Profil UHAMKA
Follow Us
INFO PENDAFTARAN
Awards
Statistik Pengunjung

Terhitung Sejak 04-01-2017



SISTEM KREDIT SEMESTER, KURIKULUM, DAN PELAKSANAAN PERKULIAHAN

Pendidikan dan pengajaran dilaksanakan dengan Sistem Kredit Semester (SKS), yaitu sistem penyelenggaraan pendidikan dengan memberi bobot kredit pada studi mahasiswa, kerja dosen, pengalaman belajar dan penyelenggaraan program.

Semester adalah satuan waktu kegiatan yang terdiri atas 16 pertemuan, termasuk UTS dan UAS atau kegiatan terjadwal lainnya, berikut kegiatan iringannya, termasuk 1  s.d. 3 minggu kegiatan ujian. (dasar  PP no. 17)

Satuan kredit semester (sks) adalah takaran penghargaan terhadap pengalaman belajar yang diperoleh selama satu semester melalui kegiatan terjadwal perminggu. Satu (1) sks terdiri dari 50 menit perkuliahan tatap muka, ditambah dengan minimal 60 menit tugas terstruktur, atau 240 menit kegiatan praktikum atau 600 menit kegiatan praktik lapangan.

Ciri-ciri Sistem Kredit Semester ialah :

  • Setiap mata kuliah diberi harga yang dinamakan bobot kredit.
  • Bobot kredit setiap mata kuliah tidak harus sama.

Tujuan Sistem Kredit Semester

Tujuan Umum

Sistem Kredit Semester digunakan agar dapat lebih memenuhi tuntutan perkembangan zaman, karena di dalamnya dimungkinkan penyajian program pendidikan yang bervariasi dan fleksibel, sehingga memberi kemungkinan lebih luas kepada mahasiswa untuk memilih program menuju suatu rencana program profesi tertentu yang dituntut oleh perkembangan zaman.

Tujuan Khusus 

 Secara khusus, penggunaan Sistem Kredit Semester dimaksudkan untuk hal-hal berikut.

  1. Memberikan kesempatan kepada mahasiswa yang cakap dan giat belajar untuk menyelesaikan studi tepat pada waktunya atau lebih cepat sesuai dengan peraturan dan perundangan yang berlaku.
  2. Memberikan kesempatan kepada mahasiswa memilih mata kuliah sesuai dengan minat, bakat, dan kemampuan.
  3. Mempermudah pelaksanaan kurikulum dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
  4. Memberikan kemungkinan sistem evaluasi kemajuan belajar mahasiswa dapat diselenggarakan dengan sebaik-baiknya.
  5. Memungkinkan pengalihan kredit antar-jurusan/program studi fakultas dan antar- perguruan tinggi;
  6. Memberikan kemungkinan sistem pendidikan dengan masukan (input), proses, dan keluaran (output) yang bervariasi.

Struktur Kurikulum

Struktur kurikulum yang berlaku di UHAMKA disebut kurikulum operasional yang  terdiri dari akumulasi Kurikulum Intitusional Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA. Struktur kurikulum ini mengacu pada keputusan Mendiknas Nomor 232/U/2000 tanggal 20 Desember 2000.

  1. Perangkat Kurikulum suatu program studi terdiri dari kelompok:
    1. Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian (MPK)
    2. Mata Kuliah Keilmuan dan Keterampilan (MKK)
    3. Mata Kuliah Berkarya (MKB)
    4. Mata Kuliah Perilaku Berkarya (MPB)
    5. Mata Kuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB)
  2. Jumlah sks yang harus ditempuh mahasiswa:
    1. Program Diploma Dua (D-2) 80 – 90 sks
    2. Program Diploma Tiga (D-3) 110 – 120 sks
    3. Program Sarjana (S-1) 144 – 160 sks
    4. Program Magister (S-2) 36 -50 sks
    5. Program Doktor (S-3) 36-50 sks
    6. Program Profesi disesuaikan dengan aturan yang berlaku
  3. Komposisi sks setiap kelompok mata kuliah pada program studi disusun dalam Kurikulum yang disahkan oleh Rektor.

Penjabaran Kurikulum

  1. Kurikulum mata kuliah dijabarkan dalam bentuk deskripsi singkat, jelas dan padat;
  2. Deskripsi mata kuliah dijabarkan ke dalam silabus matakuliah;
  3. Silabus matakuliah dijabarkan lagi ke dalam Satuan Acara Perkuliahan (SAP);
  4. SAP dapat dilengkapi dengan model, handout, diktat, lembar kerja dan lain-lain.
  5. Pelaksanaan SAP dilengkapi dengan BAP (Berkas Acara Perkuliahan)

                  *) PEMBERLAKUAN DAN PERUBAHAN KURIKULUM HARUS DENGAN SK

                       REKTOR.

Pelaksanaan Perkuliahan

Waktu pelaksanaan perkuliahan di UHAMKA diatur sebagai berikut.

  1. Tahun akademik penyelenggaran pendidikan sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 60 pasal 8 ayat 2 dimulai pada bulan September.
  2. Tahun akademik terdiri dari 2 (dua) semester.
  3. Pada akhir penyelenggaraan program pendidikan akademik dilaksanakan wisuda.
  4. Wisuda diikuti oleh semua lulusan.
  5. Pelaksanaan ketentuan sebagaimana dimaksud pada 1, 2, 3, 4, ditetapkan dengan  Keputusan Rektor.

Ketentuan Semester Pendek (SP)

         Berdasarkan Surat Keputusan Rektor Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA, Nomor: 299/A.31.01/2012 tentang Semester Pendek (SP), UHAMKA TIDAK MENYELENGGARAKAN SEMESTER PENDEK (SP).

Pedoman Pelaksanaan Evaluasi

        Pelaksanaan evaluasi dan proses perkuliahan diatur sebagai berikut.

  1. Evaluasi dilaksanakan dalam bentuk ujian lisan, tertulis, dan praktikum, dengan memperhatikan ranah kognitif, afektif dan psikomotor dan kompetensi dari setiap program studi.
  2. Jenis evaluasi terdiri atas
    1. Tugas-tugas
    2. Ujian Tengah Semester (UTS)
    3. Ujian Akhir Semester (UAS)
  3. Mahasiswa yang mengikuti UAS adalah mahasiswa yang hadir mengikuti kuliah minimal 75% dari jumlah tatap muka
  4. Nilai akhir semester terdiri dari 10% kehadiran, 15%-25% tugas, 20%-35% UTS dan 40%-50% UAS. Persentase ini disesuaikan dengan substansi mata kuliah.
  5. Komponen nilai Skripsi dan PPL/PKL ditentukan dalam aturan tersendiri.
  6. Ketentuan tentang ujian komprehensif AIKA diatur tersendiri.

Mekanisme Pelaksanaan Evaluasi

        Adapun mekanisme pelaksanaan evaluasi diatur sebagai berikut.

  1. Ujian Tengah Semester (UTS) dilaksanakan setelah tatap muka mencapai 50% dari jumlah tatap muka terjadwal. Nilai UTS diserahkan ke fakultas/program studi selambat-lambatnya satu minggu setelah pelaksanaan ujian.
  2. Ujian Tengah Semester (UTS) maupun Akhir Semester (UAS) dilaksanakan sesuai dengan Kalender Akademik.
  3. Mahasiswa yang berhak mengikuti UAS adalah mahasiswa yang memenuhi minimal 75% dari jumlah tatap muka yang terjadwal.
  4. Nilai UAS diserahkan ke sekretariat fakultas/program studi paling lambat satu minggu setelah UAS dilaksanakan.
  5. Dosen harus mempunyai dokumen nilai yang diberikan.
  6. Tugas terstruktur dapat diberikan sejak awal perkuliahan sampai dengan akhir perkuliahan pada semester berjalan.

Tugas

  1. Tugas terdiri atas kertas kerja (paper), praktikum, laporan observasi, praktik kerja   lapang dan tugas-tugas terstruktur lainnya, termasuk kegiatan akademik mandiri.
  2. Segala bentuk tugas wajib dikoreksi, diberi penilaian dan dikembalikan kepada mahasiswa sebagai umpan balik.
  3. Nilai tugas merupakan salah satu komponen penilaian akhir yang diberi bobot antara 15% s.d. 25% tergantung pada substansi mata kuliah.

Penyusunan Soal

Penyusunan soal dalam rangka evaluasi proses belajar mengajar diatur sebagai berikut.

  1. Soal disusun oleh dosen pengajar berdasarkan materi perkuliahan yang tercantum dalam Garis-Garis Besar Program Pengajaran (GBPP) dan Satuan Acara Perkuliahan (SAP)
  2. Bentuk soal disesuaikan dengan kompetensi yang diharapkan dari tujuan perkuliahan yang dirumuskan dalam GBPP dan SAP, dengan memerhatikan :
    1. tingkat (keterwakilan)
    2. materi esensial
  3. Cara penilaian dapat menggunakan PAP (Penilaian Acuan Patokan) atau PAN (Penilaian Acuan Normal) dengan prinsip akuntabel.
  4. Pada setiap soal atau kelompok soal dicantumkan bobot penilaian dan skor, dengan rentangan 0 – 100.

Pemberian Nilai, Bobot, dan Predikat

Pemberian nilai, Bobot, dan predikat atas hasil setiap mata kuliah studi mahasiswa berdasarkan pada persentase 100%. Persentase tersebut diterjemahkan menjadi nilai huruf, bobot, dan predikat dengan rentangan sebagai berikut:

        Rumus perhitungan tingkat penguasaan

        Nilai Presensi         : 10%

        Nilai Tugas              : 15% – 25%

        Nilai UTS                  : 25% – 30%

        Nilai UAS                  : 40% – 50%

        Persentase ini disesuaikan dengan substansi mata kuliah.

Pada mata kuliah tertentu mahasiswa memperoleh nilai D atau kurang, yang bersangkutan wajib menempuh kuliah kembali. Untuk kepentingan Yudisium satu nilai D dapat dinyatakan lulus dengan ketentuan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 2,50. Pada Sekolah Pascasarjana, untuk mata kuliah tertentu, mahasiswa memperoleh nilai C atau kurang, yang terstruktur wajib menempuh kuliah kembali. Untuk kepentingan yudisium satu nilai C dapat dinyatakan lulus dengan ketentuan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 2,75 Program Magister (S-2) dan 3,00 Program Doktor (S-3).

Hasil Belajar

         Administrasi hasil belajar mahasiswa dikelola pada setiap semester dengan dicantumkan dalam Kartu Hasil Studi (KHS). Pada akhirnya nanti hasil belajar mahasiswa secara keseluruhan dicantumkan dalam transkip akademik, yang terdiri dari komponen yaitu: No. Urut, No. Kode Mata Kuliah, Nilai Kredit, bobot, dan mutu.

        Komponen dan perhitungan Indeks Prestasi ditentukan sebagai berikut

  1. Komponen KHS terdiri dari No. Kode Mata Kuliah, Nama Mata Kuliah,

                  Nilai huruf   (A, B, C, D, E, kredit mata kuliah, bobot (4, 3, 2, 1, 0).

                  Kredit x bobot,      kredit x bobot kumulatif, jumlah sks yang ditempuh,        sks kumulatif, Indeks Prestasi dan Indeks Prestasi Kumulaif.

  1. Indeks Prestasi diperoleh dengan rumus sebagai berikut.

                 IP  =     kredit x bobot

                                 sks

  1. Indeks Prestasi Kumulatif diperoleh dengan rumus sebagai berikut.

                 IPK   =     bobot x kredit kumulatif

                                    sks kumulatif

Beban Studi Mahasiswa

       Beban studi mahasiswa yang boleh diambil oleh mahasiswa harus disesuaikan dengan Indeks Prestasi (IP) yang dicapainya dalam semester terakhir (IP semester). Selanjutnya ketentuan itu dapat dilihat dalam matriks berikut.

