MENRISTEKDIKTI BERIKAN KULIAH UMUM DI UHAMKA

 

Senin (5/03/2018) Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti)Muhamad Nasir,Ph. D., Ak. memberikan Kuliah Umum di Auditorium FEB Kampus UHAMKA. Kuliah umum mengangkat tema Kebijakan Nasional Pendidikan Tinggi Indonesia Menghadapi Revolusi Industri 4.0. Hadir Ketua Umum PP Muhammadiyah Dr. Haedar Nasir, M.Si. Rektor Uhamka Prof. DR. H. Suyatno dan pejabat tinggi lainnya.

Dalam paparannya, Menteri Nasir mengingatkan pentingnya peranan riset, teknologi dan pendidikan tinggi dalam membangun daya saing serta meningkatkan kesejahteraan sosial dan keadilan. Terlebih, memasuki era revolusi industri keempat, globalisasi dapat melemahkan kedaulatan nasional. “Pendidikan tinggi dan pelatihan, ilmu pengetahuan dan teknologi, serta inovasi dan ratifikasi bisnis dianggap mampu mengurangi kesenjangan sosial,” ujar Menteri Nasir.

Menteri Nasir juga menjelaskan kebijakan baru pemerintah dalam menghadapi era revolusi industri 4.0 khususnya program kelembagaan, pembelajaran dan kemahasiswaan. Diantaranya reorientasi kurikulum untuk membangun kompetensi yang diperlukan oleh revolusi industri 4.0, dimana membebaskan nomenklatur program studi untuk mendukung pengembangan kompetensi industri 4.0.

“Pendidikan tinggi dan pelatihan, ilmu pengetahuan dan teknologi, serta inovasi dan ratifikasi bisnis dianggap mampu mengurangi kesenjangan sosial,” ujar Menteri Nasir.

“Dengan peningkatan akreditasi di setiap perguruan tinggi dapat semakin meningkatkan mutu layanan pendidikan tinggi secara keseluruhan. Dari sembilan perguruan tinggi swasta yang mendapatkan akreditasi A oleh BAN-PT, salah satunya adalah Uhamka,” ujar Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Muhammad Nasir.

“Ada sejumlah kriteria yang harus dipenuhi oleh perguruan tinggi untuk mendapatkan akreditasi A. Salah satunya adalah peningkatan mutu pelayanan pendidikan.”

Menristekdikti berharap dengan peningkatan akreditasi di setiap perguruan tinggi dapat semakin meningkatkan mutu layanan pendidikan tinggi secara keseluruhan. Adapun kesembilan perguruan tinggi yang mendapat akreditasi A adalah, Akademi Kepolisian (Akpol), Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya, STIE Perbanas Surabaya, Universitas Bina Nusantara, Universitas Mercu Buana, Institut Teknologi Telkom Bandung, Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta, Universitas Katolik Indonesia (Unika) Atma Jaya, Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (Uhamka) Jakarta.
Di samping itu, Menteri Nasir juga membeberikan kebijakan lainnya yaitu membangun teaching factory industri 4.0 dan melaksanakan perkuliahan online.

Lebih jauh dijelaskan Menteri Nasir, perkuliahan online atau Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) ditujukan untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas pendidikan tinggi secara fleksibel lintas ruang serta waktu dengan menggunakan teknologi informasi. Sistem perkuliahan online ini bisa dilaksanakan pada mata kuliah, prodi, dan perguruan tinggi yang telah berbasis cyber university. Indonesia sendiri memiliki Universitas Terbuka (UT) yang telah dikembangkan lebih lanjut, yang berperan sebagai Cyber University of Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Nasir pun mendorong UHAMKA ikut mendukung program pemerintah untuk mengembangkan PJJ. Tak hanya itu, dia juga mengapresiasi UHAMKA yang telah mendapatkan akreditasi A diantara 18 perguruan tinggi lain yang telah terakreditasi A.

Rektor Uhamka, Suyatno mengatakan bahwa pihaknya bersyukur perguruan tinggi yang dipimpinnya dapat meraih akreditasi A. Kedepan, pihaknya berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas. “Uhamka akan terus mengembangkan kualitas dalam semua bidang,” dan berkomitmen terus untuk meningkatkan mutu pendidikan dan pembelajaran. Apalagi saat ini Uhamka telah berhasil meraih akreditasi A serta mengedepankan inovasi dan terus meningkatkan kegiatan riset baik bagi mahasiswa maupun dosen.

