KULIAH UMUM PROF. SRI EDI SUASONO DI FEB UHAMKA

Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan azas kekeluargaan. Sebagaimana yang disampaikan oleh Prof. Edi Suasono Guru Besar Universitas Indonesia yang merupakan keluarga dari Bung Hatta  pada kuliah umum yang dilaksanakan Rabu, 18 Oktober 2017 kemarin di Kampus Fakultas ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA.

Tema yang diangkat adalah “ Ekonomi Syariah dan Ekonomi Konstitusi, sejalankah ? ”

“Azas kekeluargaan adalah azad ukhuwah, harta tidak boleh berputar pada orang kaya”

Dalam penjelasanya, jika ekonomi konstitusi kita mengemban pada ekonomi islam, disusun itu artinya diatur oleh negara, harus ditata mengarah pada usaha bersama sesuai usaha jamaah. Cabang cabang yang penting dikuasi negara, karena negara yang harus mengatur contohnya pada kasus garam, dimana hasil dari SDA bumi kita harus diatur oleh negara, karena hal demikian untuk menghindari impor. Hal yang terpenting juga untuk menjadi pengusaha jangan sampai menjual negara,karena ini berdampak untuk kemakmuran rakyat.

Dalam penyampainya, sebagai bangsa Indonesia, kita harus bangga dengan produk negara kita, dan kita wajb mempelajari ekonomi konstitusi yang di atur pada UUD pasal 33, dimana hal itu juga sesuai dengan salah satu surat Al-Quran yaitu Al Hasr ayat 7 mengandung makna janganlah harta berputar pada orang kaya saja. Jelas ini merupakan yang terkandung pada ayat suci Al Quran, jadi ekonomi konstitusi sesuai dengan ekonomi syariah.

FEB GELAR LAUNCHING RUANG RAPAT BUNG HATTA

Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UHAMKA menggelar “kuliah umum & launching ruang rapat Bung Hatta” pada hari Rabu 18 Oktober 2017, menghadirkan keluarga besar Prof. Sri Edi Suasono, Guru Besar Universitas Indonesia dan salah satu bagian keluarga dari Bung Hatta. Selain itu, acara ini juga diresmikan dan dimeriahkan sekaligus dengan  penandatanganan prasasti oleh anak kandung dari Bung Hatta Prof. Dr. Meutia Hatta.

Acara yang didesain meriah ini mengambil tema “ Ekonomi Syariah dan Ekonomi Konstitusi, sejalankah ? ”

Dekan FEB UHAMKA, Nuryadi Wijiharjono menyampaikan pada sambutanya akan pentingnya acara ini, “kami keluarga besar FEB UHAMKA menyambut keluarga keluarga besar Bung Hatta, kami mengharapkan agar mahasiswa untuk membaca pemikiran Bung Hatta. pemikiran beliau dapat dipelajari dari buku “Alam pikiran Yunani” banyak pemikiranya yang dapat dijadikan teladan akan pentingnya ekonomi konstitusi.

Acara ini diharapkan bias mengingat pemikiran Bung Hatta, untuk itu kami dedikasikan dengan  melaunching Ruang Rapat Bung Hatta.”

Prof. Dr. Meutia Hatta turut menyampaikan ucapan terimakasih, karena dapat kembali menyambungkan dengan Buya Hamka. Dengan adanya acara launching ruang rapat Bung Hatta, dapat membuka tautan keluarga yang lama terjalin. Dua tokoh yang saling mendukung untuk kepentingan rakyat.

GUBERNUR BARU, UHAMKA OPTIMIS PROGRAM PENDIDIKAN SEMAKIN BAIK

“Alhamdulillah Wasyukurillah, Subhannallah, Yaa Allah. Semoga Bapak Anies Baswedan dan Bapak Sandiaga Uno selalu diberikan petunjuk, bimbingan, perlindungan, kekuatan, hidayah dan ridho dari Allah untuk mengemban amanah sebagai Gubernur dan Wakil Gibernur DKI Jakarta ‘’ ucap Rektor UHAMKA Prof.Suyatno (16/10/2017).

Rektor dan segenap Civitas Akademika Universitas Muhammadiyah Prof.DR. HAMKA (UHAMKA) mengucapkan selamat atas dilantiknya Anies Baswedan dan Sandiaga Uno sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta priode 2017-2022. UHAMKA yakin pendidikan pendidikan di Jakarta akan semakin baik.