Menghindari mencontek dan Plagiarisme

         Semua pihak, baik dosen maupun mahasiswa harus berusaha untuk menciptakan kondisi bagi terhindarnya perilaku mencontek atau plagiarisme. Bentuk soal, mekanisme pengawasan, serta pembimbingnya harus diupayakan untuk menghindari terjadinya TINDAKAN TERCELA tersebut.

         erlu disadari bahwa biaya pendidikan tinggi swasta nasional masih dirasakan berat bagi sebagian besar masyarakat kita, maka UHAMKA menyediakan bantuan beasiswa. Sampai sekarang, UHAMKA masih terbatas kemampuannya untuk memberikan beasiswa, maka UHAMKA menjalin kerjasama dengan berbagai pihak. Oleh karena itu, beasiswa bagi mahasiswa UHAMKA dapat berasal dari internal dan eksternal.

  1. Jenis Beasiswa
    • Beasiswa yang diberikan oleh UHAMKA ( Beasiswa Internal )
    • Beasiswa dari Instansi / Lembaga Lain (Beasiswa Eksternal)
  2. Syarat Syarat Mendapatkan Beasiswa
    • Mengajukan Permohonan Kepada Rektor
    • Terdaftar Sebagai Mahasiswa minimal semester III
    • IPK Program Diploma dan Program Sarjana (S1) minimal 3,00
    • IPK Program Magister (S2) dan Program Doktor (S3) minimal 3,50
    • Aktif dalam kegiatan Mahasiswa
    • Berkelakuan baik dan bebas narkoba
    • Secara ekonomi memerlukan bantuan yang dibuktikan dengan surat-surat yang dapat dipertanggungjawabkan.

Beasiswa Internal

         Ketentuan pemberian beasiswa internal diatur melalui SK Rektor Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA.

Pemutusan atau pemberhentian bantuan keringanan biaya kuliah

  1. Mahasiswa yang bersangkutan mengundurkan diri, berhenti kuliah atau tidak berstatus sebagai mahasiswa lagi;
  2. Mahasiswa yang bersangkutan meninggal dunia;
  3. Mahasiswa yang bersangkutan memiliki IPK kurang dari ketentuan yang ditetapkan sebagaimana tersebut di atas.

Beasiswa Eksternal

         Ketentuan pemberian beasiswa eksternal diatur menurut ketentuan lembaga pemberi beasiswa.

Kalender Akademik

Kalender akademik adalah keseluruhan rencana penyelenggaraan kegiatan akademik di lingkungan UHAMKA yang disusun dalam satu tahun akademik.

Fungsi Kalender Akademik

Kalender akademik berfungsi sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan akademik, sehingga proses belajar mengajar dapat berjalan secara tertib, sistematik, tepat waktu, efektif, dan efisien.

Muatan Kalender Akademik

Kalender akademik memuat antara lain :

  1. masa pendaftaran mahasiswa
  2. masa registrasi dan her-registrasi mahasiswa
  3. masa pengisian, perubahan dan pembatalan mata kuliah (KRS)
  4. masa perkuliahan, praktikum dan ujian
  5. masa pemrosesan dan penerbitan kartu hasil studi (KHS)
  6. masa ujian skripsi/Tesis.
  7. masa pelaksanaan kuliah kerja nyata
  8. kegiatan penunjang akademik lain
  9. rentang waktu liburan
  10. masa penyelesaian dan penyerahan EPSBED/PDPT

Penyusunan dan Masa Berlaku Kalender Akademik

Kalender akademik SUDAH SIAP DUA BULAN SEBELUM memasuki tahun akademik baru, sehingga persiapan yang sistematis berkaitan dengan itu dapat lebih baik. Masa berlaku kalender akademik adalah satu tahun akademik.

Pengisian Kartu Rencana Studi (KRS)

         Pada saat memasuki semester baru, setiap mahasiswa harus menetapkan program belajarnya untuk semester berjalan. Program belajar semester ini harus didaftarkan agar mahasiswa yang bersangkutan diizinkan mengikuti kegiatan belajar mengajar, antara lain kuliah tatap muka, praktikum, praktik lapang, konsultasi skripsi, KKN dan sebagainya. Semua program kegiatan belajar mahasiswa tersebut dituangkan dalam kartu yang disebut Kartu Rencana Studi (KRS) baik yang masih manual maupun yang telah online.

Pengertian

                  Kartu Rencana Studi (KRS) adalah format yang berisi informasi data mengenai   nomor, kode dan nama mata kuliah, bobot sks, yang ditetapkan di dalamnya sebagai beban belajar semester bagi mahasiswa yang identitasnya dicantumkan pada lembaran tersebut.

Syarat Penyusunan Rencana Studi

Beban belajar semester disusun atas dasar lima hal, yaitu :

  1. Tersedia program belajar lengkap satu program yaitu semua mata kuliah yang  ditawarkan pada semester itu;
  2. Paket semester yaitu mata kuliah yang harus dipedomani pengambilannya sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan dalam jadwal kuliah;
  3. Kartu Hasil Studi (KHS) semester yang di dalamnya tertera angka Indeks  Prestasi  (IP) dan besar beban belajar yang dapat diambil;
  4. Mahasiswa yang bersangkutan dinyatakan aktif berdasarkan bukti sudah melakukan her-registrasi bagi mahasiswa baru
  5. Tersedia jadwal kuliah yang tidak berubah

Identifikasi Kartu Rencana Studi

Kartu rencana studi terdiri atas tiga lembar dengan warna yang berbeda untuk menunjukkan keterkaitan pihak-pihak tertentu.

  1. Lembar I warna putih untuk mahasiswa yang bersangkutan, berfungsi sebagai bukti untuk mengikuti kegiatan akademik dan keperluan lain yang berkait dengannya.
  2. Lembar II warna hijau muda untuk dosen pembimbing akademik, berfungsi sebagai alat kendali dosen yang bersangkutan terhadap mahasiswa bimbingannya;
  3. Lembar III warna biru untuk sub-bagian akademik (Sekretariat), berfungsi sebagai data otentik untuk proses format pengawasan selanjutnya, utamanya yang berhubungan dengan kegiatan tersebut. Dengan demikian KRS berfungsi sebagai salah satu pengawasan dan pengendalian proses pembelajaran di pendidikan tinggi.

Saat ini berhubung telah menerapkan pengisian KRS online, beberapa fakultas tidak lagi mengunakan tiga lembar warna KRS yang berbeda.

Hubungan IP dengan Beban Belajar Semester

Indeks Prestasi (IP) adalah bilangan dengan dua angka di belakang koma yang menunjukkan derajat keberhasilan kuantitatif dan kualitatif belajar mahasiswa. Indeks prestasi sebagai prestasi dipergunakan juga untuk menentukan jumlah beban belajar yang dapat diambil mahasiswa dalam satu semester.