UHAMKA JALIN KERJASAMA PERGURUAN TINGGI VOKASI AUSTRALIA

UHAMKA melakukan kunjungan ke Melbourne AUSTRALIA, Minggu (11/02/2018), dalam hal ini UHAMKA memiliki kesempatan menjalin kerjasama dengan berbagai Perguruan Tinggi di Australia.

Kunjungan bersama Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian dan Pengembangan (Dikti Litbang)  Pimpinan Pusat Muhammadiyah dilakukan selama tiga hari pada tanggal 11 sampai dengan 13 Februari 2018 juga di tanda tangani MoU dengan  tiga Perguruan Tinggi di Australia, diantaranya: Holmesglen Institute, Victoria Governs dan Victoria University.

Di mulai pada tanggal 11 sampai dengan 13 Februari 2018 MOU dengan Holmesglen Institute mengenai kerjasama bidang studi vokasi diantaranya dibidang bahasa Inggris, kesehatan, dan teknik.

Dalam hal ini, Prof. Dr. Suyatno, M.Pd. menjelaskan bahwa Institute merupakan Perguruan Tinggi yang terbaik dalam bidang vokasi  dimulainya  program D1 sampai dengan Magister.

Sedangkan MoU dengan departemen pendidikan negara bagian Victoria merupakan dukungan pemerintah Victoria agar dapat mengimplementasi kerjasama baik dibidang staf  dan student exchange dan studi lanjut.

Selanjutnya pada  MoU dengan Victoria University, akan melakukan kerjasama dibidang program studi lanjut dosen, meliputi leadership training dan academic short course seperti penulisan dan publikasi.

 

PERLUNYA DIALOG ANTAR UMAT BARAGAMA DEMI TERCIPTANYA KERUKUNAN BERAGAMA

Indonesia adalah salah satu negara yang menerapkan masyarakatnya untuk hidup rukun. Sebab kerukunan merupakan salah satu pilar penting dalam memelihara persatuan rakyat dan bangsa Indonesia. Tanpa terwujudnya kerukunan diantara berbagai suku, agama, ras dan antar golongan bangsa Indonesia akan mudah terancam oleh perpecahan dengan segala akibatnya yang tidak diinginkan.

Kerukunan dapat diartikan sebagai kondisi hidup dan kehidupan yang mencerminkan suasana damai, tertib, tentram, sejahtera, hormat menghormati, harga menghargai, tenggang rasa, gotong royong sesuai dengan ajaran agama dan kepribadian pancasila. Keyakinan pada setiap agama adalah, dimana agama itu mengajarkan kebaikan, menghargai orang lain dan saling toleransi.

Agama secara umum merupakan suatu kepercayaan atau keyakinan yang dianut oleh masyarakat menjadi norma dan nilai yang diyakini dan dipercaya. Agama diakui sebagai seperangkat aturan yang mengatur keberadaan manusia di dunia.

Dalam diskusi jelang musyawarah besar pemuka agama untuk kerukunan bangsa yang mengangkat tema “ Kemajemujan untuk Kerukunan Bangsa refleksi dan Proyeksi “ di LPP AIKA UHAMKA (7/2/2018)  kegiatan FGD ini dibuka oleh Wakil Rektor IV UHAMKA Drs. Zamah Sari, M.Ag, hadir sebagai pembicara dalam FGD Ketua komisi Umat beragama MUI pudat 2010-2015 dan Komnas HAM 2012-2017, Dr. Manager Nasution, MA. Dan hadir Intelketual Muda Muhammadiyah, M. Abdullah Darraz, MA.

Dr. Manager Nasution, MA menyampaiakan pada dasarnya bangsa Indonesia hidup rukun, damai dan terbiasa dengan kemajemukan, meski terkadang ada pihak  – pihak tertentu yang memanfaatkan agama untuk memicu terjadinya gesekan demi kepentingan politik tertentu. Hal ini lah yang menyebabkan konflik antar agama. Menurutnya, jika terjadi konflik antar agama hal itu bersifat local, misalnya ada penolakan pembangunan tempat ibadah di suatu daerah di Indonesia. Untuk mengastisipasi konflik ini, caranya adalah hadirnya Negara di tengah masyarakat dalam bentuk peraturan yang mengikat semua pihak, sehingga konflik bias diselesaikan.

