• humas@uhamka.ac.id
  • +62217394451
News Photo

Mahasiswa PEP Sekolah Pascasarjana Uhamka adakan Workshop PTK dan KTI

Mahasiswa Angkatan ke-49 Program Studi Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Sekolah Pascasarjana Uhamka menyelenggarakan Webinar dan Workshop Penulisan Penelitian Tindakan Kelas dan Karya Tulis Ilmiah tingkat Nasional, 31 Juli-10 Agustus 2021. Kegiatan yang mengusung tema Menjadi Guru Kreatif, Inovatif, dan Inspiratif dalam Menulis Penelitian Tindakan Kelas dan Karya Tulis Ilmiah ini dihadiri oleh 180 peserta yang merupakan guru dari seluruh Indonesia.


Kegiatan Webinar dan Workshop dibuka secara resmi oleh Dr Hj Ihsana El Khuluqo MPd selaku Sekretaris bidang 2 Sekolah Pascasarjana Uhamka.

Dalam sambutannya, Ihsana menyampaikan "saya apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Prodi Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Sekolah Pascasarjana yang telah menyelenggarakan kegiatan Webinar dan Workshop PTK dan KTI yang mana saat ini sangat penting dikuasai oleh guru profesional. Karya tulis Ilmiah menjadi kebutuhan, dan  guru profesional wajib memiliki karya tulis Ilmiah", tutupnya.

Dilain pihak, M. Yusuf Kurniawan selaku ketua panitia pelaksana menyampaikan, bahwa "maksud diselenggarakannya kegiatan ini adalah untuk  memberikan semangat kepada bapak/ibu guru di seluruh Indonesia untuk berani berkarya dalam penelitian tindakan kelas  dan karya tulis ilmiah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan selanjutnya disalurkan kepada putra/putri peserta didiknya untuk juga dapat berani menulis dan berkarya," tuturnya.

Yusuf melanjutkan bahwa "kegiatan ini terdiri dari dua rangkaian kegiatan, kegiatan yang pertama adalah webinar yang dilaksanakan hari sabtu 31 Juli 2021 dan dilanjutkan dengan kegiatan workshop yang berlangsung hingga tanggal 10 Agustus 2021," ungkapnya. 

Memasuki inti kegiatan, Ali Achmadi selaku moderator memandu penyampaian materi oleh ketiga narasumber yaitu Dr Ernawati MPd selaku Ketua Prodi Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Sekolah Pascasarjana Uhamka, Narayana Sasrawiguna SSi dari Balitbangbuk Kemendikbud Ristek, dan Dr Asep Sutisna Sanjaya MPd Guru SDN Klender 03 dan Ketua Umum PPJ.

Ernawati memaparkan materi seputar penelitian tindakan kelas dan sistematika penyusunan Proposal penelitian tindakan kelas. Penelitian tindakan kelas adalah penelitian yang dilakukan sendiri oleh guru dan bisa berkolaborasi dengan teman sejawat dalam upaya untuk memperbaiki pembelajaran agar kinerja kelasnya meningkat.

"Penelitian tindakan kelas adalah tindak lanjut dari masalah awal yang ditemukan guru selama proses pembelajaran, jadi tidak mungkin penelitian tindakan kelas dilakukan dengan meminjam kelas orang lain, kecuali bapak/ibu guru juga ikut mengajar di kelas tersebut," tutur Ernawati. 

 

Selanjutnya, Ernawati lebih banyak memaparkan tentang tata cara dan sistematika penyusunan proposal PTK yang baik dan benar,  dimulai dari sampul, halaman pengesahan, abstrak, kata pengantar, daftar isi, bab 1 (pendahuluan), bab 2 (kajian pustaka) hingga bab 3 (metode penelitian) dijelaskan dengan cukup detail dan disertai dengan contohnya. 

Dilain pihak, Narayana menyampaikan materi tentang penyusunan karya tulis ilmiah sebagai tindak lanjut dari penelitian tindakan kelas. Materi ini diharapkan dapat membantu guru dalam membuat karya tulis ilmiah berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas untuk meningkatkan angka kredit publikasi ilmiah guru berdasarkan permendiknas no. 35 tahun 2010. 

   

Dilanjutkan dengan pemaran oleh Asep membahas tentang cara menyusun penelitian tindakan kelas dengan lebih lengkap hingga pada kesimpulan dan saran. Kesalahan umum dalam PTK adalah guru merasa sudah melakukan peningkatan, padahal sebetulnya baru merupakan hal biasa yang seharusnya telah dilakukan oleh guru.

Asep yang juga lulusan Uhamka ini menyampaikan 4 langkah dalam penyusunan PTK, pertama menuliskan masalah yang ada di kelas, kedua merinci urutan tindakan yang akan dilakukan pada semester berikutnya untuk mengurangi masalah tersebut, ketiga menuliskan harapan kepada siswa di akhir kegiatan dan keempat menuliskan bagaimana guru mengetahui terjadinya perubahan.

Bagikan Berita Ini

Komentar