagai ketua panitia.

Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari ini juga menghadirkan narasumber-narasumber hebat yang sangat mumpuni. Pada hari Sabtu, 19 Mei 2019 kegiatan pengkajian ini diisi oleh dua narasumber yakni Prof. Dr. Chusnul Mar’iyah, Ph.D yang menyampaikan materi mengenai Peta Politik Indonesia Kontemporer dan Prof. Dr. H. Dadang Kahmad, M.Si menyampaikan materi tentang Islam Wasyathan.

Sedangkan pada hari kedua, Minggu, 20 Mei 2019 akan diisi oleh empat narasumber yakni Drs. H. Husni Thoyar, M.Ag yang menyampaikan materi tentang Revitalisasi Ideologi Muhammadiyah, Prof. Dr. Agus Suradika, M.Pd mengisi materi mengenai Ideologi Muhammadiyah di Tengah-tengah Ideologi lain, Prof.Dr. H. M. Amien Rais, MA menyampaikan materi tentang Upaya Rekonsiliasi Muhammadiyah Terhadap Keummatan dan Kebangsaan, dan Prof. Dr. K.H. Muhammad Sirajuddin Syamsuddin, M.A menyampaikan materi mengenai Konsep Darul Ahdi Wasyahadah.

Acara ini dibuka oleh Rektor UHAMKA Prof. Dr. H. Gunawan Suryoputro, M.Hum, dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa UHAMKA selalu berkomitmen dan maju hersama perserikatan.

“Saya sampaikan dalam kesempatan ini kepada pimpinan dan pengurus serta anggota perseritkatan bahwa UHAMKA selalu berkomitmen dan ingin maju bersama perserikatan,” ungkap Rektor UHAMKA Prof. Dr. Gunawan Suryoputro, M.Hum

“mahasiswa kami sekarang sudah melakukan dakwah lapangan pemberdayaan masyarakat sebagai implementasi dari mata kuliah AIKA jadi mahasiswa kita itu bagaimana mencari dana dan dan itu ntuk memberdayakan masyarakat,” lanjut beliau.

Prof. Dr. Gunawan Suryoputro, M.Hum juga menyampaikan mengenai program khusus guru-guru Muhammadiyah.

“yang kedua untuk program S2 kami juga menyediakan program khusus guru-guru muhammadiyah dan banyak lagi, tentunya inilah bagian dari komitmen kami dan memang ini sudah menjadi kewajiban UHAMKA untuk maju bersama perserikatan,” tambah beliau.

Dalam kesempatan ini Gubernur DKI Jakarta Prof. Dr. Anies Rasyid Baswedan menyampaikan mengenai Muhammadiyah demokrasi dan masa depan bangsa Indonesia dalam sambutannya beliau mengungkapkan bahwa demokrasi dalam kajian politik memiliki banyak definisi yang jumlah variasinya sangat banyak dan yang sudah ditemukan ada sebanyak 564 definisi.

“Demokrasi adalah cara mengelola kekuasaan dengan cara yang damai, tanpa kekerasan dan dengan menggunakan mekanisme dalam tanda kutip permusyawaratan, dialog, negosiasi, dan persuasi untuk mendapat kesepakatan bersama,” ungkap Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Anies mengungkapkan harapannyaa agar demokrasi di Indonesia bisa lebih baik lagi serta kesediaan untuk melaksanakan demokrasi dengan baik.

“kita berharap demokrasi di indonesia ini akan bisa lebih baik serta kesediaan untuk melaksanakan demokrasi dengan baik,” lanjut Anies Baswedan.

Menurut Anies demokrasi itu seperti arsitektur yang mendesain untuk membentuk perilaku.

Acara yang dilaksanakan selama dua hari ini dihadiri oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM), Majelis PWM, Pimpinan Daerah dan Pimpinan Cabang Muhammadiyah, Pimpinan AUM Muhammadiyah, dosen, guru, dan mahasiswa. Pelain itu acara ini juga diikuti oleh kegiatan buka puasa bersama.

Leave a Reply