“ Negara harus membu7at peraturan agar tidak terjadi persekusi dari suatu kelompok kepada kelompok lainnya, hindari main hakim sendiri. Ujar Tokoh Intelektual Muda MUhammadiyah”

Sedangkan menurut Wakil Rektor IV sekaligus Wakil Sekretaris Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian dan Pengembangan Pengurus Pusat Muhammadiyah  Drs. Zamah Sari, M.A menyampaikan pada dasarnya tidak ada yang salah dengan doktrin agama dan para penganutnya, justru hubungan antar agama dalam tradisi local di Indonesia itu terjalin sangat indah.

Dan sebagai salah satu Perguruan Tinggi Islam, UHAMKA berkomitmen dalam melayani seluruh umat beragama. Hal ini dibuktikan dengan jumlah mahasiswa yang berkeyakinan Nasrani yang jumlahnya lebih tinggi disbanding dengan mahasiswa muslim yang berada di daerah lain. Di Kupang, mahasiswa UHAMKA 70 % adalah nasrani, di Manokwari 90 % mahasiswanya beragama nasrani.

Dan berharap kearifan lokal dapat diangkat ke permukaan lagi dengan format baru. Pasalnya di era ini, dibutuhkan formulasi dalam melakukan pendekatan yang abru.

 

 

SEKILAS TENTANG DRS. H. SIDI IBRAHIM BUCHORI, S. H

Allahummaghfirlahu, warhamhu wa’afihi wa’fuanhu.

Duka cita mendalam atas wafatnya  Drs. H. Sidi Ibrahim Buchori, S.H. Beliau adalah dosen di Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP UHAMKA yang dulu bernama jurusan Pendidikan Sejarah FPIPS IKIP Muhammadiyah Jakarta. Beliau merupakan salah satu pendiri Jurusan Pendidikan  Sejarah IKIP Muhammadiyah Jakarta pada tahun 1964 bersama dengan Drs. H. Rasyid Hamidi pegawai Departemen Agama RI. Pak Sidi Ibrahim adalah dosen tetap di IKIP Jakarta yang sekarang bernama UNY.

Pada usia 75 th , beliau masih aktif  untuk mengajar di Prodi Pendidikan  Sejarah UHAMKA di Kampus Pasar Rebo. Beliau dosen yang sangat lama mengabdi di IKIP Jakarta dan IKIP Muhammadiyah Jakarta yang termasuk murid2nya adalah Bapak Basri Siregar, Ma’as DP, Sahminan Lubis, Alm. Prof. Hendra Saputra, Alm. Abdul Salam, Aris Pandong, Pono Fadlulah, Daniel Fernandez, Lelly Qodariah, Rudy Gunawan, Desvian Bandarsyah, Hari Naredi, Eko Digdoyo, Nurlina Rahman.

Pada tahun 1994, saya mendapat rekomendasi dari Beliau dan Pak Soerady Soehoed untuk melanjutkan pendidikan di Pendidikan Sejarah IKIP Jakarta KPK UNS, saya sendiri lulus dari IKIP Muhammadiyah Jakarta tahun 1992 dengan gelar Drs. Setelah itu gelar Drs dan Dra tidak ada tapi diganti dengan gelar S.Pd.

Beliau juga mempunyai anak yang saat ini  menjadi dosen di UNJ prodi sejarah yaitu Dr. Nurzengki. Beliau masih mengabdi di UNJ dan merupakan Kakak dari Bapak Nur Busyra yang mempunyai istri Ibu Made, Dosen Pendidikan Ekonomi UHAMKA.

Beliau merupakan sosok dosen yang produktif, banyak menulis buku, dan diktat untuk digunakan dalam perkuliahan dan menjadi contoh teladan bagi dosen – dosen muda, memiliki sifat enerjik dan bersemangat dalam mengajar.  Hampir tidak pernah absen saat beliau terjadwal untuk mengajar, sampai pada akhir tugasnya.

saat terakhir, beliau dirawat di RS Islam Jakarta pada bulan Agustus 2015, kamar perawatan berdampingan dengan kamar perawatan Alm. Prof. Hendra Saputra.