Menurutnya, DKI Jakarta merupakan kota yang memiliki pembangunan pendidikan cukup baik, selain infrastruktur sekolah yang lengkap. Program Kartu Jakarta Pintar (KJP) juga menjadi solusi bagi warga kurang mampu untuk mengakses pendidikan yang lebih baik.

Dengan pengalaman Pak Anies sebagai Menteri Pendidikan, ditambah beliau adalah seorang akademis, Insya Allah pendidikan di Jakarta bisa setara dengan pendidikan di negara-negara yang maju. Dan yakin mereka mampu melaksanakan tugas ini. DKI Jakarta harus mampu menyediakan pendidikan yang bermutu bagi masyarakatnya.

Ia juga menambahkan agar pemimpin DKI Jakarta tersebut diberikan kesehatan dan kemudahan dalam mengemban amanah. Selain itu tetap teguh, istiqomah, berintegritas dan selalu bertawakal kepada Allah SWT agar dapat menunaikan tugasnya untuk memenuhi janji-janjinya bagi masyarakt Jakarta, umat bangsa negara dan agama.

PELETAKAN BATU PERTAMA PEMBANGUNAN KAMPUS UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BANDUNG

Ahad (15/10/2017) Mewakili Wakil Presiden RI Jusuf KAlla, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir melakukan peletakan batu pertama dalam rangka pembangunan Universitas Muhammadiyah Bandung (UMB). Acara ini dihadiri oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhajir Effendy, Wakil Gubernur Jawa Barat Dedy Mizwar, Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nasir, Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa)Intan Ahmad, Kepala Biro kerjasama dan Kompublil Kemenristekdikti Nada Marsudi dan Rektor Universitas Muhammadiyah PROF. DR. HAMKA Suyatno

Mohamad Nasir menyampaikan bahwa dalam pembangunan pendidikan di Indonesia, kita harus memperhatikan 12 pilar inovasi dalam “Global Competitivenes Index” karena inovasi yang dihasilkan dari riset membuat perguruan tinggi dapat bersaing di tingkat nasional dan Internasional. Selain itu, nutu dan kualitas Pendidikan Tinggi menjadi faktor utama untuk Pembangunan Institusi Pendidikan Tinggi di Indonesia agar menjadi lebih baik. Selamat Universitas Muhammadiyah Bandung atas pembangunan gedung baru, semoga fasilitas ini dugunakan secara optimal untuk mendidik anak bangsa menjadi lebih baik’’ Berharap semoga Universitas Muhammadiyah Bandung menjadi Perguruan Tinggi yang berkualitas dan bisa menggerakan pembangunan perekonomian Indonesia dimasa depan.

Rektor Universitas Muhammadiyah Prof DR.HAMKA (UHAMKA) Suyatno menyampaikan hadirnya Universitas Muhammadiyah Bandung ini merupakan bagian dari kontribu7si Muhammadiyah untuk Indonesia yang berkemajuan melalui pencerdasan kehidupan bangsa, khususnya bagi SDM di Provinsi Jawa Barat.   UMB yang izinya dikeluarkan Kemristekdikti pada tahun 2016 akan memiliki 12 Program Studi, yaitu Teknik Elektro, Tekni8k Informatika, Teknologi Pangan Halal, Bioteknologi, Farmasi, Psikologi, ilmu komunikasi, Kriya, Agribisnis, Akuntan Publik dan Teknik Industri.

Proses Pembangunan UMB ini diperkirakan akan selesai dalam waktu satu tahun. pada tahun ini tercatat 300 mahasiswa yang sudah mendaftarkan diri, dimana 250 mahasiswa telah melakukan konfirmasi atau daftar ulang.

Untuk tata ruang dan arsitekturnya sendiri, Universitas Muhammadiyah Bandung akan membangun Masjid dilahan terdepan, yang akan menjadi basis “Islamic Enterpreneur University”

Suyatno menambahkan “ Kami Universitas Muhammadiyah berkomitmen dan berintegritas, akan membangun Universitas yang baik untuk perkembangan Pendidikan di Indonesia dengan penekanan pada pengembangan wirausaha dan ekonomi pembangunan.

Sementara itu Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengingatkan bahwa Indonesia akan berkembang pesat menjadi Negara dengan Peringkat ke 7 yang mempunyai PDB terbesar dalam beberapa waktu mendatang, dikarenakan keuntungan Bonus Demography (2012-2045), yang harus disiapkan sejak sekarang.

