PRODUKTIF : PILIHAN DAN TANTANGAN  

Oleh: Putri Kusumawati (PKW)

Kader muda yang memberikan kepemimpinan dan energi positif dalam dirinya, paham dan mengerti betul esensi diri sebagai kader juga dapat terus mengingat tanggung jawab dan kewajiban kita sebagai kader muda muslim yang berkemajuan. Dengan mengaktualisasikan dirinya dan mengingat pentingnya meningkatkan kualitas diri sebagai kader merupakan tanggung jawab dan kewajiban yang perlu direalisasikan.

Santri Pesantren Mahasiswa Buya HAMKA Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka merealisasikan pernyataan produktif di masa pandemi ini. Sebuah gagasan yang diusung dan dikaji menjadi tema di dalam kegiatan Pengajian Ramadhan Pesma Buya HAMKA yaitu “Menjadi Pribadi Yang Produktif Di Era COVID-19” pada pertemuan kedua ini hari selasa (12/05). Pengajian ini dimaksimalkan via daring melalui aplikasi zoom meeting dan kajian tersebut diisi oleh Rektor UHAMKA, Prof. Dr. H Gunawan Suryaputra, M. Hum. Harapan besar kajian ini menjadi kegiatan rutin yang dilakukan oleh santri di masa pandemi atau pasca pandemi nanti.

Setelah menyimak kajian yang disampaikan oleh Rektor UHAMKA sangat menggugah pemahaman santri dalam menyikapi dan menghadapi bencana yang kita sebut bersama adalah bencana nonalam yang tidak dapat kita hentikan karena virus ini sama sekali tidak kita harapkan tapi satu yang perlu sama-sama kita percayai bahwa hal ini harus kita terima dengan lapang dada, dan berfikir. Bagaimana kita tetap dapat menjalankan aktivitas yang prduktif walaupun segala sesuatunya dilakukan via daring, karena kita meyakini setelah kesulitan pasti ada kemudahan.

Dalam merefkleksikan kata “produktif” saat keadaan pandemi seperti sekarang ini menuntut kita untuk produktif, hal ini berlaku untuk orang yang beriman. Dan tepat ketika kita membuka surat Al-Insyirah terdapat beberapa poin yang dapat kita petik dalam surat tersebut, salah satunya ialah tidak perlu kita terus menerus merasakan kesedihan, tapi perlu kita tanamkan dalam diri dan meyakini bahwa setelah kesulitan ada kemudahan. Kembali lagi kepada pemaknaan kata “produktif” produktifitas yang dilakukan dapat menjadi bekal dunia dan akhirat. Bekal dunia, semakin sering kita melakukan kegiatan atau aktivitas yang positif akan membawa kita kepada hal-hal yang baik. Tentu juga produktivitas harus membawa kita kepada yang makruf sudah jelas hal itu akan membekali dunia dan akhirat kita.

Dalam kajiannya Rektor UHAMKA mengutip beberapa peryataan dari Stephen R. Covey menurutnya ini merupakan sebuah kiat ataupun strategi agar kita tetap dapat produktif di masa COVID-19. Beberapa diantaranya pertama, berpikir menang-menang (think win-win) merupakan pola pikir yang memperhatikan semua pihak. Tidak berpikir terhadap satu sisi ego, tapi memenangkan banyak ego. Kerangka pikir ini merupakan kerangka pikiran dan hati yang terus menerus mencari keuntungan bersama dalam semua interaksi manusia, melihat kehidupan sebagai arena yang kooperatif, bukan kompetitif.

Kedua, sinergi merupakan sebuah kebiasaan membangun sinergi didasarkan pada pemahaman bahwa penting bekerjasama dengan tim dari berbagai latar belakang secara harmonis. Membuka jalan sebagai solusi yang lebih kreatif dan menguntungkan. Ketiga, asahlah gergaji merupakan kebiasaan yang akan membantu meningkatkan kemampuan dan pengetahuan kita. Produktivitas dan kreativitas kita tidak akan terbangun sendiri keduanya melibatkan hati, niat, dan energi faktor fisik juga sangat berpengaruh. Misalnya kita tanamkan sebuah mindset bahwa dalam satu hari saya harus menulis apapun. Hal itu merupakan bagian dari strategi untuk membawa diri kita ke dalam kegiatan yang positif dan tentu berpengaruh pada perkembangan diri kita.

Beberapa hal yang dapat disimpulkan dari yang disampaikan oleh Rektor UHAMKA dengan mengawali niat yang kuat, hati, serta energi yang membawa kita kepada hal yang positif dan mengarahkan pada yang makruf agar kita mendapatkan bekal tidak hanya dunia didapat tetapi juga akhirat. (16/5)

 

 

Leave a Reply