 

Obituari yang jernih, kuat, dan informatif. Menggambarkan peran beliau dalam dinamika FKIP dan UHAMKA di masa lalu. Selamat berpulang Buya Sidi. Semoga Allah memberi tempat dan husnul khotimah. Pada saat kami menjenguk beramai-ramai, beliau masih menunjukkan semangat hidup yang tinggi.

Keluarga besar UHAMKA merasa kehilangan pribadi yang hebat, tangguh dan selalu memberikan motivasi terhadap perkembangan UHAMKA. Semoga ALLAH SWT ampuni dosa dan kesalahanya dan khusnul khotimah, keluarga yang ditinggalkan dibeikan kesabaran dan kekuatan. Amin YRA.

Demikian kenangan saya tentang Beliau. Mohon maaf jika ada yang keliru. Selamat jalan guruku, Ayahku dan Teladanku. Insya Allah amal ibadah diterima Allah SWT. Amiin Yra.

Kenangan bersama Drs. H. Buya Sidi Ibrahim Buchari, SH  ( Nurlina Rahman, M. Si.)

 

REKTOR UHAMKA PIMPIN DELEGASI PTM KUNJUNGI UNIVERSITAS DI KOREA SELATAN

Jajaki peluang kerjasama, Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (Uhamka) bersama tujuh Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) lainnya kunjungi Korea Selatan.  Dalam kunjungan yang berlangsung sejak 29 Januari hingga 3 Februari 2018 tersebut delegasi melakukan berbagai pertemuan penting dengan tiga universitas di Korea Selatan yakni Busan University of Foreign Studies, Dong A University, dan Woosuk University. Delegasi terdiri atas 15 orang, yang terdiri atas Rektor, Wakil Rektor, Dekan maupun Kepala Urusan Internasional termasuk  dari  Uhamka (Purnama Syaepurochman Ph.D.), UM Purwokerto, UM Jakarta, UM Luwuk, UM Palu, UM Palangkaraya, Stikes Muhammadiyah Gombong, dan Stikes Muhammadiyah Kudus.

“Kami mengunjungi, berdiskusi dan meninjau fasilitas kampus di Busan. Juga menandatangani nota kerjasama dengan Dong A Universitydan Woosuk University. Tujuannya menjajaki kerjasama,” jelas Rektor Uhamka Prof Suyatno yang juga bertindak sebagai Ketua Delegasi Muhammadiyah Higher Education ke Korea Selatan, dalam siaran persnya, Kamis (01/02).

Rombongan yang didampingi oleh Prof Je Dae Sik, muslim Korea Selatan yang sempat menempuh studi di IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan UNJ tersebut  juga mengunjungi masjid di Busan dan Seoul. Keberangkatan delegasi dari PTM tersebut difasilitasi oleh agensi Nathaniel Global.

Diskusi dilaksanakan untuk menjajaki kerjasama di bidang dosen tamu, pertukaran staf/mahasiswa, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dual/double degree, studi lanjut, seminar internasional dan kegiatan lain yang saling menguntungkan.

Direktur Kantor Urusan Internasional Universitas Muhammadiyah Purwokerto Santhy Hawanti, PhD menjelaskan kegiatan kunjungan atau studi banding ke Korea Selatan ini sekaligus memperluas dan memperkuat jejaring PTM dengan perguruan tinggi Korea. Dalam pertemuan dengan President, Vice President, Dekan Urusan Internasional dan Kepala Kantor Urusan Internasinal serta Kepala Bagian Studen Mobility Donga A University, Rektor Uhamka Prof. Suyatno telah melakukan negosiasi subjek bidang kerjasama antara Dong A University dengan PTM. Adapun prioritas kerjasama adalah program Visiting Profesor khususnya di bidang Engineering/ Teknik, Bussiness Admistration, Economics dan Kesehatan.

Lalu Program Dual Degree,  Student Mobility,  International Conference , Pengiriman Dosen untuk studi lanjut program PhD,  Kolaborasi Joint Research ( khususnya dalam bidang Keteknikan/ STEM), dan juga peluang beasiswa. Penandatangan MoU dilaksanakan sebagai payung hukum kerjasama untuk ditindaklanjuti.

