• humas@uhamka.ac.id
  • +62217394451
News Photo

Rektor UHAMKA : Kebangkitan Pendidikan harus disertai dengan optimalisasi anggaran pendidikan

Di ulang tahun Tempo ke-50, tempo peringati hari kebangkitan Nasional yang diperingati setiap tanggal 20 Mei memiliki makna bangkitnya semangat nasionalisme, persatuan dan kesatuan yang menjadi landasan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

 

Ini sangat penting bagi Indonesia, karena memiliki makna semangat nasionalisme dalam mengisi kemerdekaan dengan pembangunan di segala bidang diantaranya bidang pendidikan. Hal ini pun di bahas selengkapnya dalam kegiatan ngobrol bareng tempo yang diadakan oleh Tempo dalam ulang tahun ke50 tahunnya dengan tema Kebangkitan Nasional : Perjuangkan Pendidikan Untuk Tunas Bangsa.

 

Rektor UHAMKA, Gunawan Suryoputro mengatakan dalam kegiatan ini “bagi UHAMKA, hari kebangkitan nasional ini sebagai ritual, dalam arti tidak hanya simbolik. Tetapi memang betul-betul kita maknai, hayati dengan sungguh-sungguh dalam bentuk kerja-kerja yang tersistematis, terstruktur dan visioner.”

 

Jika perguruan tinggi pada umumnya mengedepankan tri darma yaitu Pendidikan dan pengajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Hal itu berbeda dengan UHAMKA. “Karena merupakan institusi dibawah naungan persyarikatan Muhammadiyah, UHAMKA mengedepankan catur darma yaitu Pendidikan dan pengajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat serta Al Islam dan Kemuhammadiyahan.” Jelas Gunawan. (25/5/2021)

 

Menurut Gunawan, dukungan yang UHAMKA berikan untuk mencapai sumber daya manusia yang berkualitas adalah kurikulum yang dimiliki uhamka merupakan kurikulum yang berintegrasi. Dalam implementasinya pun, ketika sudah mendapatkan ilmu dari kampus, mahasiswa dilatih untuk turun ke lapangan guna memberdayakan masyarakat.  “Hal ini dikenal dengan teori Al-Maun.” Ujarnya.

 

“Maka dari itu, sebelum merdeka belajar diluncurkan oleh kemendikbud, sebenarnya Uhamka sendiri sudah menerapkannya sejak lama.” Lanjutnya.

 

Gunawan pun mengungkapkan harapannya untuk Kemajuan Pendidikan Indonesia, yaitu optimalisasi anggaran pendidikan. Menurutnya, konsentrasi dalam hal ini belum difokuskan. Selanjutnya ia berharap, kualitas lembaga pendidikan tenaga kependidikan atau yang lebih dikenal dengan LPTK dapat meningkat secara konsisten. Dan yang terakhir adalah terkait perbaikan infrastruktur pendidikan.

 

“Dengan kebangkitan nasional ini harus  kita maknai tidak hanya simbolik. Oleh karena itu, komitmen kita untuk melayani Pendidikan ini harus berfikir yang pragmatis. Oleh karena itu, kita harus inklusif memberikan kesempatan untuk siapa saja.” Tuturnya.

Bagikan Berita Ini

Komentar