News Photo

IMM FEB Uhamka Diskusikan Kelangkaan Minyak Sawit bersama BEM FEB Uhamka

Tingginya sebaran perkebunan kelapa sawit ternyata tidak serta merta berhasil memenuhi kebutuhan pasokan dalam negeri. Kelangkaan ini sejatinya telah terjadi sejak akhir tahun 2021 kemarin, dan tidak terentaskan sampai saat ini.

 

Bidang Hikmah Pimpinan Komisariat IMM Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Prof. DR HAMKA (Uhamka) bersama dengan Bidang Sospol Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FEB Uhamka melakukan Diskusi dengan mengangkat tema “Harga Bahan Pokok Naik, Bukti Pemerintah Gagal Jaga Stabilitas Ekonomi?”, Minggu (27/3).

Dalam diskusi ini turut hadir Aldy Kurniawan yang juga Bendahara Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) sebagai pemantik diskusi. Dalam penyampaiannya Aldy mengungkapkan kekecewaannya terhadap permasalahan gagalnya pemerintah dalam menjaga stabilitas persediaan kebutuhan bahan pokok masyarakat.

“Sebagaimana negara kita negara hebat yang katanya kolam susu, yang apa saja ada, menanam apapun bisa tumbuh. Tapi faktanya masih terjadi permasalahan seperti ini (Kelangkaan bahan pokok)” Kata Aldy.

Dia juga menambahkan bahwa tidak logis jika bangsa yang kaya ini mengalami permasalahan bahan pokok seperti apa yang terjadi saat ini.

“Tidak logis ketika konstitusi sudah mengamanatkan untuk melakukan kesejahteraan untuk masyarakat tetapi hal seperti ini masih terjadi. Di negeri yang sawitnya banyak, sayur mayurnya lengkap. Kita negara agraris dan juga negara maritim yang kekayaan lautnya melimpah” Tambah Aldy.

Selain itu, Aldy juga menyampaikan bahwa seharusnya pemerintah harus turut andil dalam menjaga kesediaan stok agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti ini, sehingga kembali merugikan masyarakat.

“Pemerintah harus tegas tegas terhadap pihak yang memutus mata rantai perekonomian. Jika permasalahannya ada di dalam maka revisi internal itu. Banyak putra putri Indonesia yang juga mampu untuk mengelola. Serta Pemerintah harus berkolaborasi dengan aparat penegak hukum. Mencari tau apa yang sebenarnya terjadi” Ujar Aldy.

Bagikan Berita Ini

Komentar