FIKES ADAKAN PELATIHAN KONSELING UPAYA BERHENTI MEROKOK

Sebagai salah satu negara yang memiliki penduduk terbesar dan terpadat di dunia, Indonesia tentu memiliki banyak cerita tentang kasus-kasus rokok. Merokok merupakan faktor resiko dari berbagai masalah yang dapat memicu kematian, meskipun semua orang tahu akan bahaya yang ditimbulkan akibat merokok, akan tetapi perilaku tersebut tidak pernah surut.  Hal ini dirasakan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan rumah, kantor, kampus dan tempat umum lainya. Fenomena rokok ini merupakan suatu hal yang sangat dikhawatirkan dan patut diwaspadai, terlebih saat ini separuh dari perokok aktif itu merupakan kalangan remaja, bahkan hal yang paling memprihatinkan adalah saat ini rokok tidak saja membidik orang dewasa, namun kini sudah menyasar bocah yang notabene pelajar sekolah dasar (SD).

Oleh karena itu, sebagai Institusi kemasyarakatan, Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah yang memiliki jejaring amal usaha di seluruh Indonesia dituntut untuk lebih berperan dalam hal pendampingan berhenti merokok. Terlebih lagi Majelis Tarjih Tajdid dan Tajdid Pengurus Pusat Muhammadiyah telah mengeluarkan fatwa mengenai hukum merokok No. 6/SM/MTT/III/2010. Hal tersebut yang menjadi dasar tim Pengabdian masyarakat, khususnya bagi Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) UHAMKAmenyelenggarakan pelatihan kegiatan “Training of Trainer (TOT) Pendamping perilaku berhenti Merokok dengan pendekatan nilai-nilai keislaman.

Tujuan diselenggarakan kegiatan ini adalah melahirkan para pendamping perilaku berhenti merokok di kalangan masyarakat. Kegiatan dilaksanakan oleh tim pengabdian FIKES UHAMKA beranggotakan Dr. Sarah handayani, M. Kes, Elia Nur’ Ayunin, SKM, MKM dan Hidayati, SKM, MKM  (26/01/2018).  Adapun peserta yang mengikuti kegiatan pelatihan tersebut dari berbagai elemen, terdiri dari guru, komite dan orang tua siswa dari SMP 9 Muhammadiyah Jakarta, LPP AIKA UHAMKA, Aisyiah Jakarta, perwakilan klinik UHAMKA, para mahasiswa dan alumni dari FIKES UHAMKA serta masyarakat umum.

Dalam penyampainya, Dr. Sarah Handayani, M. Kesmengatakan bahwa keinginan perubahan perilaku berhenti merokok perlu ditunjang dengan lingkungan yang mendukung. Maka, seseorang yang sudah memiliki pengetahuan tentang bahaya rokok dan sudah memiliki keinginan untuk berhenti merokok, maka perubahan perilaku lebih dapat dicapai jika yang bersangkutan mendkelrasikan diri kepada orang lain tentang niatnya tersebut. Hal ini bisa dilakukan kepada keluarga, teman dekat, kakak dan lain-lain.

Ella Nur A’Yunin SKM, MKM menyampaikan terdapat suatu keadaan yang banyak dialami para perokok ketika mulai mengurangi frekuensi merokok atau berhenti merokok yang disebut dengan gejala Putus rokok (with drawal symptom) seperti sakit kepala, cemas, mual, gelisah dan banyak lagi. Kondisi tersebut adalah wajar dialami dan merupakan tanda-tanda kesembuhan. Kondisi tersebut akan dialami selama tiga bulan, sehingga diperlukan peran dan dukungan dari pendamping agar perokok bias tetap harus berproses menuju perilaku bebas rokok.

Dalam pelatihan ini, Hidayati, SKM, MM membagi trik yang dapat digunakan dalam kondisi yaitu dengan mengubah pola hidup menjadi lebih sehat, berolahraga, melakukan latihan pernafasan / relaksasi dan melakukan kegiatanpositif lainnya yang apat mengurangi rutinitas merokok.

Pelatihan terselenggara dengan baik berkat kerjasama dengan komunitas Aisyah kota Jakarta dengan dukungan dari LPPM UHAMKA. Sebagai umat muslim wajib hukumnya dalam mengupayakan pemeliharaan dan peningkatan derajat kesehatan dirinya dan masyarakat setinggi – tingginya serta menciptakan lingkungan yang kondusif bagi terwujudnya suatu kondisi bagi terwujudnya suatu kondisi hidup sehat yang merupakan hak setiap orang. Hal tersebut merupakan bagian dari tujuan syariah (maqasid asy-syari’ah). Sehingga menjadi tugas seorang muslim untuk menjaga kesehatan dirinya dan juga masyarakat dan lingkungannya.