Banyak beban belajar semester bergantung pada besarnya angka indeks prestasi semester (Ketentuan ini dapat dibaca pada halaman 21).

Kecuali mahasiswa baru, jumlah beban belajar per semester yang ditentukan tergantung struktur kurikulum dan kebijakan Fakultas/Program Studi yang bersangkutan. Pada umumnya digunakan beban belajar antara 18-22 sks sebagai paket semester atau patokan awal.

Prosedur pengisian Kartu Rencana Studi (KRS)

Prosedur pengisian KRS oleh mahasiswa ditetapkan sebagai berikut:

  1. Mahasiswa menghadap Dosen PA untuk melakukan konsultasi pengisian Kartu Rencana Studi (KRS) yang blankonya dapat diambil di sekretariat fakultas atau di Dosen PA.
  2. Jika dosen PA telah menyetujui dan menandatangani form KRS yang telah dikonsultasikan, maka mahasiswa dapat segera mengisi KRS ONLINE dengan dibantu oleh Kasubag Akademik atau Staf akademik untuk melakukan her-registrasi.
  3. Setelah berhasil diregistrasi dan telah mengisi KRS online kemudian diprint untuk ditandatangani dosen PA dan Kaprodi.
  4. Menyimpan dengan baik Kartu Rencana Studi (KRS) sebagai bukti telah diterima atau disetujui oleh Kepala subbagian Administrasi Akademik setelah dinyatakan sesuai dengan ketentuan yang ada.

Hal-Hal yang Bersifat Khusus

Dalam hal yang bersifat khusus, pengisian KRS diatur sebagai berikut :

  1. Bagi mahasiswa yang mendapat Indeks Prestasi (IP) rendah karena nilai yang masuk dalam Kartu Hasil Studi (KHS) belum lengkap, diperbolehkan mengikuti kuliah sambil melakukan perubahan pada masa perubahan KRS yang telah ditentukan.
  2. Keterlambatan pengisian KRS yang tidak disebabkan oleh kesalahan mahasiswa tidak dikenakan sanksi akademik menurut ketentuan fakultas masing-masing.
  3. Bagi mahasiswa yang kesulitan bertemu dengan dosen pembimbing akademik karena alasan tertentu diharapkan segera melapor ke Ketua Program Studi/ Wakil Dekan Bidang Akademik untuk mendapatkan penyelesaian.
  4. Jadwal Pengisian KRS telah diatur dalam Kalender Akademik.

Masalah Lain dalam Penyusunan KRS

Kelebihan beban belajar bebas sks dapat diizinkan dengan ketentuan sebagai berikut.

  1. Masa studinya habis.
  2. Pada semester berikut mata kuliah tersebut tidak ditawarkan/tidak muncul.
  3. Karena bobot sks yang tidak dapat dipecah-pecah.

Apabila ditemukan hal-hal tersebut segera dilaporkan kepada Ketua Program Studi atau Wakil Dekan Bidang Akademik .

Pelaksanaan Kuliah

Kuliah merupakan kegiatan akademik tatap muka antara dosen dan mahasiswa dalam rangka transformasi ilmu pengetahuan, diskusi dan sebagainya yang dilaksanakan di ruang, di luar ruang maupun teknologi informasi.

Prosedur yang harus dilakukan oleh Ketua Program Studi adalah

  1.    Penyusunan jadwal kuliah.
  2.   Sosialisasi jadwal kuliah
  3.    Pelaksanaan kuliah

Penyusunan Jadwal Kuliah

Jadwal kuliah perlu disusun oleh Ketua Program Studi jauh hari sebelum pelaksanaan kegiatan belajar mengajar pada tahun akademik bersangkutan berjalan. Hal ini sangat penting karena jadwal kuliah merupakan tolok ukur pertama bagi efesiensi dan efektivitas serta kelancaran kegiatan tersebut.

Syarat Penyusunan Jadwal Kuliah

Untuk  penyusunan jadwal kuliah terlebih dahulu harus dipersiapkan :

  1. Acuan kalender akademik dari universitas;
  2. Daftar mata kuliah yang ditawarkan pada semester bersangkutan;
  3. Daftar tenaga pengajar;
  4. Data ruangan yang dimiliki beserta perangkat pendukungnya;
  5. Pedoman umum, jadwal kuliah semester (mengacu pada semester sebelumnya). Ketentuan ini telah diatur oleh SK Rektor UHAMKA Nomor: 553/G.18.02/2011 tentang Peraturan Beban Kerja Bidang Pengajaran  Dosen  (BKD) di lingkungan UHAMKA.
  6. Buku Panduan UHAMKA yang memuat kurikulum dan sebaran mata kuliah.

Prosedur Penyusunan Jadwal Kuliah

Untuk memperoleh susunan jadwal kuliah yang baik, maka dilakukan langkah-langkah berikut.

  1. Mengolah data dosen dan beban sks mata kuliah, yang selanjutnya dikonsultasikan kepada Wakil Dekan Bidang Akademik.
  2. Menyusun rencana pelaksanaan kuliah dalam bentuk jadwal semester dengan mengacu pada kurikulum yang berlaku guna mengetahui suatu mata kuliah yang ditawarkan berdasarkan pengalaman sebelumnya.
  3. Mengusahakan kemungkinan mata kuliah yang bernilai /bobot 3 (tiga) sks atau 4 (empat) sks diselenggarakan dua kali tatap muka dalam seminggu dan dapat dipertukarkan jam dan ruangnya (metode papan catur dipakai sebagai acuan).
  4. Kuliah-kuliah yang diselenggarakan sebaiknya dimulai dan diakhiri sesuai dengan ketentuan jam kerja. Dalam menentukan ruang untuk penyelenggaraan mata kuliah perlu diperhatikan jumlah peserta mata kuliah dan kapasitas ruangan, fasilitas pendukung yang memadai.
  5. Mengirimkan konsep jadwal kuliah kepada program studi untuk dikaji dan dilakukan perbaikan.
  6. Melakukan perbaikan seperlunya bila ada perubahan dan selanjutnya disahkan oleh Wakil Dekan bidang Akademik untuk diumumkan kepada mahasiswa.
  7. Dekan/Ketua Program Studi mengundang dosen untuk rapat membahas jadwal kuliah.
  8. Mengirimkan rincian jadwal kuliah kepada dosen yang bersangkutan untuk dilaksanakan sesuai dengan tugas masing-masing.

