FRI GELAR SEMINAR NASIONAL TERKAIT PEMBANGUNAN KARAKTER BANGSA

FRI meggelar Forum Groum Discussion (FGD) dan seminar nasional yang bertema “Membangun Karakter Bangsa yang Berdaya Saing Berlandaskan Pancasila ” acara ini diselenggerakan di Gelanggang Olahraga Universitas Teknokrat Indonesia (UTI), Lampung.

Hadir sebagai arasumber pada seminar dan FGD ini adalah Kepala Biro Sekretariat Pimpinan MPR RI Muhammad Rizal, Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti Intan Ahmad, Staf Ahli Mendikbud bidang Pembangunan Karakter Arie Budhiman dan Ketua Dewan Pertimbangan Forum Rektor Indonesia Rochmad Wahab. Serta turut hadir  Warek I Prof. Dr Gunawan  selaku Sekjen FRI.

Selaku Ketua Panitia Nasrullah Yusuf acara seminar ini diikuti oleh 1.250 peserta yang terdiri dari FRI, 22 Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta, para KEpala Sekolah, Guru, ICMI, Kwarda Lampung.

Dalam acara ini Ketua FRI sekaligus Rektor Univeritas Muhammadiyah Prof DR Hamka (UHAMKA)  Prof Dr Suyatno menyampaikan seminar merumuskan peran para rektor terkait pendidikan karakter bangsa yang berdaya saing dan berlandaskan Pancasila. Rumusan tersebut harus melalui kajian akademis dan ilmiah.  Oleh karena itu, dalam seminar ini melibatkan Kepala Sekolah, Guru dan Organisasi terkait.

Menurutnya,  revolusi industri generasi ke-4 dan semakin kuatnya pengaruh globalisasi, generasi muda Indonesia saat ini dikenal dengan generasi milineal kurang mengetahui karakter bangsanya sendiri yang mengandung nila- nilai luhur Pancasila. Hal ini yang lah yang membuat FRI mempunyai dukungan secara akademis yang nantinya akan menjadi masukan untuk Pemerintah.

Dalam hal ini FRI merekomendasikan langkah-langkah yang dibutuhkan untuk membangun karakter bangsa. Pertama, pendidikan karakter dimulai melalui pendekatan agama yakni mendekatkan generasi muda dengan pemuka agama dan kitab sucinya .

Kedua, pendidikan harus memberikan generasi pemuda pemahaman terhadap Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernergara

Ketiga, bahwa pendidikan karakter juga harus didukung dengan penigkatan keterampilan dan pengetahuan.

FRI Jjuga menegaskan bahwa pendidikan karakter bangsa tidak bisa berdiri sendri dan bukan hanya ditargetkan untuk pelajar dan masyarakat, melainkan juga bagaimana pendidikankarakter menyentuh sektor  Pemerintah. Pendidikan karakter juga harus didukung dengan penegakan hukum yang tegas dari pemerintah.

Pendidikan karakter sendiri dimulai dari lingkungan terdekat, seperti: keluarga, sekolah,kampus dan tentunya masyarakat. Oleh sekarena itu, untuk menunjang itu semua diperlukan sarana dan prasarana fasilitas keagamaan , karena mengingat agama sebagai sebuah landasan keimanan setiap insan.

Prof. Dr.  Suyatno juga menambahkan dalam penerapanya, perlu dibangun suatu road map dalam membangun karakter untuk mencapai tujuan oleh para stakeholder terkait agar terlihat capaian-capaian program pembangunan karakter , roapmap ini kemudian diterjemahkan lagi kedalam action plan jangka pendek dan jangka panjang yang nantinya akan dirumuskan bersama.

Sementara itu, Rektor UTI Nasrullah Yusuf dalam sambutanya menyampaikan mengenai program kerja kelompok FRI diperuntukan juga untuk para guru, mahasiswa, UMKM dan semua yang berkepentingan dalam membangun bangsa.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BACK