Bersama Gubernur DKI Jakarta, UHAMKA Gelar Peresmian Pusat Studi Budaya Betawi UHAMKA dan Dialog Kebudayaan Betawi

Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DKI Jakarta bekerjasama dengan Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA (UHAMKA) menyelenggarakan Pidato Kebudayaan Gubernur DKI Jakarta Prof.Dr. Anies Baswedan yang diselenggarakan pada Sabtu, 16 November 2019 di Aula Ahmad Dahlan FKIP UHAMKA, Jakarta Timur.

Kegiatan ini terdiri dari dua rangkaian acara yakni Peresmian Pusat Studi Budaya Betawi UHAMKA dan Dialog Kebudayaan Betawi oleh Prof. Dr. Agus Suradika, M.Pd, KH Munahar (MUI DKI), dan Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB) DKI Jakarta.

Acara dibuka secara resmi oleh Rektor UHAMKA Prof. Dr. Gunawan Suryoputro, M.Hum dan dihadiri oleh Wakil Rektor I Prof. Dr. Abd. Rahman A. Ghani, M. Pd, Wakil Rektor III Dr. Lelly Qodariah, M.Pd.  Wakil Rektor IV UHAMKA Dr. Bunyamin, M. Pd, para pimpinan fakultas, lembaga, pimpinan wilayah Muhammadiyah ,(PWM) Jakarta, para dosen dan para peserta yang terdiri dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM).

Foto bersama Gubernur DKI Jakarta dan Rektor UHAMKA yang didampingi Wakil Rektor

Acara ini disejalankan dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) Rektor kepada tim pengurus Pusat Studi Budaya Betawi UHAMKA. Dalam kesempatan ini, Prof. Dr. Gunawan Suryoputro, M.Hum menyampaikan pads sambutanya bahwa Pusat Studi Budaya Betawi merupakan kewajiban bagi UHAMKA yakni untuk menjalankan catur dharma Perguruan Tinggi khususnya terkait pendidikan dan pengabdian masyarakat dan UHAMKA akan sepenuhnya mendukung hal ini.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan mengenai urbanisasi masyarakat Betawi yang semakin besar  dan peran serta apa yang akan terjadi kepada budaya Betawi kedepannya. “Pesan saya terkait urbanisasi ini masyarakat Betawi dengan setting urbanisasi yang makin besar seperti apa perannya kedepan apa yang akan terjadi kepada budaya Betawi ketika kota-kota mengalami transformasi akibat migrasi luar biasa dan olah kerja di dalam perkotaan mengalami transformasi luar biasa. Proses transformasi yang menentukan pola perilaku itu terjadi di Jakarta,” ungkap Anies Baswedan.

Penyerahan SK Rektor Kepengurusan Pusat Studi Budaya Betawi UHAMKA

Lebih lanjut Gubernur Anies menyampaikan keunikan Betawi tidak hanya ditemukan pada gaya berdakwah ulamanya. Masyarakat Betawi pun dinilainya memiliki keunikan tersendiri. Dimana masyarakat Betawi begitu terbuka menerima masyarakat urban yang masing-masing membawa budaya daerah. “Budaya Betawi begitu lentur, bisa membaur dengan masyarakat pendatang. Betawi adalah sebuah budaya yang mampu menjadi fasilitator lahirnya rasa keindonesiaan,” jelas Gubernur.

Gubernur Anies Baswedan saat menyampaikan Pidato Kebudayaan Betawi

Anies juga menyampaikan harapannya dengan Pusat Studi Budaya Betawi di kampus UHAMKA mampu melakukan kajian, penelitian dan pengembangan budaya Betawi lebih lanjut. Budaya Betawi harus berkembang menyesuaikan jaman dan bukan dilestarikan lalu dianggap produk antik yang cocok untuk dijadikan penghuni museum.”Saya berharap Pusat Studi ini secara serius memasukkan unsur rapid urbanisation atau urbanisasi yang amat intensif sebagai bagian dari kajian bahwa masyarakat betawi adalah  masyarakat yang tumbuh besarnya di urban ini bukan masyarakat yang tumbuh besarnya di plural”.

Leave a Reply