PEKAN TA’ARUF UHAMKA 2017

Halo, Mahasiswa Baru! 
Sudah siapkah untuk pelaksanaan PEKAN TA’ARUF UHAMKA 2017 ?
Kalian Penasaran? PEKAN TA’ARUF 2017 akan menampilkan sesuatu yang berbeda dari biasannya. Kami akan hadir dengan wajah baru kami. Persembahan sebagai KONTRIBUSI NYATA UNTUK UHAMKA MENGINDONESIA.
Siapkah kamu untuk menjadi bagian dari PEKAN TA’ARUF UHAMKA 2017 ?
Kamis 7 September 2017 di Kampus B UHAMKA
Barang bawaan:
  • Caping dicat merah (bagian atas) untuk FKIP dan Psikologi. Di cat putih untuk selain FKIP dan Psikologi. ( dikumpulkan tgl 5 September di PETA fakultas masing-masing)
  • Kertas HVS dilaminating diberi nama menggunakan spidol permanen (untuk alas duduk)
  • Jas hujan ponco
  • Obat pribadi yang memiliki riwayat penyakit khusus*
  • Air mineral dan sarapan pagi (roti atau makanan ringan)
  • Bekal makan siang
Dresscode:
Laki-laki:
  • Celana Hitam (rapih)
  • Baju kemeja putih
  • Almamater hijau
  • Pita merah putih (dikenakan di lengan kanan)
  • Name tag sesuai yang di tentukan
  • Sepatu pantopel hitam
Perempuan:
  • Rok hitam (No span)
  • Baju atasan putih (rapih)
  • Jilbab hitam
  • Almamater hijau
  • Pita merah putih (dikenakan dilengan kanan)
  • Name tag sesuai yang ditentukan
  • Sepatu pantopel hitam
Tambahan :
  • Peserta datang jam 06.00 WIB
  • Dilarang Membawa kendaraan
  • Dari Arah Kampung Rambutan turun di Jalan Baru, dari arah Kramat Jati turun di RS. Harapan Bunda
 
NAME TAG
Name tag telah disediakan oleh panitia di link http://bit.ly/2w0On48
(Mahasiswa Baru hanya tinggal mengisi nama, fakultas & motohidup dan menambahkan foto 3X4 )
Tali name tag disesuaikan dengan fakultas :
  • Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan : merah
  • Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan: putih
  • Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik : orange
  • Fakultas Teknik : biru dongker
  • Fakultas Psikologi : biru muda
  • Fakultas Ekonomi dan Bisnis : kuning
  • Fakultas Agama Islam: hijau
  • Fakultas Farmasi dan Sains : Ungu
 
Keterangan : barang bawaan dan dresscode di atas hanya untuk kegiatan PETA pada 7 september 2017.
Untuk Fakultas pada 5-6 September 2017 ,  informasinya tersedia dengan mengklik tautan di bawah ini :
Akun media sosial resmi :
Line : @jgo0257y
Facebook : Bem Uhamka
Instagram : @bemuhamka
Youtube : Bem Uhamka

Seminar Teknoka 2017

TEKNOKA 2 2017
Tema Seminar: “Inovasi & Pendayagunaan Teknologi untuk Indonesia Berkemajuan”

Aula Ahmad Dahlan Gedung A Lt.6, FKIP UHAMKA
Jl. Tanah Merdeka, Ciracas, Jakarta Timur
Indonesia

Tanggal Seminar: 4 November 2017
Website Seminar: http://teknoka.uhamka.ac.id

Seminar Nasional TEKNOKA adalah event tahunan yang diselenggarakan oleh Fakultas Teknik UHAMKA. Tahun 2017 adalah tahun kedua penyelenggaraan Teknoka.

TUJUAN SEMINAR
Mengundang para peneliti, dosen, mahasiswa S1/S2/S3 dan industri di bidang teknologi khususnya teknik informatika, teknik elektro dan teknik mesin untuk mendiseminasikan dan mempublikasikan hasil penelitiannya yang relevan dengan inovasi dan pendayagunaan teknologi di Indonesia.

TOPIK SEMINAR
Teknik Informatika:
Rekayasa Perangkat Lunak, Grafika, Sistem Informasi, Kecerdasan Buatan, Jaringan dan Sekuriti, Kriptografi, Cloud Computing, Internet of Things.

Teknik Elektro:
Kontrol, Telekomunikasi, Elektronika, Instrumentasi, Energi, Sensor, Teknologi Nano, Fabrikasi Divais, