Keajaiban Resep Obat Nabi S.A.W. oleh Joko Rinanto

Membedah perjalanan hidup Nabi Muhammad S.A.W merupakan hal menarik untuk dikaji. Tak terkecuali menelisik lebih jauh bagaimana beliau mewariskan gaya hidupnya sebagai tuntunan untuk umatnya dalam menjaga tubuh agar tetap sehat dan bugar. Tidak ayal, sejak baginda Rasulullah S.A.W masih hidup, perilaku sehat itu langsung ditiru oleh para sahabatnya hingga berlanjut kepada generasi ulama-ulama salaf yang juga tidak mau ketinggalan mempraktikkannya.

Merekalah yang memopulerkan gaya hidup Rasulullah S.A.W dengan menghidupkan sunnah, menyelami hikmahnya, dan membukukannya. Karena itu, setiap zaman selalu ada ulama yang membuat bahasan mengenai cara hidup sehat Rasulullah S.A.W dalam sebuah bab atau buku tersendiri yang hingga sekarang dikenal dengan istilah Thibbun Nabawi (pengobatan Nabi).

Keajaiban Resep Obat Nabi S.A.W. adalah salah satu buku yang mengupas secara komprehensif praktik pengobatan yang diterapkan oleh Rasulullah SAW berdasarkan Al-Quran dan As-Sunnah. Di dalamnya diterangkan segala macam bentuk pengobatan Nabi SAW yang teruji khasiat dan keampuhannya dalam mengobati berbagai macam penyakit. Tidak hanya itu, buku ini juga mengulas secara mendalam seputar obat-obatan yang digunakan oleh Nabi sebagaimana tercantum dalam Al-Quran.

Isi dari buku ini meliputi sumber ilmu pengobatan Nabi; penerapan obat-obatan Nabi yang meliputi perkembangan terapi kesehatan; pentingnya belajar ilmu kesehatan; misteri dibalik wafatnya Nabi SAW juga turut dibahas secara mendetail berdasarkan dalil di dalam buku ini. Bahkan, penjelasan tentang jawaban atas fitnah yang dilontarkan kepada Rasulullah SAW mengenai tuduhan bahwa beliau menjiplak Harits ibn Kaladah dalam pengobatan.

5543997_00b4d65c-7889-41be-bfc7-d83c3182c005Joko Rinanto seseorang yang berlatar belakang pendidikan farmasi sekaligus wartawan pengisi rubrik Syifa di Majalah Suara Hidayatullah, buku ini menjadi sangat baik dan penting untuk dijadikan sebagai bahan rujukan utama Thibbun Nabawi. Selamat membaca dan semoga bermanfaat.

Joko Rinanto, penulis muda yang baru saja menelurkan buku berjudul Keajaiban Resep Obat Nabi SAW: Menurut Sains Klasik dan Modern, dan mengenyam pendidikan S1 di Jurusan Farmasi, Fakultas Farmasi dan Sains Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (UHAMKA), Jakarta. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Bidang Organsisasi dan Kader di Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) UHAMKA, Jakarta Selatan (Jaksel) dan saat ini dipercaya sebagai sekretaris jenderal di International Islamic Medicine Foundation (IIMF).

 

sumber : Gema.uhamka.ac.id

Pengolahan Sampah Organik Menjadi Pupuk Kompos – Haris

Dalam Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program Hibah Bina Desa (PHBD) di Politeknik Enginering Indorama Purwakarta, Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (UHAMKA) memperkenalkan sebuah produk hasil karya mahasiswa. Mahasiswa tersebut bernama Haris dari program studi Geografi semester 5 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UHAMKA. Ia merupakan salah satu dari sekian banyak mahasiswa UHAMKA yang bertangan dingin. Dari kemahiran dan kreatifitas yang ia miliki, ia telah menghasilkan produk pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos. Motivasinya membuat produk ini dilatarbelakangi kepedulian terhadap lingkungan ujar Haris. Ia memperkenalkan dan mempresentasikan produknya pada Monev PHBD pada tanggal 14 November 2016 kemarin. UHAMKA memberikan apresiasi atas hasil produksinya itu. PHBD ini merupakan salah satu kegiatan yang rutin dilakukan setiap tahun.

