Kayfiat Ibadah Pada Masa Covid – 19

Wabah corona merupakan ujian dari Allah yang dimana memiliki dampak yang sangat berpengaruh bagi kelangsungan hidup manusia, dimana banyak terjadinya masyarakat kehilangan mata pencaharian, Pemutusan hubungan kerja, bahkan semua masyarakat hampir diseluruh dunia diperintahkan untuk tinggal di rumah saja, dan untuk mereka yang biasa melakukannya, kegiatan bekerja dan belajar dilakukan dari kediaman masing-masing.

Santri Pesma Buya Hamka Universitas Muhammadiyah PROF Dr Hamka dengan khidmat mengikuti kajian Ramadhan yang diadakan pada Senin, (18/05) . Pengajian ini dilaksanakan via daring pada aplikasi zoom meeting yang tentunya diisi oleh Dra.Zamimar selaku Koordinator Pembina Santri Putri. Harapan besar kami semoga kajian ini dapat menjadi kegiatan rutin yang dilakukan oleh santri Pesma Buya Hamka selama masa pandemi ini bahkan sampai pasca pandemi nantinya.

Allah memperingatkan manusia di masa Kayfiat Ibadah Pada Masa Covid-19 melalui ayat Al-Baqarah ayat 155-157 yang isi kandugannya adalah bahwa Allah SWT akan memberi COBAAN kepada manusia. Cobaan tersebut seperti ketakutan, kekurangan harta, kelaparan, kekurangan jiwa serta buah-buahan. Namun kemudian Allah SWT juga akan memberi kabar gembira bagi mereka yang bersabar menghadapi cobaan tersebut. Harapan kita sebagai manusia yang menduduki muka bumi ini agar segera dalam keadaan kehidupan yang berjalan normal kembali.

Dra.Zamimar mengutip  analisis dan pandangan beberapa ulama bahwa corona virus juga berdampak pada ibadah kita. Sebenarnya tidak merubah tata cara beribadah yang biasa kita lakukan seperti biasanya. Namun, hanya saja ada pembatasan untuk melakukan kegiatan ibadah dirumah saja yang biasanya melakukan ibadah dimasjid kini dibatasi dirumah saja . ”Karena sesungguhnya setelah kesulitan pasti ada kemudahan” (Q.S Alam Nasyroh:6)

Setelah menyimak kajian yang disampaikan oleh Dra.Zamimar bahwa Corona virus mengajarkan kita bahwa tidak ada alasan untuk meninggalkan ibadah. Sesungguhnya Islam telah memudahkan tatacara shalat. Kita bisa solat di kendaraan, bisa salat sambil tidur ketika sakit, kita bahkan bisa menjamak solat. Bagi kaum pria, jika masih malas sholat di masjid, silakan solat sendiri. Jika masih malas solat tepat waktu, silakan diundur. Tapi nanti perbaiki kualitas solat kita dengan solat berjamaah di masjid di awal/tepat waktu.

Adapun hal yang dapat disimpulkan pada kajian yang disampaikan oleh Dra.Zamimar bahwa walaupun ibadah kita terbatas saat ini namun  ibadah di rumah bisa tetap dilaksanakan dengan maksimal, mulai dari ibadah salat wajib, tarawih, salat malam, membaca Al Quran, hingga merekatkan hubungan antar-anggota keluarga.

Penulis: Linah Apriyanti

Leave a Reply