Untuk itu, Pendidikan Tinggi menjadi pilar utama untuk mendongkrak daya saing bangsa Indonesia. Beliau berharap Universitas Muhammadiyah Bandung dapat menjadi Perguruan Tinggi yang terbaik, terampil, dan berkompeten.

“Universitas Muhammadiyah Bandung harus menjadi perguruan tinggi yang berstandar sesuai dengan kebutuhan abad 21, sehingga dapat bersaing di era globalisasi saat ini,” ujar Deddy.

Selain itu, Deddy juga berharap Universitas Muhammadiyah Bandung dapat menghasilkan lulusan yang memiliki mental wirausaha dan mempunyai ‘mindset’ dan atau pemikiran sebagai agen pengembangan ekonomi dan atau bertindak sebagai ‘job creator’ sehingga dapat berkontribusi dalam menambah jumlah pengusaha nasional.  Kedepan Universitas Muhammadiyah Bandung diharapkan dapat bermitra dengan Pemda Bandung yang melatih 20000 orang tiap tahunnya untuk menjadi pengusaha.

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nasir mengemukakan pentingnya perubahan paradigma minda (changing the mindset), dari pemikiran konvensional menjadi modern, terutama dalam upaya penegakan tonggak keunggulan dan kemajuan bangsa.

KERJA KERAS DEMI KULIAH

Luar Biasa dan Salut. Mungkin kalimat tersebut pantas diucapkan kepada mahasiswa dalam kisah perjuangan yang patut ditiru.

Sri Sugiyarti (21) mahasiswa Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) sedangkan adiknya Bella Selvia (20) mereka adalah kakak beradik yang saat ini berstatus menjadi mahasiswa Universitas Muhammadiyah prof. DR.HAMKA.

Dimulai selepas adzan subuh, mereka menuju pasar di Bekasi Timur untuk mengambil kue daganganya. Dengan diantar berjualan menuju kampus UHAMKA di Pasar Rebo, Jakarta Timur oleh sang ayah M. Syaftari (54) yang berprofesi sebagai supir tembak. Mereka berjualan mulai pukul 06.00 pagi hingga 17.00 sore . Dengan menjual rata-rata  200 potong kue sehari dengan harga Rp. 2.500 per potong. Berjualan dan kuliah menjadi rutinitas yang mereka jalanin dari hari Senin sampai dengan hari Jumat dan ini sudah berlangsung selama 4 tahun. Tidak ada kata mengeluh , mereka lakukan itu semua dengan hati nurani yang ikhlas, tidak ada rasa canggung atau pun malu. Meskipun kegiatan itu sangat menguras tenaga, namun hanya itu yang bisa dilakukan demi melanjutkan kuliah.

Pada saat awal kuliah, kami  tidak pernah meminta uang dengan orangtua, bahkan saat ini mereka sedang menabung membayar biaya ujian tengah semester (UTS), ungkap Sri yang memiliki Indeks Prestasi Komulatif 3,2.  Biaya ini digunakan demi  sang adik Bella yang saat ini duduk di semester V dan besar biaya yang diperlukan sebesar Rp. 3 juta. Sri sendiri untuk sementara cuti kuliah, dikarenakan tidak memiliki cukup dana untuk membayar kuliah.  Sedangkan ia pun tidak tega untuk meminta kepada orang tuanya yang hanya bekerja sebagai supir dan tukang urut.

Bukan hanya Sri dan Bella, kisah hidup perjuangan lainya yang cukup menyentuh hati adalah mahasiswi FKIP Universitas Muhammadiyah prof. DR. HAMKA  yakni Kristina (19) berjuang keras untuk membiayai kuliahnya dengan bekerja sebagai asisten rumah tangga, gaji yang diterima sebulanya adalah Rp.800.000,- namun itupun tidak dapat mencukupi kebutuhanya. Banyak kebutuhan yang diperlukan seperti kebutuhan peribadi hingga kebutuhan kuliah, membayar uang semester, UTS, membeli buku, dll. Gadis asal Pemalang Jawa Tengah ini yang orantuanya hanya berprofesi sebagai petani dimana pendapatnya sangat minim.  Untuk mentupi kekurangan biaya, ia berjualan kripik dan cemilan lainya selama 1 tahun terkahir di Lingkungan kampus. Ia mengaku berjualan dan menjadi asisten rumahtangga sangatlah berat, hal ini dilakukan agar tercapainya untuk menjadi seorang sarjana. Pokoknya saya harus lulus kuliah dan bekerja,syukur bisa punya food truck, ujarnya.

Sumber : Media Kompas

DIKLAT PRAJABATAN ANGKATAN I CALON PEGAWAI TETAP PERSYARIKATAN UHAMKA

Pada tanggal 6 – 7 Oktober 2017 yang bertepatan dengan 16 – 17 Muharram 1439 Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA menyelenggarakan kegiatan Diklat Prajabatan Angkatan I Calon Dosen Tetap Persyarikatan Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA. Acara berlangsung di Aula UHAMKA Jl. Limau II, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Diklat Prajabatan Angkatan I diikuti oleh 70 peserta terdiri dari 57 Calon Dosen Tetap dan 13 Karyawan di lingkungan UHAMKA.
Diklat ini bertujuan untuk mengenalkan lebih jauh tentang UHAMKA kepada para calon pegawai, agar mereka semakin mantab bergabung dengan UHAMKA. Diharapkan mereka benar benar sudah memahami budaya organisasi, visi, misi dan tujuan UHAMKA sebagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah, Kode etik dosen, disiplin pegawai, dan juga peraturan-peraturan UHAMKA sebagai pedoman untuk mengabdi di persyarikatan UHAMKA.

Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor I Prof Dr H. Gunawan Suryoputro, M.Hum. Materi tentang Sejarah dan Prestasi UHAMKA disampaikan oleh Prof Dr H Suyatno, M.Pd Rektor UHAMKA. Visi, Misi, Strategi UHAMKA dan Karir Dosen dan Tenaga Kependidikan disampaikan oleh Prof. Dr. H. Gunawan Suryoputro, M.Hum. (Wakil Rektor I). Materi Struktur dan Tata Kelola UHAMKA disampaikan oleh Dr. H. Muchdie, M.S (Wakil Rektor II), H. Sumarso, SE., M.Si. (Ka. Biro Umum), H. Rokhmani, S.E., MM (Ka. Biro Keuangan), Drs. Ahmad Suhaeri (Ka. Biro Akademik dan Kemahasiswaan). Peraturan Pokok Pokok Kepegawaian disampaikan oleh Ka. Biro Umum H. Sumarso, SE., M.Si. Peraturan Dosen Tetap disampaikan oleh Kepala Bagian Kepegawaian Isti Nurrohmah, S.Pd., M.Pd.. Materi Sertifikasi Dosen disampaikan oleh Kasubagtendik, Agus Pranyoto, ST.

Hari kedua disampaikan materi tentang Pengurusan Jabatan Fungsional Dosen oleh Drs. Ahmad Suhaeri, Ka. Biro Akademik dan Kemahasiswaan, Materi tatalaksana persuratan dan kearsipan oleh Kepala Biro Umum H. Sumarso, SE., M.Si. Materi Karir Karyawan Tetap dan jabatan Struktural disampaikan oleh H. Sumarso, SE., M.Si. Kepala Biro Umum, Literasi informasi disampaikan oleh Kepala Perpustakaan Risna Kemala Dewi, S.S.. Sistem Penjaminan Mutu disampaikan oleh Dr. Budhi Akbar, M.Si., Ketua Penjaminan Mutu UHAMKA. Sistem Pengawasan Internal disampaikan oleh Kepala SPI M. Nurrasyidin, SE., M.Si. Publikasi Ilmiah disampaikan oleh Kepala UPPI Herri Mulyono, M.Pd., dimoderatori oleh Harry Ramza, Ph.D. Materi Evaluasi Kinerja Dosen disampaikan oleh Wakil Rektor II Dr. H. Muchdie, M.S. Materi Penilaian DP3 oleh Ka. Biro Umum, H. Sumarso, SE., M.Si. Program Dana Pensiun oleh Ketua DAPEN, H. Enong Muiz, SE., M.Si. dimoderatori Faizal Ridwan Zamzani, S.E., M.Si.
Terpilih sebagai peserta terbaik Diklat Angkatan I, Muntazhimah, M.Pd. Dosen FKIP dan Dwi Setyowati, karyawan LPP AIKA.
Acara Diklat ditutup secara resmi oleh Wakil Rektor II, Dr. H. Muchdie, MS.

