Gerakan Mahasiswa UHAMKA Kerahkan Dana Untuk Aceh

Peristiwa gempa bumi pada tanggal 7 Desember 2016 lalu di Aceh, telah membuat seluruh masyarakat bumi pertiwi khawatir.

Terjadinya musibah yang dialami oleh saudara-saudara kita di Aceh banyak menarik simpati dari berbagai kalangan khususnya Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (UHAMKA).

Berbagai gerakan kepedulian yang timbul dari berbagai kalangan di UHAMKA seperti Lembaga Amil Zakat Nasional Muhammadiyah (Lazismu) hingga melibatkan lembaga kemahasiswaan seperti Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) serta salah satu Organisasi Otonom Muhammadiyah yaitu Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) yang bernaung di UHAMKA.

Bentuk kepedulian dengan melakukan penggalangan berupa bantuan dana, sandang dan pangan.

Penggalangan ini dilakukan selama satu minggu berturut-turut di setiap kampus UHAMKA (Limau, Rebo dan Klender)

Tujuan dilakukan penggalangan ini sebagai bentuk kepedulian UHAMKA terhadap saudara setanah air.

untitledbhk
Penggalangan dana yang dilakukan lembaga mahasiswa BEM bekerja sama dengan IMM. – Fakultas Agama Islam (FAI) UHAMKA.

 

author : Arnis Filyang

UHAMKA Jalani Proses Akreditasi, Rektor : "Semoga Kita Mendapatkan A"

Dalam rangka meningkatkan mutu dan kualitas kampus, Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (UHAMKA) menjalani proses akreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Tahapan akreditrasi berjalan selama 2 hari mulai dari hari Kamis tanggal 8 hingga Jumat, 9 Desember 2016 kemarin, di Auditorium Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UHAMKA Kampus Pasar Rebo.

“Terima kasih atas kerjasama seluruh keluarga besar UHAMKA, mahasiswa tersayang, alumni dan mitra UHAMKA. Semoga UHAMKA dapat mencapai target akreditasi A” ucap Prof. Dr. H. Suyatno, M. Pd selaku Rektor UHAMKA dalam pembukaan visitasi Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT) (8/12).

Untuk kelancaran proses akreditasi, UHAMKA juga mengadakan persiapan berupa pembekalan dan simulasi kepada para pimpinan, staff, dosen, mahasiswa, alumni dan juga mitra UHAMKA. Persiapan Visitasi AIPT ini dilakukan pada hari Rabu, 7 Desember 2016 di tempat yang sama. Persiapan ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan kesiapan keluarga besar UHAMKA dalam menghadapi tim Asesor AIPT.

Ucapan doa serta harapan terus diungkapkan oleh keluarga besar UHAMKA. Status UHAMKA kini sedang menunggu hasil dari BAN-PT atas ikhtiar yang dilakukan. “Semoga kita mendapatkan akreditasi A” ucap Edy Sukardi salah dosen tetap UHAMKA. “Terima kasih atas support para dekan dan wakil dekan, ketua program studi, dan terutama bapak rektor tersayang, bapak – bapak warek yg luar biasa tampilan kali ini, Badan Pengurus Harian yang memberi semangat” ucap Daniel Fernandez selaku ketua LPPM dengan antusias.

15390988_1580293035322316_3703684151526400912_n
Pembukaan AIPT
15420764_1582118295139790_9176108804706609097_n
Pelaksanaan AIPT – Karyawan UHAMKA
15439866_1582120205139599_1627382121531730148_n
Pelaksanaan AIPT – Mahasiswa UHAMKA bersama Kabag. Humas BKHP UHAMKA Nurlina Rahman

15421025_1580293465322273_1815960049869402478_n 15401052_1580294358655517_6731630190292124993_n 15400395_1582118358473117_8172290988969427659_n 15391098_1582118821806404_9156859121826186583_n 15380862_1582118621806424_1038863248638122910_n 15350490_1582118585139761_2914988008030517453_n 15380298_1580293585322261_7915710742765874631_n 15338628_1580293895322230_50788032273936088_n 15337511_1582120118472941_844259831858324955_n 15327343_1580294195322200_4598956533679926711_n