whatsapp-image-2016-11-14-at-14-52-46
Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program Hibah Bina Desa (PHBD) di Politeknik Enginering Indorama Purwakarta
whatsapp-image-2016-11-14-at-09-26-32
Produk pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos
whatsapp-image-2016-11-14-at-14-52-43
Haris dari program studi Geografi semester 5 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UHAMKA yang sedang mempresentasikan produknya
whatsapp-image-2016-11-14-at-14-52-42
Haris dari program studi Geografi semester 5 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UHAMKA yang sedang mempresentasikan produknya

 

 

Author : Arnis Filyang

UHAMKA Jadi Pionir Pendidikan Berbasis Neurosains

Strategi pembelajaran yang diberikan tenaga pendidik merupakan salah satu faktor utama dalam menentukan keberhasilan sebuah proses belajar-mengajar. Untuk mendorong proses pembelajaran lebih optimal, Univeritas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (Uhamka) mulai mendorong penerapan strategi pembelajaran berbasis neurosains.

Rektor Uhamka Prof Dr Suyatno M.Pd mengatakan salah satu cara untuk meningkatkan kualitas pendidikan ialah dengan terus berinovasi melalui strategi pembelajaran. Untuk bisa mencapai hal tersebut, tenaga pendidik sebagai tonggak dalam pendidikan di sekolah atau universitas perlu memahami prinsip pembelajaran yang dapat memadukan antara potensi anak, lingkungan serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. “Semua itu berpangkal dari otak kita,” ujar Suyatno saat ditemui di Uhamka, Pasar Rebo.

Suyatno mengatakan temuan Pusat Neurosains Uhamka menunjukkan bahwa pemahaman akan fungsi otak dapat membantu upaya optimalisasi sistem pembelajaran baik di sekolah hingga universitas. Ilmu neurosains ini, lanjut Suyatno, dapat menjadi dasar dari strategi pembelajaran baru yang mampu menyeimbangkan fungsi otak kanan dan juga kiri dalam proses pembelajaran. Direktur Pusat Neurosains Uhamka dr Rizki Edmi Edison Ph.D pada mengatakan tiap tenaga pendidik memiliki cara tersendiri untuk mengembangkan metode ataupun strategi pembelajaran.

Sayangnya, kebanyakan metode yang diterapkan oleh pendidik ketika menyampaikan pelajaran tidak diiringi dengan pemahaman akan cara kerja otak manusia. Salah satu contoh paling mudah ialah terkait waktu pembelajaran. Di kampus misalnya, Edmi mengatakan matau kuliah 1 sks memiliki waktu pembelajaran selama 50 menit. Biasanya, proses pembelajaran ini umumnya diisi dengan ceramah atau penyampaian satu arah dari pendidik. “Itu tidak ada gunanya. Otak yang mengalami keletihan bukan hanya pembicara saja, tapi audiens. Hanya 20 menit pertama betul-betul optimal” ungkap Edmi saat seminar neurosains pada bulan September kemarin.

Hasil penelitian lanjut Edmi, menunjukkan bahwa waktu paling optimal bagi otak manusia untuk fokus dalam menerima informasi ialah 20 menit saja. Jika siswa atau mahasiswa ‘dipaksa’ untuk terus mendengarkan selama 50 menit maka hasil pembelajaran yang akan dicapai tidak akan optimal karena otak para siswa atau mahasiswa sudah lebih sulit untuk menangkap materi yang disampaikan.

Oleh karena itu, Edmi mengatakan salah satu strategi pembelajaran berbasis neurosains yang ia terapkan di kelasnya ialah dengan memberikan jeda selama lima menit dalam setiap 20 menit proses pembelajaran. Dan dalam tiap 20 menit, tambah Edmi, ia hanya akan menyampaikan satu tema saja agar materi yang disampaikan dapat lebih mudah menyerap dan dipahami oleh mahasiswa. “Penerapan neurosains di bidang pengajaran ini intinya adalah murid. Jadi yang perlu dilakukan ialah memahami kerja otak murid dulu,” kata Edmi

 

 

sumber : Gema.uhamka.ac.id ( http://gema.uhamka.ac.id/2016/10/19/uhamka-jadi-pionir-pendidikan-berbasis-neurosains/ )

Menyongsong Kongres Ilmuwan Muhammadiyah (1)

Pada Muktamar ke 47 di Makassar 3-7 Agustus 2016 lalu, Muhammadiyah mengangkat tema INDONESIA BERKEMAJUAN sebagai visi gerakan persyarikatan dalam abad keduanya. Visi di abad kedua ini dipasang setelah pada abad pertamanya, Muhammadiyah telah berhasil membangun infrastruktur sosial keagamaan yang cukup kokoh. Saat ini Muhammadiyah telah memiliki lebih dari 77,000 sekolah dari tingkat TK sampai dengan SMA (termasuk madrasah, pesantren, dan sekolah kejuruan) yang tersebar di seluruh Indonesia. Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) milik Muhammadiyah saat ini berjumlah 178 (termasuk Universitas Aisyiah pertama yang diresmikan beberapa bulan lalu). Ada hampir 1000 sarana kesehatan sosial berupa rumah sakit, panti asuhan, panti jompo, rumah rehabilitasi cacat, dan sekolah luar biasa), selain sekitar 11,200 masjid dan musholla di seluruh Indonesia. Semua aset tersebut menempati kawasan properti hampir seluas 21 juta meter persegi. Semuanya itu adalah bukti komitmen Muhammadiyah dalam mengelola amanah dari umat yang telah memberikan wakaf, infaq, dan shodaqohnya melalui organisasi ini.

Sambil terus melanjutkan upaya peningkatan kuantitas sarana sosial dan pendidikan di atas, pada abad kedua gerakannya Muhammadiyah mulai menyusun strategi untuk terus meningkatkan kualitasnya. Sebagai sebuah organisasi sosial Islam moderen yang mungkin terbesar di dunia, Muhammadiyah perlu memasang visi Indonesia Berkemajuan sebagai target gerakannya. Untuk itu, Muhammadiyah memiliki passion yang kuat untuk memberikan kontribusinya yang besar bagi kemajuan Indonesia tersebut. Tema Indonesia Berkemajuan di atas bukanlah jargon kosong. Semua entitas organisasi di bawah naungan payung persyarikatan langsung bergerak menyusun strategi untuk menyukseskan visi persyarikatan ini. Salah satunya adalah sebuah rencana untuk menyelenggarakan Kongres Ilmuwan Muhammadiyah (KIM) yang pertama yang akan diselenggarakan di Jakarta pada Desember 2016 yang akan datang. Ada sekitar 1,000 dosen dengan kualifikasi S3 di 178 perguruan tinggi Muhammadiyah di seluruh Indonesia, di samping belasan ribu lain dengan kualifikasi S2 dan S1 yang terus didorong untuk meningkatkan kualifikasinya. Sumberdaya manusia ini bukan saja merupakan aset persyarikatan tapi juga adalah aset nasional yang perlu dikelola dengan baik untuk mencapai visi Indonesia Berkemajuan. Visi setiap individu di antara mereka harus disatukan agar dapat bekerja lebih efisien dan efektif dengan target yang terukur di tengah keterbatasan anggaran pendidikan yang ada.

Peringkat kualitas perguruan tinggi dunia

Ada beberapa organisasi di dunia yang bekerja untuk melakukan pemeringkatan universitas di dunia. Berikut adalah ringkasan atas hasil kerja mereka:

  1. Data 200 universitas terbaik di dunia yang diteliti oleh CWUR (Center for World University Ranking dari tahun 2012 sampai 2016 ternyata hanya didominasi oleh (angka rerata): AS (48.3%), Inggris (7.6%), Jepang (5.4%), Jerman (4.8%), Perancis (4.8%), Kanada (4%), Swiss (3.6%), Australia (2.6%), Belanda (2.3%), dan China (1.4%).
  2. Jika threshold-nya diambil 500 universitas terbaik di dunia tahun 2016, CWUR pun hanya menambahkan negara-negara Itali, Spanyol, Korea Utara, Belgia, Swedia, dan Finlandia dalam deretan di atas.
  3. Pemeringkatan hasil THE (Times Higher Education) yang berpusat di Inggris atas 200 universitas terbaik dunia juga kira-kira sama yang menghasilkan dominasi negara-negara: AS (31.5%), Inggris (17%), Jerman (10%), Belanda (6%), Australia (4%), Swiss (3.5%), Kanada (3.5%), dan Swedia (3%).
  4. URAP (University Ranking for Academic Performance) yang melakukan pemeringkatan sejak 2010 sampai 2016 memberikan data 200 universitas terbaik di dunia sebagai berikut: USA (32.7%), Inggris (8.8%), Jerman (8.5%), China (5.5%), Kanada (5%), Belanda (4.3%), Jepang (3.9%), Australia (3.7%), Perancis (3.5%), Swiss (2.8%).
  5. Data pemeringkatan Webometric atas 200 universitas terbaik di dunia pada tahun 2016 adalah: AS (42.5%), Jerman (8%), China (6.5%), Kanada (5.5%), Inggris (5%), Australia (5%), Swiss (3.5%), dan Spanyol (3%).
  6. Pemeringkatan atas 200 universitas terbaik menurut US News Global University Ranking pada tahun 2016 menghasilkan: USA (37%), Inggris (10.5%), Jerman (9%), Belanda (5%), Australia (4%), China (4%), Kanada (3.5%), Perancis (3.5%), Swiss (3%), Itali (3%).