(Penulis Isti Nurrohmah, Kabag. Kepegawaian UHAMKA)

PENGUMUMAN JADWAL KEGIATAN ODDI 2017 GELOMBANG 10 DAN 11

Pengumuman kegiatan Orientasi Dasar-Dasar Islam (ODDI) bagi Mahasiswa Baru UHAMKA tahun Akademik 2017/2018, Adapun Pelaksanaaan :

  • ODDI GELOMBANG 10 dilaksanakan tanggal : 06 – 08 Oktober 2017
  • Pukul : 07.00 s/d Selesai
  • ODDI GELOMBANG 11 dilaksanakan tanggal : 13 – 15 Oktober 2017
  • Pukul : 07.00 s/d Selesai

Dibawah ini peserta, tata tertib dan syarat Orientasi Dasar-Dasar Islam (ODDI) Gelombang 10

  • SYARAT DAN DAFTAR PESERTA ODDI GELOMBANG 10     DOWNLOAD

Dibawah ini peserta, tata tertib dan syarat Orientasi Dasar-Dasar Islam (ODDI) Gelombang 11

  • SYARAT DAN DAFTAR PESERTA ODDI GELOMBANG 11     DOWNLOAD

 

ANTUSIAS MAHASISWA UHAMKA HADIRI NOBAR FILM G30S/PKI

Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (FAI UHAMKA) menggelar nonton bersama (nobar) film G30S/PKI, Tujuan diselenggarakan acara nobar ini adalah dalam rangka memberikan pemahaman sejarah kepimpinan bangsa Indonesia kepada generasi muda saat ini. Acara nobar ini diselenggarakan pada hari Jumat di Aula UHAMKA Lt.4 Kampus Limau, Kebayoran Baru (29/9/2017).

Universitas Muhammadiyah Prof Dr HAMKA menjadi Universitas pertama yang meyelenggarakan nobar Film Pemberontakan G30S/PKI di wilayah DKI Jakarta. Kegiatan ini merupakan wujud kerjasama Fakultas Agama Islam (FAI) UHAMKA dengan Kodim 0504/JS Jakarta Selatan. Hadir Mayor Infantri Sunarko SH MH, Kasdim 0504/Jakarta Selatan dan Mayor Armed Nawang, Danramil 05 Kebayoran Baru.

Menurut Sunarko, film G 30 S/PKI adalah sebuah tontonan yang bisa menjadi tuntutan mahasiswa. Bahwa dalam perjalanannya usai merebut kemerdekaan, Indonesia memiliki sejarah kelam dengan munculnya pembrontakan PKI dan juga mengapresiasi UHAMKA karena telah berperan dalam sosialisasi film sebagai bentuk refleksi pada sejarah Indonesia yang kelam, sehingga diketahui para mahasiswa yang belum mengetahui sejarah selama ini.

Tambahnya pihak yang berperan dalam menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tidak hanya Tentara Nasional Indonesia (TNI) melainkan juga seluruh masyarakat serta mahasiswa.

Wakil Rektor III Drs Bunyamin M Pd I meyampaikan, bahwa UHAMKA                                   menjadi perguruan tinggi sebagai bagian perserikatan Muhammadiyah dan integral bangsa. Pihaknya juga memiliki kepentingan dan tanggung jawab untuk memberikan pendidikan kepada mahasiswa terkait sejarah G30S/PKI.

Beliau juga menambahkan, agar para mahasiswanya tidak hanya berhenti dalam menonton film, melainkan terus menambah wawasan dengan membaca berbagai buku sejarah. Ketika sejarah telah mengakar, mahasiswa diharap memiliki pendirian dan tidak ikut akan aliran-aliran yang tidak jelas yang berasal dari tangan-tangan tidak bertanggung jawab.

 

DUKUNGAN PROGRAM KERJASAMA KBRI LONDON UNTUK PTM

Rombongan perwakilan Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) mengunjungi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) London, Inggris. Dubes RI untuk Britania Raya dan Irlandia, Dr Rizal Sukma, beserta Wakil Dubes serta Atase Pendidikan dan Kebudayaan, Prof Aminudin, menyambut hangat delegasi PTM tersebut (13/09).

Wakil Rektor Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (Uhamka), Prof Dr Gunawan Suryoputro mengatakan pihaknya mendapat dukungan dari KBRI London untuk menjalin kerjasama riset dan publikasi antara Perguruan Tinggi Muhammadiyah dengan Universitas di Inggris. Harapan terkait atas kunjungan ini membawa dampak positif bagi pendidikan tinggi tanah air dan juga merupakan sebagai peluang untuk pengembangan riset melalui Newton Fund serta peluang lainya yang dapat dikembangkan , ungkap Dubes Indonesia untuk Inggris, Republik Irlandia Dr Rizal Sukma (15/09).

