FISIP UHAMKA : Komunikasi Dalam Dakwah di Masyarakat Yogyakarta

Yogyakarta – Mahasiswa FISIP UHAMKA, belajar dakwah transformasi dengan melakukan kunjungan ke masyarakat Yogyakarta. Studi lapangan dari mata kuliah Komunikasi Penyiaran Islam ini merupakan kelanjutan dari materi kelas tentang dakwah yang meliputi dua hal yakni dakwah transmisi dan dakwah tranformasi. Adapun yang dimaksud dakwah transformasi merupakan dakwah yang sampai kepada tahap adanya perubahan dalam masyarakat, hal ini yang diterapkan oleh masyarakat Yogyakarta berupa gerakan shadaqah sampah dan masyarakat tangguh bencana.

Pemaparan Ananto Isworo Founder sekaligus Program Manager Gerakan Shadaqah Sampah Kampung Brajan

Dilaksanakan pada Senin, 5 Januari 2020, kunjungan ini diikuti sebanyak 301 orang dari 9 kelas KPI yang diampu oleh Husnan Nurjuman S.Ag., M.Si., turut  mendampingi 3 Staff dan 3 Dosen pembimbing dari Fakultas. Kunjungan pertama yakni Masjid Al Muharram, kampung Brajan, Bantul dengan Gerakan Dakwah berupa Shadaqah Sampah. Kemudian dilanjutkan mengunjungi Masyarakat Tanggap Bencana di Masjid Nurul Mutaqin, Kompleks PKU Muhammadiyah Cangkringan, Argomulyo, Sleman.

“Mahasiswa harus mampu mengaplikasikan ilmu komunikasi Islam dalam ranah yang konkret dengan pendekatan dakwah yang membumi. Maka dengan langsung belajar pada pelaku dakwah pemberdayaan ummat, mahasiswa diharapkan mendapat pengalaman secara langsung bagaimana cara dan metode pendekatan kepada masyarakat yang heterogen.”, ungkap Husnan dalam sambutan di Masjid Al Muharram, desa Brajan.

Pemilahan sampah oleh masyarakat di halaman masjid Al Muharram desa Brajan

Kunjungan desa Brajan ini diterima oleh Kepala Dukuh Brajan Wiji Wiyono mewakili pemerintah Desa Tamantirto. Founder sekaligus Program Manager Gerakan Shadaqah Sampah Kampung Brajan, yang menjadi narasumber, Ananto Isworo.

Selanjutnya, kunjungan dilanjutkan menuju Masyarakat Tangguh bencana di lereng merapi tepatnya di Masjid Nurul Mutaqin, Kompleks PKU Muhammadiyah Cangkringan, Argomulyo, Sleman. Kunjungan berupa sharing santai ini di isi oleh LPB PDM Sleman, M. Fauzan, Kepala SD 2 Ngemplak Tanggap Bencana, Ibunda Sumarah S.Pd., Pak Supri juga menyampaikan pengalaman mengembangkan dan mengelola program komunitas masyarakat tangguh bencana Cangkringan.

“Pada prinsipnya bencana alam seperti erupsi, banjir, tsunami bukanlah bencana jika tidak ada korban jiwa, disinilah konsep mayarakat tangguh bencana ini menjadi penting untuk mengurangi resiko bencana, dan masyarakat Cangkringan dengan berbagai stake holder termasuk Muhammadiyah mengambil peran besar disini untuk membangun konsep tangguh bencana ini. Disamping itu saya bernostalgia bisa berjumpa dengan teman-teman MDMC PP  yang dulu ikut bersama-sama merintis konsep penanggulangan bencana di Muhammadiyah bersama Pak Budi Setiawan, Budi Santoso dll.”, Husnan.

Foto bersama masyarakat tanggap bencana di desa Cangkringan

PCM Cangkringan menyampaikan selamat datang di lereng Merapi dan semoga jalinan silaturahim ini menjadi keberkahan dari Allah SWT dan bagaimana erupsi Merapi berdampak terhadap Amal Usaha Muhammadiyah berupa Sekolah dari TK, SD, SMP, SMK, PKU dan BMT yang sempat terhenti, namun bisa bangkit kembali berkat kerjasama jejaring Muhammadiyah yang luas dan berkomitmen untuk saling membantu.

Semoga dengan diadakannya kunjungan dakwah ini diharapkan dapat menjadi pembelajaran sebagai proses dakwah yang akan terus dilakukan sebagai upaya mensejahterakaan masyarakat.

Leave a Reply