• humas@uhamka.ac.id
  • +62217394451
News Photo

“Webinar HAM dan Lingkungan Hidup : Upaya Pemenuhan Hak Warga Melalui Kebijakan Lingkungan Berkelanjutan”

Jakarta, 22 Agustus 2020 Pusat Studi danPendidikan Hak Asasi Manusia (PUSDIKHAM) Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamkamengadakan Webinar dengan tema HAM dan Lingkungan Hidup : Upaya Pemenuhan Hak Warga Melalui Kebijakan Lingkungan Berkelanjutan dilakukan secara daring melalui aplikasi Zoom Metting, Pada tanggal 22Agustus2020.Mengundang tiga narasumber diantaranya Dr. DewiGunawati, SH., M.HumSelakuPengkajiEkologi UNS, Eko Digdoyo, M.Hum selaku Peneliti Kebudayaan dan Lingkungan Uhamka dan YuyunHarmonoselaku WALHI (Wahana Lingkungan Hidup). Serta pengantar oleh Dr. H. Bunyamin, M.Pd selaku Wakil Rektor IV UHAMKA dan dimoderatori oleh Ahmad Ruslan, S.Pd. Selaku Perwakilan Pusdikham Uhamka. Webinar bertajuk “HAM dan Lingkungan Hidup : Upaya Pemenuhan Hak Warga Melalui Kebijakan Lingkungan Berkelanjutan”. Dibuka oleh Wakil rektor IV UHAMKA Dr. H. Bunyamin, M.Pd “Pembangungan demi peningkatan Ekonomi berbasis Industri telah memberikan kerugian besar bagi masyarakat terutama diranah Ekologi, Tidak sedikit daerah diPulau Jawa yang dahulu menjadi daerah basis Agaria kini mengubah wajahnya menjadi dinding pabrik yang tercipta dari beton. Sehingga pembahasan mengenai isu lingkungan hidup menjadi sangat penting untuk dibahas demi memberikan gagasan solutif.” Ucap Dr. H. Bunyamin, M.Pd Selaku Wakil rektor IV UHAMKA, Selasa (22/08). Diawal Webinar, Ahmad Ruslan, S.Pd selaku moderator membuka Pembahasan bahwa HAM dan Lingkungan Hidup : Upaya Pemenuhan Hak Warga Melalui Kebijakan Lingkungan berkelanjutan menjadi sangat selaras dengan permasalahan dikehidupan masyarakat Indonesia. Tidak sedikit ekologi menjadi korban dari masifnya pembangungan yang tidak mementingkan dampak lingkungan selain itu ditambah dengan lemahnya kesadaran dalam merawat alam menjadi faktor utama dari kerusakan sistem ekologi. Dr. Dewi Gunawati, S.H,. M.Hum selaku Pengkaji Ekologi Kewarganegaraan UNS menjabarkan mengenai dialektika pembangungan hutan dan pemenuhan hak masyarakat lokal. Dengan mengkamlanyekanSDA hutan sebagai sumber kebutuhan hidup masyarakat desa dan telah mengalami perusakan oleh pembangungan industri yang masif.“Pembangungan Industri dibawah alam Globalisasi dan pemakaian bahan bakar fosil oleh negara elite memberikan dampak buruk bagi dunia dan menutup ruang bagi masyarakat desa untuk mempertahankan Ekologi sebagai sumber kehidupannya, Selain itu pembangungan Industri yang sangat masif dengan menutup mata terhadap Ekologi maupun partisipasi warga desa hanya menjadikannya sebagai korban pembangungan.” Tutur Dr. Dewi Gunawati, S.H,. M.Hum, Selasa (22/08) Eko Digdoyo, M.Hum selaku Peneliti Kebudayaan dan Lingkungan Uhamka menjelaskan tentang relasi Manusia dan lingkungan dalam prespektif Antropologi dan Sosial Kemasyarakatan, Terutama sangat menginhatkan bahwa kehidupan bermasyarakat sangat mempengaruhi kondisi Ekologi dilingkungannya sehingga harus ada pembekalan demi merawat titipan bagi generasi massa depan. “Kehidupan bermasyarakat melalui sektor Ekonomi,Politik dan Hukum memberi pengaruh langsung terhadap Ekologi maka dari itu diperlukan Pendidikan yang membangun kesadaran Ekologi didalam pola pikir masyarakat, Bukan hanya itu saja melainkan harus menciptakan kondisi hubungan yang harmonis antara Ekologi dan Masyarakat melalui perangkat negara sebagai alat kontrol demi menjaga titipan anak cucu kita dimassa depan. Ujar Eko Digdoyo, M.Hum, Selasa (22/08) YuyunHarmonoselaku WALHI (Wahana Lingkungan Hidup) menyampaikan materi mengenai mendesak Negara untuk menuntut tanggung jawab Korporasi, Cukul banyak kerusakan Ekologi yang disebabkan oleh Korporasi melalui Ekonomi Industrinya dengan pembangungan yang sangat merusak ekosistem alam. Perangkat hukum negara harus mampu memberi hukuman atas kesalahan yang telah terjadi serta menjaga lingkungan yang belum dirusak. “Pergerakan dari Industri yang dilakukan oleh Korporasi menjadikan alam sebagai Objek secara masif, Sehingga hanya menyisahkan pencemaran lingkungan dan kesengsaraan yang mendalam bagi masyarakat. Pada akhirnya masyarakat melui Negara menuntut tanggung jawab perusakan lingkungan oleh Korporasi. Itu semua merupakan tindakan nyata atas memberi dorongan terhadap Negara untuk menuntut Korporasi dalam perusakan lingkungan yang dikakukannya.” Cakap YuyunHarmono, Selasa (22/08) Pembahasan selama Webinar melahirkan kesimpulan secara garis besar bahwa permasalahan mengenai Ekologi sudah sangat serius dan akan memberikan dampak buruk bagi kehidupan masyarakat Indonesia, Dengan demikian kita harus membangun pondasi kesadaran sebagai pertahanan terakhir dalam merawat lingkungan hidup ditanbah dengan melakukan kampanye kepeduian lingkungan untuk memberi pelita bagi kebangkitan ekosistem alam. Pada akhirnya kondisi Ekologi yang ideal meruapakan Hak martabat bagi seluruh Manusia Indonesia. (Kindo/Rus)

Bagikan Berita Ini

Komentar