• humas@uhamka.ac.id
  • +62217394451
News Photo

Diskusi Nasional Uhamka Bersama Pimpinan 'Aisyiyah Pusat

Isu perempuan dan anak merupakan suatu hal yang menarik dan menjadi satu kesatuan untuk selalu dibahas secara berkelanjutan, sebab dalam roda zaman yang semakin berubah sebagian oknum memanfaatkan kelemahan perempuan dan anak-anak untuk melupakan hak yang ada untuk dirinya. Dalam hal ini Pimpinan Aisyiyah Pusat bersama dengan Uhamka membahas diskusi yang menarik dengan tema Hak Perempuan dan Anak dalam Perkawinan, Senin (24/8). Diskusi yang di selenggarakan secara daring ini, diadakan dalam skala nasional dan kegiatan ini dihadiri oleh lebih dari 160 peserta dari Sabang hingga Merauke Indonesia. Dalam kegiatan diskusi ini juga menghadirkan pembicara yang sangat professional terlebih dalam mengkaji terkait dengan berbagai bidang yang di ampuhnya. Narasumber pada kegiatan ini adalah Dr. Fal Arval Windiani, SH., MH. (MHH PPA, Dosen Ilmu Hukum Fakultas Hukum UMJ), Rita Pranawati, MA. (Komisi Perlindungan Anak Indonesia), Khusniyati Maskuroh, M.Pd., (Dosen  PG PAUD, FKIP Uhamka). Ketua umum PP Aisyiyah, Prof. Dr. Masyitoh Chusnan, M.Ag dalam sambutannya mengatakan “Aisyiyah sebagai organisasi kemasyarakatan, tentu sudah memiliki panduan dalam membangun keluarga yang sakinah. Begitu juga terkait dengan hak isteri hak suami dan juga hak anak, dan dalam keluarga sakinah syarat menjadi keluarga sakinah adalah perkawinan yang sah yang sudah tercatat dalam catatan sipil” ujarnya. Tentunya Aisyiyah melalui berbagai bidang kajiannya selalu menjadi pelopor utama bagi para perempuan agar terlindungi secara menyeluruh. Tidak hanya mendapat perlindungan dari hukum agama, namun catatan sipil juga sangat dibutuhkan agar kelak terjadi sesuatu perempuan dan anak juga dapat menuntut haknya. Adapun tujuan dari adanya kegiatan ini adalah data yang didapati terkait dengan perceraian di masa pandemi yang meningkat dan yang menggugat adalah perempuan/isteri, tentu menjadi suatu tanda tanya yang besar atas kejadian ini. “Tentunya akan memiliki dampak yang sangat tidak baik dalam tatanan sosial maupun psikologis dan ini tidak hanya menyangkut pada diri perempuan itu saja, melainkan kondisi anak pun terlibat” kata Dr. Atiyatul Ulya, Ketua Majelis Hukum dan HAM PP ‘Aisyiyyah. Perlunya mempersiapkan dan mempertimbangkan banyak hal dalam memutuskan untuk menjalankan pernikahan agar menjadi kekuarga yang sakinah. Seperti dalam buku pedoman Aisyiyah yang menjelaskan bahwa kestbilan emosional, keuangan, pendidikan yang menunjang, pola asuh pada anak yang serius dan pemahaman agama yang mendalam dapat mengurangi tingkat perceraian yang terjadi dikalangan masyarakat yang kemudian dapat menambah masalah baru. Oleh karena itu, sebagai perempuan harus banyak melihat dan membaca serta faham hukum baik dalam segi agama maupun dalam segi tatanan negara.

Bagikan Berita Ini

Komentar