Bebarapa catatan harus diberikan atas hasil pemeringkatan di atas:

  1. Perguruan tinggi Amerika Serikat sangat dominan dalam peta kualitas perguruan tinggi dunia;
  2. Selain Jepang dan China, sebetulnya perguruan tinggi Singapura juga selalu masuk dalam jajaran prestisius pemeringkatan di atas. Sayangnya, dengan cara pemeringkatan di atas tidak tampak dalam radar karena jumlah penduduk Singapura yang hanya sekitar 5.6 juta. Dengan demikian, jumlah universitas di Singapura pun sangat sedikit jika dibandingkan dengan negara-negara yang jumlah penduduknya besar.
  3. Jika angka prosentase dalam setiap pemeringkatan di atas tidak genap 100%, maka sisa yang menggenapkannya menjadi 100% itulah yang dibagi atas ratusan negara lain yang ada di dunia ini. Inilah bukti ketimpangan kualitas perguruan tinggi dunia saat ini.
  4. Selain yang disebutkan di atas, nyaris tidak ada perguruan tinggi Asia lain yang masuk dalam pemeringkatan tersebut termasuk Indonesia. Padahal jumah penduduk Indonesia saat ini sekitar 255 juta dan memiliki mungkin ribuan perguruan tinggi.

Peringkat universitas terbesar dunia

Pemeringkatan universitas juga dilakukan atas dasar besarnya jumlah mahasiswa tersaftar. Peringkat pertama diduduki oleh Indira Gandhi National Open University di India dengan mahasiswa terdaftar sebesar 4 juta orang. Indonesia terwakili oleh Universitas Terbuka (UT) yang berada di peringkat 8 dengan jumlah mahasiwa terdaftar sebesar 585,700 orang. Sayangnya, dengan perguruan tinggi Muhammadiyah yang saat ini berjumlah 178, dan jumlah mahasiswanya yang sekitar 450 ribu belum masuk dalam daftar radar dunia. Padahal seharusnya masuk dalam peringkat ke 17, satu kelas dengan  University of the Punjab (450,000 mahasiwa) di Pakistan, dan  Dr. Ambedkar Open University (450,000 mahasiswa) di India.

Kongres Ilmuwan Muhammadiyah bertujuan untuk menghimpun semua potensi yang ada agar semua aset Muhammadiyah dapat masuk dalam radar dunia dan menghasilkan karya-karya akademis yang juga bermanfaat untuk pembanguna  peradaban umat manusia di dunia. Di tengah keterbatasan dana pendidikan dan penelitian yang ada, upaya untuk menyatukan visi agar semua upaya sumberdaya manusia Muhammadiyah dapat bekerja sama meningkatkan kuantitas dan kualitas pengajaran dan penelitiannya secara efisien dan efektif. Inilah filosofi sapu lidi untuk menuju Indonesia yang berkemajuan, sekaligus Muhammadiyah yang berkemajuan.

 

author :

Tono Saksono

Ketua, Islamic Science Research Network (ISRN) UHAMKA, Jakarta

Buku Digital Disukai Anak-Anak

BUKU digital dinilai mampu membantu siswa belajar karena kontennya menarik dan interaktif. Lembaga pendidikan Muhammadiyah, Katolik, dan Kristen berencana menggunakan buku digital sebagai salah satu sarana belajar mengajar di sekolah binaan mereka.

Pengurus Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) PP Muhammadiyah Gunawan Suryoputro mengatakan dari sisi pembelajaran, buku digital bersifat interaktif, menyenangkan, menarik, inovatif, dan kreatif. Daya tariknya lebih kuat karena mengandung muatan visual.

“Para pelajar kita akan terbantu dengan buku digital ini. Mereka dapat lebih memahami materi belajar sebab tertarik dengan kontennya yang kreatif,” kata Gunawan di Jakarta, pekan lalu.

