• humas@uhamka.ac.id
  • +62217394451
News Photo

Tim PKM Uhamka dari Dosen Fisika Fkip Uhamka Berikan Pelatihan Pratikum Virtual kepada Siswa SMA Muhammadiyah 23 Jakarta

Merebaknya kasus pandemi Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 sejak Maret 2020 membuat semua kegiatan belajar mengajar di lingkungan sekolah untuk sementara waktu dilakukan dari rumah. Berdasarkan data UNESCO, hamper 1,6 miliar terdampak dari penutupan sekolah. Hal ini harus dilakukan agar menekan jumlah kontak fisik secara masal sehingga dapat memutus penyebaran virus tersebut. Di Indonesia, sampai saat ini pemerintah melalui kementrian terkait masih belum menentukan kapan sekolah akan di buka kembali untuk proses belajar mengajar khususnya di ibu kota Jakarta. Akibatnya banyak guru yang tidak bisa memberikan pengajaran secara maksimal.

 

Berdasarkan hasil wawancara kepada Bapak Danang Setioko, S.Pd, guru fisika di SMA Muhammadiyah 23 Jakarta, implementasi kegiatan pembelajaran secara online yang sudah berjalan selama kurang lebih 2 semester ini secara umum berjalan lancar. Bapak Danang menjelaskan bahwa selama kegiatan belajar mengajar dia lebih banyak menggunakan platform seperti Whatsapp Grup untuk pertemuan yang bersifat asinkronus, sedangkan untuk pertemuan yang bersifat sinkronus Google Meet atau Zoom Meeting Namun demikian, ada beberapa kendala yang dihadapi, di antaranya adalah sulitnya menemukan media pembelajaran daring yang cocok dengan mata pelajaran fisika khususnya terkait materi yang membutuhkan kegiatan praktikum.

 

Dalam kesempatan ini sebagai salah satu bentuk kegiatan catur dharma perguruan tinggi Muhammadiyah, maka tim PKM Pendidikan Fisika yang difasilitasi oleh Lembaga Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (LPPM) UHAMKA melakukan pelatihan penggunaan Virtual Lab (Phet Interactive Simulation) kepada siswa-siswa kelas 10 IPA di SMA Muhammadiyah 23 Jakarta. Kegiatan pelatihan yang diketuai oleh ibu Tri Isti Hartini, M.Pd dan anggota Martin, M.Pd serta satu mahasiswa ini dilakukan secara daring pada hari Kamis, 14 Januari 2021 dan diikuti oleh 30 siswa.

 

Tri Isti Hartini, M.Pd selaku ketua tim PKM mengungkapkan“seluruh siswa yang belajar mata pelajaran fisika harus selalu semangat dan serius meskipun masih dalam masa pandemi yang serba terbatas. Saya menghimbau kepada siswa yang mengikuti pelatihan agar selalu berpikir kreatif dalam menemukan media-media pembelajaran fisika di dunia maya walau tidak langsung diajarkan dari guru mata pelajaran karena keterbatasan waktu belajar,” tuturnya.

 

Dipihak lain. Bapak Danang Setioko dalam sambutannya mengungkapkan bahwa siswa harus memiliki kemampuan berpikir bernalar dalam menerima dan mengolah materi-materi yang disampaikan oleh guru, terlebih hanya disampaikan melalui daring. Siswa harus memiliki inisiatif sendiri untuk belajar secara mandiri.

 

Setelah acara pembukaan, kemudian masuk ke acara inti pelatihan yaitu penyampaian materi oleh anggota tim PKM, bapak Martin, M.Pd. Selama kurang lebih 30 menit, materi terkait pentingnya penggunaan Phet Interactive Simulation disampaikan oleh bapak Martin, M.Pd. Dalam sesi ini, siswa juga diajak untuk langsung praktik masuk ke halaman web Phet dan melakukan registrasi sebagai siswa. Setelah materi disampaikan, kemudian dibuka kesempatan tanya jawab.

 

Sesi selanjutnya, Nuraeni Nanda Sari memberikan penjelasan teknis melakukan virtual lab menggunakan Phet Interactive Simulation. Secara seksama, siswa dilatih untuk melakukan satu judul praktikum virtual, yaitu tentang Hukum III Newton. Pada bagian ini, siswa tampak serius menyimak materi yang disampaikan, karena memang bagian ini penting untuk siswa sebagai rencana tindak lanjut dari kegiatan PKM ini. Siswa secara berkelompok akan melakukan eksperimen mandiri dan hasil praktikum akan dinilai oleh guru fisika sebagai nilai praktikum semester.

 

Di akhir kegiatan, siswa kemudian diminta untuk mengisi kuesioner sebagai bahan evaluasi kegiatan PKM. Berdasarkan hasil pengisian kuesioner, seluruh siswa sangat senang dan menyatakan menambah wawasan mereka dengan dilakukannya pelatihan Phet Interactive Simulation ini. Mereka juga menginginkan agar pelatihan-pelatihan serupa terus dilakukan di sekolah mereka terlebih ditengah pandemi Covid-19 yang membutuhkan suasana pembelajaran yang berwarna.

Bagikan Berita Ini

Komentar