Fasilitas Pendukung Pelaksanaan Kuliah

Pada periode pelaksanan kuliah subbagian akademik fakultas harus selalu bekerjasama dengan Subagian Umum untuk menentukan kesiapan ruang dan segala perlengkapan yang dipergunakan untuk kelancaran poses belajar mengajar.

Fasilitas-fasilitas yang ada dalam ruang harus mampu mendukung pelaksanaan belajar mengajar, oleh karenanya fasilitas ruang tersebut harus dapat dipersiapkan, antara lain :

  1. Kebersihan ruang kuliah
  2. Pengecekan perangkatnya
  3. Sarana ventilasi udara, AC, dan penerangan ruang
  4. Alat tulis yang cukup
  5. Kondisi meja dan kursi kuliah
  6. Alat bantu visual seperti OHP, LCD, dll.

Mengikuti Kuliah Lintas Fakultas/Prodi di dalam Lingkungan Universitas

Pada dasarnya setiap mahasiswa Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA diperkenankan mengambil mata kuliah lintas fakultasnya/prodi. Prosedur yang harus ditempuh adalah:

  1. Mengajukan izin kepada Wakil Dekan Bidang Akademik fakultas bersangkutan, proses penerbitan izin dilakukan di Subbagian Akademik;
  2. Menyerahkan Surat Izin Mengikuti Kuliah tersebut pada butir (a) kepada Wakil Dekan Bidang Akademik fakultas yang dituju melalui Kepala Subbagian Akademik;
  3. Mentaati peraturan yang ditentukan oleh fakultas di mana mahasiswa mengambil/mengikuti mata kuliah;
  4. Mata kuliah yang diambil dari fakultas lain wajib dimasukkan dalam KRS di fakultasnya;
  5. Mahasiswa dapat mengikuti mata kuliah  lintas prodi/fakultas lain setelah mendapat persejutuan Kaprodi atau pimpinan fakultas.

Pelaksanaan Ujian

Ujian dilaksanakan dengan langkah-langkah sebagai berikut.

Persiapan Ujian

Ujian adalah tahapan kegiatan/proses untuk mengukur tingkat penguasaan kompetensi selama proses belajar mengajar dan menilai tingkat keberhasilan proses belajar-mengajar. Mengingat pentingnya tahapan ini, maka Ketua Program Studi perlu mempersiapkan langkah-langkah :

  1. Penyusunan jadwal ujian
  2. Melakukan pengecekan ulang peserta masing-masing mata kuliah
  3. Pengecekan ruang yang tersedia
  4. Kapasitas ruang dan kursi untuk ujian
  5. Penyusunan tata tertib ujian
  6. Penyusunan SK panitia, penguji/pengoreksi, dan pengawas.
  7. Daftar hadir mahasiswa dan dosen/pengawas.

Waktu yang ideal dalam penyiapan jadwal ujian adalah 45 hari sebelum pelaksanaan ujian, dengan perincian :

  1. 15 hari pembuatan jadwal dan inventaris
  2. 10 hari penggandaan soal dan pengiriman hasil ujian ke dosen
  3. 20 hari sosialisasi hasil ujian kepada para mahasiswa

Persiapan Naskah Soal

Agar pelaksanaan ujian dapat berjalanan Sub-bagian Akademik perlu melakukan upaya penagihan soal. Untuk itu perlu dilakukan langkah-langkah sebagai berikut

  1. Membuat surat perintah untuk membuat soal yang ditandatangani oleh Wakil Dekan Bidang Akademik
  2. Kejelasan ketentuan setiap soal, seperti : (1) open/close book, take home exam (2) durasi waktu, (3) alat/perlengkapan ujian yang boleh digunakan.
  3. Informasi batas akhir pengiriman soal, waktu yang paling baik adalah 3 x 24 jam sebelum pelaksanaan ujian.
  4. Soal yang telah diserahkan oleh dosen kepada petugas sekretariat hendaknya diberikan tanda terima sebagai bukti penyerahan
  5. Soal hendaknya diverivikasi oleh Kaprodi dan divalidasi oleh Wakil Dekan Bidang Akademik

Penggandaan Soal

Dalam pelaksanaan penggandaan soal dipersiapkan alat pengamanan yang cukup agar soal tersebut tidak mudah dilihat orang lain (kebocoran). Tempat penggandaan sebaiknya “Steril” dari kesibukan rutin untuk menjamin kerahasiaannya.

Setelah ujian hendaknya disusun menurut urutan tanggal pelaksanaan ujian agar tidak terjadi tumpang tindih yang menyulitkan pengambilan secara cepat.

Hal-hal yang sering terjadi adalah kekurangan soal/cetakan tidak jelas, untuk mengatasi hal tersebut Subbagian Akademik/Panitia menambah jumlah soal sebanyak 10% dari jumlah mahasiswa yang tertera dalam daftar hadir.

Ruang Ujian

Ruangan ujian besar pengaruhnya terhadap kelancaran pelaksanaan, untuk tahapan hal tersebut perlu dilakukan hal-hal sebagai berikut:

  1. Penyiapan nomor ujian pada kursi ujian.
  2. Penyiapan nomor ujian pada pintu masuk ruangan ujian.
  3. Sterilisasi ruangan ujian.

Dalam menata ruang dapat menggunakan cara jarak ke samping atau belakang selisih satu kursi tergantung jumlah peserta ujian pada mata kuliah tertentu, namun secara umum jarak ke samping adalah selisih satu.

Hak dan Kewajiban Mahasiswa Mengikuti Ujian

Hak yang dapat diperoleh oleh peserta ujian adalah:

  1. Mendapat pelayanan yang optimal dari Panitia Ujian.
  2. Mendapat fasilitas yang sesuai dengan mata ujian yang diujikan.
  3. Mendapat penjelasan/ralat yang disebabkan misalnya: salah ketik, kurang halaman dan lain-lain.