UHAMKA Adakan Pelatihan Penyusunan Pra-Proposal PHBD TAHUN 2018

Pengabdian kepada masyarakat merupakan satu dari tridharma Perguruan Tinggi yang harus dilakukan oleh seluruh civitas akademika guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.  Dalam rangka menumbuhkan rasa peduli mahasiswa untuk berkontribusi kepada masyarakat desa. Sehubungan dengan itu, Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) memberi kesempatan kepada mahasiswa baik Ikatan Organisasi Mahasiswa Sejenis (IOMS), Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan atau lembaga eksekutif mahasiswa untuk mengikuti Program Hibah Bina Desa (PHBD). Program ini bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada para mahasiswa aktif organisasi untuk terjun membangun desa dan memberdayakan masyarakat.

Sebagai langkah pendukung yang kongkrit, Universitas Muhammadiyah Prof DR. HAMKA (UHAMKA) melalui Pusat Kewirausahaan dan karir Mahasiswa (PK2M) menyelenggarakan  pelatihan penyusunan proposal PHBD tahun 2018. Kegiatan ini diadakan di Kampus E Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) 25/01/2018.

Wakil Rektor III Dr. H. Bunyamin. M.Pd hadir sekaligus memberikan sambutan pada pembukaan Pelatihan Penyusunan Proposal PHBD Mahasiswa UHAMKA, hadir sebagai narasumber Ir. Mintarti, MS (Dosen IPB sekaligus Rewiewer PHBD Belmawa Kemenristekdikti) dan sebanyak 300 peserta memenuhi acara tersebut, yang teridiri dari Unit Kegiatan Mahasiswa Tingkat Universitas, Badan Eksekutif Tingkat Universitas Maupun Fakultas Himpunan Mahasiswaha dan Lembaga Ortonom Muhammadiyah  (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, Tapak Suci, dan Hizbul Wathon) yang bertujuan untuk menumbuhkan rasa peduli dan berkontribusi kepada masyarakat di desa agar terbangun desa binaan yang aktif, mandiri, dan sejahtera.

KUNJUNGAN KERJA FAKULTAS FARMASI DAN SAINS UHAMKA Di JICHI MEDICAL UNIVERSITY (JMU)

Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (UHAMKA) jalin kerjasama dengan Jichi Medical University (JMU), hal ini merupakan tindak lanjut dan juga sebagai implementasi  MOU UHAMKA.  Bersama rekan – rekan dari Fakultas Farmasi dan Sains (FFS) melakukan kunjungan kerja ke JMU.  Tercatat Dosen FFS Ibu Fujianti yang saat ini bertugas dan menjadi tim riset di JMU. Publikasi yang dihasilkan dari riset, tentu akan  menjadikanya sebagai first / Co- Author dan tentunya UHAMKA sebagai afiliasiny, selain itu terhitung bulan Juni 2018, tiga mahasiswa/i  S1 FFS akan menjalani short- term studi selama dua minggu di JMU dalam program divisi Farmasi JMU Hospital dibawah bimbingan Prof Sudoh dan program divisi Departemen Farmakologi JMU di bawah bimbingan Prof Koshimizu.

Pada bulan April 2018, Ibu Fujianti dinanti oleh pihak JMU untuk dapat langsung menjadi Ph. D candidate di Departement Farmakologi  JMU. Selain itu, dr. Uti Nilam Sari, M.Sc, calon dosen FK UHAMKA yang telah mendalami medical visualization di Glasgow University akan  memulai program di departemen bedah saraf JMU dengan tujuan untuk mengembangkan medical 3d printing FK UHAMKA dibawah bimbingan Prof Mashiko.