 

 

 

author : Arnis Filyang

Foto : Nurlina Rahman

Marawis FAI UHAMKA, Terus Berusaha Berlatih dan Istiqomah

MINGGU, 20 NOVEMBER 2016
JAKARTA—Pencetus pertama kali dari kegiatan atau Komunitas asli Betawi bernama Marawis di Universitas Prof. DR. Hamka (UHAMKA) Jakarta adalah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah atau disingkat IMM di Fakultas Agama Islam (FAI) UHAMKA.

Penyair wanita membuka alunan Sholawat dalam seni budaya Marawis
Muhammad Ryan Prayotama, alumni FAI UHAMKA sekaligus senior di Komunitas Marawis UHAMKA mengatakan tidak begitu jelas kapan berdirinya Komunitas budaya asli Betawi tersebut namun tetap nyata eksistensinya.

” Sempat vakum beberapa lama karena beragam alasan baik kegiatan akademik maupun kemahasiswaan masing-masing anggota, namun dua bulan belakangan sudah mulai aktif lagi dan puncaknya adalah penampilan kami pada acara UHAMKA Rajo Fest III 2016,” tutur Ryan kepada Cendana News.

Berbicara tentang kebudayaan asli Betawi Marawis sama artinya dengan membicarakan peleburan kebudayaan lokal dengan kebudayaan Islam itu sendiri yang tentunya berasal dari Timur tengah.

Penyebaran dan Perkembangan Islam di Indonesia memang berakibat pada banyak sekali perpaduan maupun kolaborasi secara kultural yang akhirnya berubah menjadi kearifan lokal masyarakat setempat dalam kehidupan sehari-hari.

Jika dalam Tari Ratoh Jaroe, penyair memainkan Rapai (gendang khas Aceh) untuk mengiringi penari, maka untuk Marawis peralatan musik seperti gendang dan perkusi dimainkan untuk mengiringi sang penyair.

Keutamaan syair-syair dalam Marawis adalah Sholawat atau biasa disebut orang Betawi dengan Sholawatan. Diawali dengan Sholawat kemudian diikuti syair-syair berisi puisi atau pantun adalah ciri khas, kekuatan sekaligus daya tarik Marawis.

Dalam satu kali penampilan, sebuah tim budaya Marawis bisa berisi antara 10 hingga 20 orang. Tergantung kebutuhan dan konsep yang akan dibawakan diatas panggung. Konsep yang dimaksudkan itu biasa disebut Nada Marawis.

                                                       Close up penampilan Tim Marawis FAI UHAMKA

” Ada tiga alur nada dalam Marawis yaitu Sarah, Jhepe dan Japin. Sarah itu alunan nada yang perlahan mendayu-dayu dengan sesekali memiliki perubahan ketukan menjadi lebih cepat.

Jhepe lebih riang dari Sarah, bahkan cenderung ada unsur kolaborasi aliran musik dangdut didalamnya. Sedangkan Japin itu alunannya santai seperti anda sedang bercerita,” jelas Ryan mengenai alunan nada dalam Marawis.

Alat musik yang digunakan dalam Marawis biasanya adalah Marawis (alat musik pukul bulat kecil), alat musik pukul bernama Hajir dan Tumbuk Batu serta alat perkusi seperti simbal atau sejenisnya sesuai kebutuhan.

Busana yang dikenakan penyair maupun pemain musik adalah busana muslim dengan hijab syar’i untuk penyair wanita dan baju koko pada penyair pria maupun pemusik.

                                                        Beragam dokumentasi penampilan Marawis FAI UHAMKA

Komunitas Marawis UHAMKA saat ini beranggotakan 10 hingga 20 orang mahasiswa aktif maupun alumni. Dalam penampilan Marawis UHAMKA di acara UHAMKA Rajo Fest III 19/11/2016, mereka turun dengan 12 penabuh musik pukul pria serta dua penyair wanita.

Bagi Ryan sebagai salah satu senior sekaligus pembina kegiatan Komunitas Marawis UHAMKA, eksistensi mereka bukan sekedar eksistensi mengisi waktu luang akan tetapi juga memiliki misi pelestarian budaya
Betawi khususnya Marawis. Selain itu, ada secarik keinginan dalam benak seluruh anggota untuk membawa seni budaya Marawis bisa digemari insan muda Jakarta seperti yang terjadi pada Tari Saman dan Ratoh Jaroe.

” Misi besar otomatis tingkat kesulitannya tinggi, tapi kami yakin pasti bisa mewujudkannya. Dan sebagai senior di tim Marawis saya kerap berpesan kepada rekan-rekan lainnya untuk Istiqomah dalam latihan, yaitu terus berlatih tanpa jemu-jemu. Suatu saat usaha itu akan membuahkan hasil,” pungkas Ryan.

Belakangan banyak sekali geliat generasi muda dalam mengangkat budaya nusantara. Secara tidak langsung mereka sudah turut melestarikan budaya itu sendiri. Mengkampanyekan pelestarian seni dan budaya memang harus dimulai dari para generasi muda yang adalah juga sebagai penyangga peradaban budaya nusantara itu sendiri.

 

SUMBER : http://www.cendananews.com/2016/11/marawis-fai-uhamka-terus-berusaha.html

Jurnalis: Miechell Koagouw/ Editor: Sukur Patakondo/ Foto: Miechell Koagouw

Dekan FAI UHAMKA Adakan Pertemuan Dengan Orang Tua Wali

Pada tanggal 24 September 2016 kemarin, Ibu Fitri Dekan dari Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA) mengadakan pertemuan dan koordinasi bersama dengan wali mahasiswa baru. Pertemuan tersebut dilakukan di Aula lantai 4 Kampus A UHAMKA, Limau, Jakarta Selatan. Diadakannya pertemuan ini dalam rangka untuk menjalin hubungan baik yang berkesinambungan antara orang tua/wali dengan pimpinan. Selain itu, tujuan lain dari diadakannya pertemuan ini adalah memberikan pengertian dan penjelasan kepada para orang tua/wali mahasiswa bahwa UHAMKA tidak hanya sekedar mengajarkan ilmu akademik tetapi juga mendidik mahasiswa akan pentingnya moral di dalam kehidupan sosial. Kabarnya, pertemuan ini tidak hanya dilakukan oleh FAI namun dilakukan pula oleh fakultas lainnya. Hal tersebut membuktikan bahwa UHAMKA selain memberikan pendidikan tapi juga menjalin hubungan dengan banyak pihak termasuk orang tua/wali mahasiswa. Hubungan kesinambungan antara orang tua/wali mahasiswa dengan pihak fakultas dirasa sangat penting bagi UHAMKA untuk menyukseskan program pendidikan yang akan berjalan.

 

author : Arnis Filyang

FAI UHAMKA Menerima PPL Mahasiswa Thailand di Sekolah Muhammadiyah

IMG-20160720-WA0003

Pertemuan dan Perkenalan Mahasiswa Thailand dengan Mitra yaitu SD dan SMP Muhammadiyah Limau

Fakultas Agama Islam (FAI) UHAMKA menerima dua orang mahasiswa Thailand yang akan PPL (Program Pengalaman Lapangan) di tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Muhammadiyah Limau, yang berlokasi di Jl.Limau II, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Kedua mahasiswa Thailand tersebut berasal dari Rajbhat University, mereka juga merupakan peserta SEA – TEACHER PROJECT. Mereka akan memulai PPL di Indonesia selama satu bulan, terhitung dari tanggal 15 Juli sampai dengan 13 Agustus 2016.

Dengan adanya kerjasama ini menandakan dimulainya kegiatan – kegiatan internasionalisasi FAI UHAMKA dan sekolah sekolah Muhammadiyah.

BACK