Adapun kewajiban peserta ujian adalah :

  1. Memenuhi persyaratan administrasi akademik dan keuangan.
  2. Membawa Kartu Tanda Mahasiswa (KTM)
  3. Membawa Kartu Peserta Ujian
  4. Menempati tempat duduk yang telah ditentukan
  5. Berpakaian sopan, rapi, memakai jaket almamater, dilarang memakai kaos oblong dan sandal jepit, mengenakan pakaian berbahan
  6. Menjaga kejujuran dan etika intelektual
  7. Membawa alat tulis secukupnya
  8. Datang 10 menit sebelum ujian berlangsung.

Ketidakhadiran Peserta Ujian

Ketidakhadiran peserta ujian secara umum dapat terjadi antara lain:

  1. Mahasiswa benar-benar lupa/salah ketika melihat jadwal ujian. Bagi mahasiswa bersangkuatan tidak ada toleransi, artinya tidak mendapat dispensasi untuk ujian kembali karena kesalahan mereka sendiri
  2. Mahasiswa sakit atau halangan yang lain. Bagi mahasiswa yang menderita sakit dan dirawat di rumah sakit, terjadi bencana/musibah yang bersangkutan mendapat dispensasi ujian susulan apabila dilengkapi surat dari rumah sakit, dan kesempatan ujian diserahkan kepada dosen pengampu dengan rekomendasi dari Wakil Dekan Bidang Akademik atau Ketua Program Studi.
  3. Apabila jadwal ujian mahasiswa bentrok/bersamaan dengan mata kuliah lain, maka panitia ujian atau Kaprodi memberikan kebijakan/pertimbangan lain agar mahasiswa dapat mengikuti ujian pada jam lain sesuai ketentuan/peraturan yang berlaku.

Keterlambatan Mengikuti Ujian

Tidak semua peserta ujian mencermati pelaksanaan ujian dengan baik adakalanya mereka lupa waktunya terutama saat ujian dengan baik ada kalanya mereka lupa waktunya terutama saat ujian akhir semester.

Sub-bagian akademik dapat mengambil langkah proaktif melalui sapaan atau imbauan seperti :

                 “Periksa kembali jadwal waktu ujian Anda”

                 “Keterlambatan membuat Anda rugi”

                 “Terlambat lebih 30 menit Anda tidak dapat ikut ujian”

Bila terjadi keterlambatan, peserta ujian/mahasiswa harus melapor kepada pengawas ujian untuk minta izin mengikuti ujian.

Kuliah Kerja Nyata (KKN)

         Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan kegiatan akademik yang pelaksanaannya dilakukan di luar ruang kuliah dalam bentuk program kegiatan interdisiplin ilmu. Secara kelembagaan, Kuliah Kerja Nyata (KKN) ditangani oleh Lembaga Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA.

  • Pendaftaran KKN

                  Pendaftaran KKN dilaksanakan di Subbagian Akademik fakultas masing-masing, dengan menunjukkan KTM dan Subbagian Akademik mengecek apakah mahasiswa telah memenuhi persyaratan. Persyaratan akademik yang harus dipenuhi oleh calon peserta KKN, antara lain :

  1. Mahasiswa yang bersangkutan terdaftar sebagai mahasiswa aktif
  2. Mahasiswa telah dinyatakan lulus teori atau mengambil/mengulang satu mata kuliah yang pernah ditempuh (N-1).
  • Pelaksanaan KKN

KKN dilaksanakan pada tiap rentang waktu antara pergantian semester dan lama KKN ditentukan oleh LPPM berdasarkan jenis program KKN yang akan diikuti oleh mahasiswa.

Setiap fakultas di lingkungan Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA, umumnya menyelenggarakan kegiatan praktik kuliah kerja lapang bervariasi penamaan (misalnya; PPL, PKL, KKL, KKS, PKM, KKN, BPL) yang wajib terstruktur dalam kurikulum, terencana, jelas targetnya, serta wajib memberitahukan ke Rektor. Ke depan program KKN akan diatur secara terstruktur dengan melibatkan mahasiswa lintas prodi/fakultas, dosen, unsur pimpinan, serta lembaga terkait yang di sebut KKN-PKM.

Penulisan Tugas Akhir, Ujian Komprehensif AIKA, Skripsi, Tesis, dan Disertasi

Untuk mengakhiri studi, mahasiswa Program Diploma (D3) diwajibkan menulis tugas akhir, Program Sarjana (S1) diwajibkan menulis skripsi, Program Magister (S2) menulis Tesis, dan Program Doktor (S3) menulis Disertasi. Terkait dengan Surat Edaran Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 2050/T/2011 tentang Kewajiban Publikasi Ilmiah. Pada prinsipnya UHAMKA menyambut baik spirit surat edaran tersebut untuk dijadikan ajang peningkatan kemampuan budaya baca dan menulis mahasiswa, sehingga UHAMKA mewajibkan mahasiswa untuk menghasilkan karya tulis ilmiah hingga menjelang ujian akhir (skripsi, tesis, maupun disertasi). Saat ini UHAMKA melalui ICT atau TIK telah menyediakan portal khusus publikasi karya ilmiah eletronik (e-jurnal).

Syarat Penyusunan Skripsi

Skripsi dapat disusun oleh mahasiswa apabila memenuhi persyaratan berikut.

  1. Persyaratan Akademik
    • Telah lulus matakuliah minimal 75% MK.
    • Telah lulus mata kuliah prasyarat skripsi.
    • Telah mempunyai judul yang telah disetujui oleh Ketua Program Studi.
    • Mempunyai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) untuk Program Sarjana (S-1) minimal 2,50
    • S-2 minimal 2,75
    • S-3 minimal 3,00.
  1. Persyaratan Administrasi
  • Terdaftar secara resmi sebagai mahasiswa pada program studi yang bersangkutan pada semester yang sedang berjalan.
  • Telah melunasi seluruh kewajiban keuangan sampai dengan semester yang sedang berjalan.

Prosedur Penyusunan Tugas Akhir, Skripsi, dan Tesis

Berikut ini adalah prosedur penyusunan tugas akhir, skripsi, dan tesis.

