Meneladani Nabi di Masa Pandemi

Masa pandemi yang mengharuskan kita tetap berada di rumah, memberikan hikmah pada setiap individu untuk selalu bertakarub kepada Allah sang pencipta. Sebagai kader muda sejati, akan memandang tak ada kejadian apa pun tanpa seizin Allah yang sudah menjadi ketetapannya yang wajib diimani, setiap keadaan yang menimpanya dianggap sebagai kebaikan. Senantiasa berusaha mengambil hikmah dari setiap kejadian. Bila mau belajar dari setiap peristiwa, hikmah menjadi ilmu kehidupan terbaik.

Pesantren Mahasiswa Buya HAMKA bagian dari civitas akademika UHAMKA yang membentuk kader yang berakhlak mulia, mengalami hambatan dalam setiap tugas dan tanggungjawabnya karena diberlakukannya peraturan pemerintah untuk meliburkan setiap lembaga pendidikan akibat dari pandemi ini. Berbagai kegiatan tidak bisa dilaksanakan secara tatap muka tegur sapa langsung. Maka dari itu, pengelola, pengajar, pembina, pengurus serta segenap pihak yang terlibat, dengan semangat istiqomah dalam menjalankan i’tikad baik dalam membina santri, tetap memberikan pelayanan pendidikan/kegiatan dengan sistem daring. Demi terbentuknya santri (kader persyarikatan) yang berguna bagi agama, bangsa, dan negara.

Untuk merealisasikan rencana baik itu, terutama di masa pandemi ini. Pesma Buya HAMKA menggagas Pengajian Ramadan bertemakan “Membumikan Akhlak Profetik Di Masa Covid-19” pada pertemuan ketiga di hari Jumat, 15 Mei 2020. Pengajian ini diisi oleh Ketua Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (LPP AIK) Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA, Muhammad Dwi Fajri, S.Sos.I., M.Pd.I via daring melalui aplikasi zoom meeting.

Dalam pengajian tersebut Dwi Fajri memberikan pemahaman kepada santri, mengenai bagaimana seorang muslim dalam menyikapi pandemi ini. Wabah Covid-19 yang tengah melanda, seketika mengubah semua rencana. Kekhawatiran terjangkit virus tersebut membuat manusia memilih untuk membatasi aktivitasnya. Karena proses penyebaran virus ini salah satunya adalah relasi sosial, interaksi sosial. Maka suatu usaha, berbagai cara dilakukan dalam upaya pencegahan virus ini, jika suatu usaha telah dilakukan maka jalan yang terakhir yaitu bertawakal kepada Allah Swt.

Ketua LPP AIK (Dwi Fajri) juga menyampaikan beberapa sikap/akhlak mulia yang perlu kita tanamkan dalam diri. Pertama tawakal kepada Allah, merupakan penyandaran, penyerahan dan mempercayakan suatu perkara kepada pihak lain. Sebagai seorang muslim yang tawakal tentu menyerahkan, menyandarkan dan mempercayakan kepada Allah SWT atas segala yang sudah dilakukannya. Kedua, ikhlas merupakan manakala kita mengorientasikan tujuan hidup hanya kepada Allah SWT. sehingga karenanya kita bisa hidup dengan tenang dan sanggup menempuh segenap cobaan serta musibah kehidupan. Ketiga, cinta yaitu bagaimana kita menempatkan Allah di lubuk hati dengan khidmat. Cinta kepada Allah adalah selalu menjadikan Allah sebagai dasar atas segalanya. Jika kita beribadah kepada Allah, atas dasar cinta, maka Allah akan memenuhi segala kebutuhan kita dan kita akan merasa cukup bahkan lebih apa yang sudah diberikan Allah. Keempat, sabar, dalam hal ini orang yang sabar bukanlah orang yang hanya diam dan pasrah akan hasil, melainkan orang sabar yang selalu diikuti oleh sebuah proses. Saat pandemi covid-19 melanda, maka kita tidak hanya diam saja, akan tetapi sambil mengupayakan dengan penuh pengharapan wabah ini dapat selesai teratasi.

Beberapa hal yang dapat disimpulkan dari penyampaian narasumber yakni, tawakal, ikhlas, cinta, dan sabar itu semua merupakan poin penting yang wajib kita tanamkan dalam diri kita supaya kita tetap husnudzon akan ketetapan Allah SWT. Yang dapat menghindarkan dari rasa takut dan khawatir yang berlebihan. Ketika berada pada posisi atau kondisi yang sama sekali di luar kekuasaan, sedangkan segenap upaya telah kita lakukan maka tak ada jalan lain kecuali menerima kenyataan tersebut dan tetap berpegang teguh, yakin, dan berprasangka baik terhadap kehendak Allah SWT. Itu semua merupakan bentuk akhlak kita terhadap Allah SWT.

Penulis: Dede Miftah Fauzi

 

 

Leave a Reply