Karena itu, pihaknya yang mewakili Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah telah menandatangani kerja sama penggunaan buku digital yang digagas Pesona Edu bersama Majelis Pendidikan Kristen dan Majelis Pendidikan Katolik.

Menurut Gunawan, pihaknya akan menindaklanjuti kerja sama tersebut dengan penggunaan buku digital di 6.000 sekolah Muhammadiyah.

Menurut Ketua Majelis Pendidikan Kristen, David T Tjandra, di era digital saat ini, jika cara belajar mengajar tidak menyesuaikan dengan tantangan zaman, kita akan tertinggal dengan negara lain.

Perusahaan penyedia software pendidikan, Pesona Edu, melalui Ira Anindita selaku Chief Marketing Pesona Edu, mengatakan dunia pendidikan sedang berevolusi ke arah digital. Dengan adanya tablet, anak-anak dapat belajar di mana pun dan kapan pun serta mendapatkan informasi dari berbagai sumber di internet.

“Pesona Edu meluncurkan aplikasi buku digital interaktif. Aplikasi ini dilengkapi dengan teknologi buku digital generasi ke-4 untuk guru dan siswa yang menyesuaikan dengan eranya Gen Z, yaitu generasi era digital.

“Founder Pesona Edu, Bambang Juwono dan Hary S Chandra, menambahkan buku digital interaktif Pesona Edu sudah diuji coba di Batam, Pangkal Pinang, dan Jakarta. Hasilnya cukup baik karena anak-anak lebih tertarik untuk belajar. Meski demikian, saat ini buku digital interaktif hanya melengkapi buku konvensional. “Nantinya bisa saja seluruhnya menggunakan buku digital,” ujar Bambang.(Bay/H-3)

 

Sumber : Mediaindonesia.com ( http://mediaindonesia.com/news/read/70779/buku-digital-disukai-anak-anak/2016-10-07# )

Wujudkan Visi Misi, UHAMKA Gelar Seminar Character Enterpreneur

Dalam rangka mewujudkan visi misi yaitu membentuk sarjana berjiwa enterpreneur, Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA) yang dibentuk oleh P2KM akan menyelenggarakan seminar karakter enterpreneur dan talkshow enterpreneur sukses Alumni UHAMKA . Acara tersebut akan diselenggarakan pada hari Jumat, 7 Oktober 2016 bertempatan di Aula gedung A, lantai 6 kampus B Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, jalan Tanah Merdeka, Kampung Rambutan, Jakarta Timur.

Adapun yang akan menjadi narasumber kali ini adalah spesial selain mengundang praktisi profesional yaitu Dr. Purindro Santoso, UHAMKA juga mengundang Maulana Abas yang merupakan salah satu alumni program studi Pendidikan Ekonomi. Pada acara ini akan membahas tentang bagaimana seorang dapat membentuk skill enterpreneurnya melalui banyak belajar dari pengalaman dan minat. Selain itu, untuk menjadi enterpreneur yang sukses seseorang harus memiliki beberapa karakter di dalam dirinya yang akan dibahas lebih lanjut di dalam seminar dan talkshow yang akan diadakan besok.

FAI UHAMKA Menerima PPL Mahasiswa Thailand di Sekolah Muhammadiyah

IMG-20160720-WA0003

Pertemuan dan Perkenalan Mahasiswa Thailand dengan Mitra yaitu SD dan SMP Muhammadiyah Limau

Fakultas Agama Islam (FAI) UHAMKA menerima dua orang mahasiswa Thailand yang akan PPL (Program Pengalaman Lapangan) di tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Muhammadiyah Limau, yang berlokasi di Jl.Limau II, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Kedua mahasiswa Thailand tersebut berasal dari Rajbhat University, mereka juga merupakan peserta SEA – TEACHER PROJECT. Mereka akan memulai PPL di Indonesia selama satu bulan, terhitung dari tanggal 15 Juli sampai dengan 13 Agustus 2016.

Dengan adanya kerjasama ini menandakan dimulainya kegiatan – kegiatan internasionalisasi FAI UHAMKA dan sekolah sekolah Muhammadiyah.

Karya Tulis Alumni FT UHAMKA Masuk 100 Terbaik di Beijing Writing Competition 2016

IMG-20160624-WA0009Beijing Writing Competition 2016 adalah lomba menulis untuk Mahasiswa Internasional seluruh kampus di Kota Beijing, ini kali ke 24 diselenggarakannya BWC di 2016. Acara ini diprakarsai oleh  Pemerintah Kota Beijing  “Beijing People’s Association for Friendship with Foreign Countries”. Ibukota negara Tiongkok ini memang memiliki banyak sekali program yang bertemakan hubungan antara foreigners (orang asing) dengan “Beijing”.