  1. Mahasiswa mengajukan judul tugas akhir, skripsi, atau tesis kepada Ketua Program Studi dengan melampirkan outline proposal berikut usulan dosen pembimbing.
  2. Ketua Program Studi dapat menyetujui atau menolak usulan judul serta usulan dosen pembimbing dari mahasiswa.
  3. Ketua Program Studi kemudian mempersiapkan surat penunjukan kepada dosen pembimbing yang telah ditentukan.
  4. Mahasiswa selanjutnya secara intensif melakukan pembimbingan proposal tugas akhir/skripsi/tesis hingga mendapat persetujuan dari dosen untuk mengikuti ujian proposal.
  5. Ketua Program studi menyelenggarakan ujian proposal skripsi/tesis untuk mendapatkan informasi serta masukan dari dosen penguji.
  6. Apabila terdapat koreksi serta catatan keberatan yang diajukan oleh tim penguji, mahasiswa wajib memperbaiki proposal penelitian, dan setelah dinyatakan sempurna mahasiswa dapat melanjutkan kegiatan penelitian.
  7. Setelah data terkumpul kegiatan selanjutnya adalah pengolahan data serta pembahasan skripsi/tesis dan secara rutin melakukan pembimbingan dengan dosen pembimbing hingga selesai dan dinyatakan siap untuk mengikuti ujian skripsi/tesis.

                 Catatan:

  1. Standard Operating Procedure (SOP) kegiatan ini telah diatur dalam SOP kerja bidang akademik Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (SOP-77A, 12, 13, 14, 21, dan 82)
  2. Guna mempermudah proses pembimbingan tugas akhir dan skripsi/Tesis telah dipersiapkan tersendiri Pedoman Penyusunan Skripsi

Prosedur Pengajuan Izin Penelitian

Sebelum mahasiswa melakukan penelitian dalam rangka penyusunan tugas akhir dan skripsi harus mengajukan izin penelitian yang ditujukan kepada pejabat berwenang di tempat penelitiannya, dengan pengantar dari pimpinan fakultas.

Pembimbing Skripsi, Tesis, dan Disertasi

Dalam menyusun skripsi, tesis, disertasi, mahasiswa dibimbing oleh dosen yang berwenang untuk itu.

Pembimbing Skripsi

Pembimbing skripsi adalah dosen yang mengajar di Fakultas tempat mahasiswa dibimbing, dan memenuhi kualifikasi akademik yang relevan dengan ketentuan sebagai berikut.

                          1)    Bergelar Doktor (S-3) dengan pangkat akademik serendah-rendahnya Asisten Ahli.

                          2)    Bergelar Magister (S-2) dengan pangkat akademik serendah-rendahnya Lektor.

                          3)    Program studi yang belum memenuhi ketentuan pada butir 1 dan 2, diatur tersendiri.

Pembimbing Tesis

Dosen Pembimbing tesis adalah dosen yang memenuhi kualifikasi akademik sebagai berikut.

  1. Dosen yang ditunjuk sebagai pembimbing adalah dosen pada SPs atau dosen Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA atau dosen dari perguruan tinggi lain yang menguasai ilmu yang  relevan dengan masalah tesis yang akan dibimbing.
  2. Dosen pembimbing dari perguruan tinggi lain di luar Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA diusulkan oleh Direktur Program Sekolah Pascasarjana dengan persetujuan Rektor.
  3.  Bergelar Doktor (S3) dengan pangkat serendah-rendahnya  Lektor Kepala.

Pembimbing Disertasi

  1. Bergelar Doktor (S-3) dalam bidang ilmu yang relevan dengan disertasi dengan pangkat serendah-rendahnya Lektor Kepala.
  2. Guru Besar dalam bidang ilmu yang relevan dengan disertasi.

Dosen Penguji Skripsi, Tesis, dan Disertasi

Penguji Skripsi

  • Ketentuan dosen penguji skripsi sama dengan ketentuan dosen pembimbing skripsi.

Penguji Tesis

  • Ketentuan dosen penguji tesis sama dengan ketentuan pembimbing tesis.

Penguji Disertasi

  •  Ketentuan penguji disertasi sama dengan ketentuan pembimbing disertasi.

Sistem Pembimbingan Skripsi, Tesis, dan Disertasi

Sistem pembimbingan skripsi, tesis, dan disertasi diatur sebagai berikut

  1. Seorang mahasiswa dibimbing oleh dua dosen pembimbing.
  2. Pada Program Sarjana (S-1) dan Program Magister (S-2), dalam satu semester seorang pembimbing dapat membimbing maksimal 10 mahasiswa.
  3. Pada Program Doktor (S-3) dalam satu semester, seorang pembimbing dapat membimbing maksimal 3 orang mahasiswa.

Sistem Ujian

Ujian tugas akhir, skripsi, tesis, dan disertasi dilaksanakan dalam bentuk pendadaran.

Ujian Skripsi

Untuk melaksanakan ujian skripsi, mahasiswa HARUS MEMENUHI persyaratan sebagai berikut.

  1. TELAH LULUS seluruh mata kuliah (144 sks-160 sks) yang telah diklasifikasikan secara resmi oleh Kaprodi berdasarkan kurikulum yang berlaku dan terekam bagian ICT/TIK terdata pada biro akademik.
  2. IPK minimal 2,50.
  3. Nilai D maksimal 1 mata kuliah
  4. Tidak ada nilai E atau tidak lulus.
  5. Terdaftar sebagai mahasiswa Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA   pada saat ujian.
  6. Ujian dilaksanakan secara lisan yang berlangsung selama (45 – 60) menit oleh Tim Penguji.
  7. Batas akhir pendaftaran dengan pelaksanaan ujian minimal 1 (satu) pekan atau 7 (tujuh) hari.
  8. Waktu ujian Skripsi disesuaikan dengan Kalender Akademik.
  9. Lulus ujian komprehensif AIKA

Tesis

  1. Ujian dilaksanakan secara lisan berlangsung selama (60 –90) menit.
  2.  Tesis seorang mahasiswa diuji oleh tim penguji.
  3. Ujian tesis dimaksudkan untuk menilai penguasaan akademik mahasiswa mengenai tesis yang ditulisnya.
  4. Ujian tesis diselenggarakan setelah mahasiswa lulus semua mata kuliah.
  5. Tenggat batas akhir pendaftaran dengan pelaksanaan ujian minimal 1 (satu) pekan atau 7 (tujuh) hari.
  6. Waktu ujian Tesis disesuaikan dengan Kalender Akademik.