Sementara Atase Pendidikan dan Kebudayaan, Aminudin, menyatakan, pihaknya akan mendukung publikasi riset peneliti PTM termasuk Uhamka dengan mitra bersama para peneliti Inggris. Sebelumnya, delegasi PTM diterima Harper Adams University (HAU) dan Bradford University. HAU merupakan universitas dengan kekhususan di bidang Pertanian dan Teknik Pertanian, antara lain dengan mengembangkan hands-free agriculture dengan robotisasi pertanian.

Prof Dr Gunawan Suryoputro menambahkan akan memanfaatkan dan menindaklanjuti program-program yang ditawarkan KBRI London, HAU dan Bradford University.

SEMINAR NASIONAL PRODI PENDIDIKAN SEJARAH

“Merajut Kebhinekaan, Indonesia Bebas dari Paham Anti Pancasila”

Pada hari Jumat, 22 September 2017 telah terselenggara acara Seminar Nasional dengann tema “Merajut Kebhinekaan, Indonesia Bebas dari Paham Anti Pancasila” oleh Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP UHAMKA bertempat di Aula Ahmad Dahlan Lantai 6 Gedung A FKIP UHAMKA. Acara dimulai pada pukul 13.50 oleh pembawa acara, yang dilanjutkan
dengan pembacaan kalam ilahi menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Muhammadiya, sambutan oleh Kaprodi Pendidikan Sejarah, Hari Naredi, M.Pd., dan sambutan sekaligus
pembukaan oleh Dekan FKIP UHAMKA, Dr. Desvian Bandarsyah, M.Pd. Pada pukul 14.28 dimulai acara inti, yakni seminar yang dipandu oleh moderator, Andi, M.Pd. Terdapat tiga pembicara dalam seminar ini, yaitu Mubarok Ahmad (Dosen UHAMKA), Dr. Abdul Syukur (Kaprodi Pendidikan Sejarah UNJ), dan Peter Kasenda (Sejarawan). Pembicara pertama, yakni Dr. Abdul Syukur, M.Hum. yang berbicara mengenai awal-awal penetapan Pancasila, lalu beliau berbicara mengenai ideologi-ideologi di dunia yang saat ini sedang “menyerang” Pancasila. Diantaranya ideologi liberalisme, yang saat ini mengancam keberadaan Pancasila dengan upayanya untuk mengawinkan Pancasila dengan liberalisme.
Selain itu, radikalisme juga turut mengancam keberadaan Pancasila. Pembicara selanjutnya, Peter Kasenda berbicara mengenai eksistensi Pancasila saat ini.
Beliau menyebutkan saat ini Presiden Joko Widodo membentuk UKP PIP sebagai bentuk usaha pemerintah untuk mempertahankan Pancasila sebagai dasar negara. Beliau pun menjelaskan kronologi kemunculan Pancasila, dibahas pula mengenai makna Pancasila per sila. Dalam pemaparannya, pembicara menyinggung bahwa Pancasila lahir karena kesepakatan bersama para pendiri bangsa. Beliau juga menggarisbawahi bahwa pendiri bangsa bukan hanya para lelaki, tetapi juga perempuan, karena ada dua perempuan yang terlibat dalam proses penyusunan dasar negara. Pembicara terakhir, Mubarak Ahmad, M.Pd. menjelaskan tentang peran pemuda dan mahasiswa untuk mempertahankan Pancasila, karena mereka menjadi garda terdepannya. Beliau menawarkan konsep bahwa Pancasila jangan dijadikan sebagai alternatif, lebih baik Pancasila dikumulatifkan (diperbaiki terus menerus), selain itu Pancasila jangan dibawa ke masalah politik, sehingga diharapkan tidak kacau nantinya. Dalam rangka menginternalisasi nilai-nilai Pancasila dalam diri generasi muda, diperlukan adanya pemahaman tentang proses lahirnya Pancasila. Karena, saat ini banyak pihak yang hanya memahami Pancasila setengah-setengah, sehingga
seringkali salah mengartikan atau bahkan terang-terangan menolak Pancasila. Selanjutnya, diadakan sesi tanya jawab pada pukul 15.40 hingga 16.30. Acara dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat oleh Ketua Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP UHAMKA,

Hari Naredi, M.Pd.. Acara Seminar Nasional ini pun ditutup pada pukul 16.38 oleh pembawa acara.

BACK