Targetnya,  medical laboratory 3d printing UHAMKA harus sebanding dengan  JMU

FAI ADAKAN KULIAH UMUM BERSAMA WAGUB DKI JAKARTA SANDIAGA UNO

Wakil Gubernur DKI Jakarta  Sandiaga Salahudin Uno, B.B.A., M.B.A. atau biasa dikenal dengan nama Sandiaga Uno menjadi pembicara dalam kuliah umum yang digelar oleh Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (UHAMKA) pada hari Sabtu tanggal 6 Januari 2018 di  Auditorium L4. Kampus A, Kebayoran Baru – Jakarta Selatan. Tema yang diangkat pada acara ini adalah “ Being a Winning Young Entrepreneur “. Hadir pada acara kuliah umum diantaranya Dekan Fakultas Agama Islam Ibu fitri liza,  Wakil Dekan FAI, Kaprodi dan dosen Pendidikan Agama Islam, Kepala Bagian Humas UHAMKA   Nurlina Rachman, S.Pd., M.Si. serta ratusan mahasiswa UHAMKA

Sukses sebagai pengusaha muda, Sandiaga Salahudin Uno terjun ke dunia politik hingga kini terpilih menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta. Pembawaan Sandiaga Uno yang terlihat  kharismatik dan tenang ini membuatnya sangat cocok dengan tagline kampanyenya “Demokrasi Sejuk”. Hal ini terlihat ketika menyampaikan pada kuliah umum di kampus UHAMKA. Semua peserta khususnya mahasiswa sangat antusias dan semangat dalam mengikuti kuliah umum hingga selesai.

Sebagai pencipta atau menyediakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat, dengan tujuan mencapai satu sistem yang disebut dengan Generasi Milineal, dimana dengan adanya dampak bonus demografi Generasi Milineal peluang terbukanya pekerjaan baru, terbentuknya industry kreatif baru, ekonomi berbasis syariah.

Sandiaga memberikan  kunci dalam membangun kesuksesan yaitu Kunci 4 As : Etos kerja / kerja keras, kerja cerdas, bekerja secara tuntas dan bekerja secara ikhlas.

Pada kuliah umum tersebut, Sandiaga juga menyampaikan  terkait program Pemerintah DKI Jakarta yaitu  One Kecamatan One Center Entrepenuership atau OK OCE.  Program kewirausahaan tersebut merupakan solusi yang ditawarkan Pemerintah DKI Jakarta untuk mengurangi jumlah pengangguran, serta meningkatkan ekonomi warga Ibu Kota agar “naik kelas”. Menjanjikan program OK OCE akan mempermudah masyarakat mendapat lapangan usaha. Program itu juga akan membantu masyarakat mendapatkan pinjaman modal . Dan Insya Allah Program ini Insya Allah akan dilaunchingkan di UHAMKA

Dalam sambutan Rektor UHAMKA, Prof. DR. Suyatno menyampaikan acara ini menjadi kebahagiaan tersendiri karena kehadiran tamu istimewa Wakil Gubernur DKI Jakara untuk mengisi acara kuliah umum di UHAMKA, dalam sambutanya Wakil Gubernur  nantinya akan menjadikan jalan atau cara untuk mahasiswa dalam membangun kota Jakarta menjadi lebih baik dan berharap 5 tahun kedepan dibawah  kepemimpinan  Gubernur dan Wakil Gubernur saat ini  masyarakat akan semakin sejahtera.

Rektor juga menambahkan khususnya untuk Fakultas Agama Islam, semua peserta dan undangan akan mampu mengikuti kuliah umum ini dengan baik terkait program – program Pemerintah yang akan disampaikan. Mampu mensukseskan dan menyokong program OK OCE.

 

PENGUMUMAN JADWAL KEGIATAN ODDI 2017 GELOMBANG 15

Pengumuman kegiatan Orientasi Dasar-Dasar Islam (ODDI) bagi Mahasiswa Baru UHAMKA tahun Akademik 2017/2018, Adapun Pelaksanaaan :

  • Mulai Hari Jumat – Minggu , 15 – 17 Desember 2017
    Pembukaan ODDI dilaksanakan di Kampus FKIP UHAMKA
    Jl. Tanah Merdeka KP. Rambutan Ps. Rebo, Jakarta Timur

 

  • Pukul : 07.00 s/d Selesai

Dibawah ini peserta, tata tertib dan syarat Orientasi Dasar-Dasar Islam (ODDI) Gelombang 15

  • DAFTAR KELOMPOK PESERTA ODDI GELOMBANG 15     DOWNLOAD
  • SYARAT DAN PERLENGKAPAN PESERTA ODDI 2017   DOWNLOAD
BACK