Disertasi

  1. Ujian Disertasi diselenggarakan setelah mahasiswa lulus semua mata kuliah.
  2. Ujian Disetasi diselenggarakan dalam tempo dua tahap yang didahului dengan laporan kemajuan untuk menentukan dapat tidaknya ujian tahap 1 diselenggarakan.
  3. Ujian Disertasi tahap ke-1 dimaksudkan untuk menilai penyajian dan penguasaan mahasiswa tentang prestasinya.
  4. Mahasiswa yang tidak lulus pada ujian disertasi tahap ke-1 diberikan kesempatan menempuh ujian ulang sebanyak-banyaknya dua kali dalam batas waktu studi yang berlaku baginya.
  5. Ujian disertasi tahap ke-2 dimaksudkan untuk menentukan nilai akhir ujian disertasi, dan promosi.
  6. Ujian Disertasi tahap ke-2 dilaksanakan secara terbuka (ujian terbuka).

Yudisium

Kelulusan mahasiswa dalam ujian tugas akhir, skripsi, tesis, dan disertasi DITENTUKAN DALAM RAPAT YUDISIUM dan disahkan melalui SK Rektor. Tanggal yudisium adalah waktu/tanggal di mana mahasiswa dinyatakan lulus ujian skripsi di tingkat Program Studi.

Penasihat Akademik

Penasihat akademik (PA) adalah seorang dosen (tenaga edukatif) yang diberi tugas dan wewenang oleh Pimpinan Fakultas untuk memberikan bimbingan, petunjuk dan arahan kepada mahasiswa dalam rangka menempuh studinya, sehingga dengan tepat dan berhasil dengan nilai yang sebaik-baiknya.

Tugas Dosen Penasihat Akademik (PA)

                  Tugas dosen Penasihat Akademik terbagi dalam dua kelompok, yaitu tugas umum dan tugas khusus.

Tugas Umum

  1.  Mengusahakan agar setiap mahasiswa yang berada di bawah tanggung jawabnya memperoleh pengarahan yang tepat dalam menyusun program dan beban belajarnya, dan dalam memilih mata kuliah yang akan ditempuhnya.
  2. Memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk membicarakan masalah-masalah yang dialaminya, khusus masalah akademik, atau masalah non akademik yang berkaitan langsung dengan masalah akademik.
  3. Membantu mahasiswa agar dapat mengembangkan sikap dan kebiasaan belajar yang baik secara individual ataupun kelompok.

Tugas khusus

  1.  Membantu Ketua Program Studi menginformasikan peraturan-peraturan akademik, baik dari pemerintah maupun dari Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA
  2.  Memberi bantuan/Pengarahan kepada mahasiswa tentang:
    1. Cara menyusun program belajar
    2. Pengisian KRS
    3. Banyaknya sks yang diambil.
  3. Mengevaluasi jumlah sks yang diajukan mahasiswa apakah sesuai dengan IP yang diperoleh.
  4. Memeriksa dan menandatangani KRS
  5. Memonitor beban sks dan nilai yang dicapai mahasiswa
  6. Menginformasikan beban studi yang akan dicapai untuk dapat dicapai menyelesaikan bidang studinya.
  7. Mengetahui perkembangan studi, Indeks Prestasi Semester/Indeks Prestasi Kumulatif mahasiswa yang dibimbingnya.
  8. Memberikan laporan kepada Ketua Program Studi tiap semester serta melakukan monitoring terhadap kemajuan belajar mahasiswa.
  9. Menyiapkan  waktu untuk konsultasi akademik minimal 1 (satu) kali sebulan dengan mahasiswa.
  10. Menjawab pertanyaan dari mahasiswa mengenai hal-hal berkenan dengan akademik.
  11. Menyiapkan masalah/ permasalahan atau keluhan dari mahasiswa ( masalah akademik) kepada yang berwenang.
  12. Menginformasikan kegiatan akademik yang berkaitan dengan bidang studi masing-masing program.
  13. Memberikan arahan cara belajar yang efektif agar berhasil dalam setiap mata kuliah yang diikuti.
  14. Membantu mahasiswa dalam kesulitan belajar dan cara mengatasinya
  15. Mendiskusikan kelemahan belajar mahasiswa dari setiap dosen yang mengajar
  16. Membantu kelancaran studi mahasiswa yang menjadi tanggung jawabnya hingga selesai.
  17. Membantu mahasiswa agar dapat mengembangkan sikap dan budaya akademik yang baik.
  18. Mengadakan pertemuan wajib dengan mahasiswa minimal 4 (tiga) kali dalam setiap semester untuk membicrakan masalah-masalah yang dihadapi mahasiswa terutama masalah akademik atau masalah non akademik yang berkaitan langsung dengan masalah akademik.
  19. Memberikan rekomendasi kepada pihak yang lebih berwenang mengenai berbagai kesulitan yang dihadapi oleh mahasiswa baik yang berhubungan dengan masalah akademik ataupun non akademik.

Persyaratan Dosen Penasihat Akademik

Untuk dapat melaksanakan tugasnya dengan baik, dosen PA disyaratkan sebagai berikut.

  1. Dosen yang mengajar di program studi
  2. Telah bertugas di Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA, minimal 3 (tiga) tahun berturut-turut, kecuali program studi yang baru didirikan.
  3. Tidak merangkap sebagai Dosen PA di program studi lain di lingkungan Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA
  4. Jumlah maksimal yang dibimbing 20 (dua puluh) orang/angkatan.
  5. Membimbing mahasiswa mulai dari terdaftar sebagai mahasiswa, sampai dengan selesai masa studinya.
  6. Dalam hal-hal tertentu misalnya sakit, tugas belajar, dan peristiwa lain yang menyebabkan Dosen PA tersebut tidak dapat bertugas, Dekan fakultas dapat mengalihkan tugas Dosen PA kepada Dosen PA yang lain.

Penetapan Penasihat Akademik

Dosen penasihat akademik ditetapkan dengan surat Keputusan Dekan atas pengajuan Ketua Jurusan/Program Studi yang disetujui oleh Pembantu/Wakil Dekan Bidang Akademik.