• humas@uhamka.ac.id
  • +62217394451
News Photo

LPPM Uhamka Bimbing Para Dosen dalam Penyusunan Proposal Pengabdian Masyarakat

Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (Uhamka) menjadi salah satu Universitas yang membangun pemberdayaan masyarakat melalui pengabdian-pengabdian yang diusungkannya, salah satunya melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Proposal Hibah Pengabdian Masyarakat Kemendikbud-Ristek Pendanaan 2022 yang diadakan secara offline di Ruang Mini Teater 1, Lantai III Gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis Uhamka (24).

 

Kegiatan ini digelar dengan tujuan untuk membantu para Dosen lewat pembimbingan dan pelatihan  dalam menyusun proposal pengabdian masyarakat. Dengan dihadiri oleh dua puluh Dosen dari berbagai fakultas di Uhamka, serta Ghufron Amirullah selaku Ketua Lembaga Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (LPPM). Hadir pula Prof Yus Mochamad Cholily hadir sebagai narasumber yang akan mengangkat tema Bedah Panduan XIII Revisi.

 

Dalam laporannya, Ghufron Amirullah menyampaikan bahwa kegiatan ini sebagai rangkaian pembinaan dosen, perlu diadakan untuk meningkatkan pengetahuan mereka akan proposal pengabdian masyarakat. Selain itu Ghufron melaporkan bahwa LPPM Uhamka telah memiliki relasi yang baik dengan beberapa desa mitra di luar sana, jadi LPPM akan membantu para dosen yang akan melakukan pengabdian di luar sana.

 

“Saat ini kami sudah memiliki sekitar 6 Desa mitra, jadi dosen tidak perlu khawatir akan urusan mitra ini. Uhamka ini disenangi oleh mitra diluar sana karena kita itu lebih banyak actionnya dari pada bicaranya, jadi kalau temkan-teman dosen membutuhkan kami dalam proses pengabdian, kami siap sedia dalam membantu teman-teman dosen,” ujar Gufron.

 

Dalam akhir laporannya, Gufron berharap kegiatan ini bisa diselesaikan dengan baik, dan teman-teman dosen dapat mendestinasikan apa yang telah dipelajar ke fakultasnya masing-masing. Ia juga mengingatkan bahwa para dosen harus bisa menjadi pribadi yang multidisiplin dengan bergabung dan bersosialisasi dengan dosen dari fakultas lainnya.

 

Dalam kegiatan ini, Prof Yus Mochamad Cholily selaku narasumber mengungkapkan bahwa dalam Panduan 13 revisi memiliki perbedaan yang signifikan dengan model proposal sebelumnya. Apabila dalam proposal sebelumnya terbagi menjadi tiga kelompok. Maka pada revisinya merupakan gabungan dari sebelas kelompok pengabdian yang diperkecil menjadi tiga kelompok, yaitu Kemasyarakatan, Kewilayahan, dan Kewirausahaan.

 

“Tiga kelompok ini menunjang berbagai program lain didalamna, misalnya kemasyarakatan itu ada Program Kemitraan Masyarakat, dan Program Kemitraan Masyarakat yang stimulus. Dalam bidang kewilayahan terbagi lagi menjadi PPDN dan Program Masyarakat Unggulan. Dalam bidang kewirausahaan ini memang banyak yang diarahkan ke kampus, lalu dilakukan pengembangan kewirausahaan, dan pengembangan produk,” tutur Prof Yus Mochamad Cholily.

 

Selain itu, dalam kesempatan tersebut ia juga menyampaikan tujuan dari kegiatan kemasyarakatan, diantaranya adalah untuk membangun sekelompok masyarakat yang mandiri secara ekonomi dan sosial, membantu menciptakan ketentraman, dan meningkatkan keterampilan berpikir.

 

“Jika kita bicara tentang KKN-PPM, memang memiliki tujuan lanjutan yaitu agar riset dosen tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat, selain itu untuk memberikan penguatan dan pendampingan terhadap pelaksanaan program prioritas,” timpal Prof Yus Mochamad Cholily.

Bagikan Berita Ini

Komentar