Tirta Anhari, Alumni Fakultas Teknik UHAMKA, mengikuti lomba menulis tersebut yang tahun ini bertemakan “Me and Beijing”. Acara ini diselenggarakan kurang lebih selama 1 bulan dari mulai pembukaan sampai pengumumannya. Penutupan sekaligus pengumuman (closing ceremony) diselenggarakan di Wangfujing Street Beijing, pada 24 Juni 2016, mulai pukul 18.00 – 21.00 waktu setempat.

Tulisan karya Tirta Anhari (Indonesia) dan rekan satu kampusnya, Kim Bora (Korea Selatan) yang bertemakan “Beijing, Masa Depan, Bakti terhadap Orang Tua dalam Harmoni” mewakili kampus terpilih menjadi 100 terbaik dari 502 peserta yang mengikuti lomba yang diikuti oleh 48 negara tersebut.

“Dengan adanya acara ini, diharapkan para mahasiswa Internasional yang belajar dan otomatis hidup di kota Beijing memiliki cerita yang menarik dan memiliki banyak pengalaman yang memperkaya “Potret Beijing di Mata Dunia”, sekaligus juga memacu saya untuk terus aktif dan bersemangat dalam mencari ilmu dimanapun dan kepada siapapun untuk menjadi pribadi yang lebih baik.” Tirta Anhari (25/6).

Studi Banding SPs UHAMKA Ke ATMA Malaysia

IMG-20160624-WA0006

Program studi Bahasa Indonesia Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka mengadakan studi banding ke Institute Alam dan Tamadun Melayu, Program SISWANA Malaysia. Kegiatan ini berlangsung selama 3 hari yaitu pada tanggal 25, 26 sampai 27 Mei 2016.

SPs UHAMKA mengirimkan beberapa perwakilannya, diantaranya Ketua Program Studi Bahasa Indonesia SPs UHAMKA, Prof. Dr. Hj. Sabarti Akhadiah dan Sekretaris Prodi Bahasa Indonesia, Dr. Hj. Nini Ibrahim, M.Pd.

Selanjutnya, UHAMKA mengisi beberapa kegiatan dari rangkaian acara studi banding tersebut, diantaranya presentasi makalah yang disampaikan oleh mahasiswa SPs UHAMKA, dilanjutkan dengan penampilan seni budaya sastra, mulai dari menampilkan tari-tarian, lagu-lagu daerah nusantara, sampai pembacaan puisi oleh perwakilan mahasiswa SPs UHAMKA.

Selain itu, dalam kegiatan tersebut dijelaskan mengenai pemaparan tentang program implementasi kerjasama yang konkret antara UHAMKA dengan ATMA, yang akan dilakukan secara konkret dan konsisten.

Prof. Dr. Abdul Latif Samian selaku Pengarah ATMA menjelaskan bahwa ATMA telah melanjutkan pengumpulan karya-karya manustrip Buya Hamka.

Public Lecture "Education in Bulgaria"

Program studi Pendidikan Bahasa Inggris jenjang Strata 2 di Sekolah Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA mengadakan acara Kuliah Umum (Public Lecture) yang mendatangkan narasumber Martin M. Dimitrov pada 16 Juni 2016.

Kuliah Umum ini selain dihadiri oleh mahasiswa S2 Pendidikan Bahasa Inggris, juga dihadiri oleh alumni dan mahasiswa-mahasiswi dari prodi lainnya di SPS UHAMKA. Mereka tertarik untuk mendengarkan bagaimana Pendidikan di Bulgaria yang dipaparkan oleh mahasiswa Program Doktoral di Sofia University St. Kliment Ohridski yang sekarang sedang menjalani program Pertukaran Pelajar antara UHAMKA dengan Sofia University dalam skema pembiayaan Erasmus+ KAI07.  Dengan program ini, 4 mahasiswa S2 Pendidikan Bahasa Inggris UHAMKA mengikuti credit transfer di Faculty of Philology Sofia University.

Pada kesempatan itu Martin mengungkapkan kesamaan antara Indonesia dan Bulgaria yaitu dibidang kapasitas siswa diukur oleh pemeringkatan PISA. Sama-sama memiliki strata yang rendah. Hal iini menjadi tantangan untuk dimajukan.

BACK