KETAQWAAN : PONDASI KEIMANAN

Oleh: Putri Kusumawati

 

Allah Swt meminta kita untuk taqwa dan selalu menginggat allah terdapat dalan surat Al-Baqarah : 3. Orang yang taqwa itu, Orang yang percaya kepada Allah Swt dan percaya yang ghaib. banyak hal yang dapat dilakukan dan membawa amalan yang baik terutama dalam sholat, puasa.

Santri Dormitory Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka merealisasikan pernyataan produktif di masa pandemi ini. Sebuah gagasan yang diusung dan dikaji menjadi tema di dalam Fakultas Kedokteran pertemuan kedua yaitu “Hijrah Rohani Di Tengah Pandemi COVID-19” pada hari Sabtu (16/05/20). Pengajian ini dimaksimalkan via daring melalui aplikasi zoom meeting dan kajian tersebut diisi oleh Rektor UHAMKA, Prof. Dr. H Gunawan Suryaputra, M. Hum. Harapan besar kajian ini menjadi kegiatan rutin yang dilakukan oleh santri di masa pandemi atau pasca pandemi nanti..

Setelah menyimak kajian yang disampaikan oleh Rektor UHAMKA sangat menggugah pemahaman santri dalam menyikapi dan menghadapi bencana COVID-19. Terlepas apakah pandemi virus Corona yang dikenal sebagai COVID-19 itu rekayasa atau alami, yang jelas seluruh dunia, seluruh Negara, milyaran penduduk bumi dibuat khawatir, takut, dan sebagainya. kembali pada pembahasan mengenai hijrah rohani, dalam islam hijarah dibagi atas dua, yaitu : Pertama, Hijrah Makaniyah yaitu hijrah dari satu tempat ke tempat lainnya. Nabi Saw berhijrah dari Makkah ke Madinah demi memperoleh kesuksesan dalam dakwah islam. Hal seperti ini juga berlaku dalam kehidupan dan keseharian di tengah pandemi. Kondisi ekonomi dan kesehatan tidak membaik maka disarankan untuk hijrah. Karena, besar kemungkinan hijrah tersebut akan mengantarkan kehidupan yang lebih baik dan memperoleh keluasan dalam memperoleh rezeki.

Kedua, Hijrah Ma’nawiyah yaitu hijrah dari satu kondisi yang negatif menuju kondisi yang positif. Menurut imam al-ghazali ada beberapa kekuatan yang mendorong seseorang untuk bertindak: kekuatan (quwwah)  tersebut adalah: a) kekuatan akal (quwwatul ‘aqll) yang berfungsi untuk membedakan yang baik dan yang buruk, kekuatan syahwat (quwwatusy syahwat), kekuatan emosi (quwwatul ghadhab), yang menggerakan daya marah, benci, menyerang, dan agresif, (quwwatul wahm) yaitu kekuatan dan kemampuan manusia untuk mencari pembenaran dari kesalahannya.

Beberapa hal yang dapat disimpulkan dari yang disampaikan oleh Rektor UHAMKA, yaitu selama ini kita selalu menganggap hanya saat sholat, Allah Swt bersama kita. realitanya Allah selalu bersama kita dalam keadaan apapun, dan Allah maha tau segala sesuatu. Saat ini dalam bulan Ramadan kita diminta untuk melatih diri, harapannya hijrah rohaninya sudah dimulai. meskipun pemicunya karena keadaan pandemi semoga setelahnya tidak ada lagi ke khawatiran, ketakutan, keraguan iman dan ketaqwaan, dan rasa negatif yang dapat mempengaruhi pikiran-pikiran negatif kita.

Leave a Reply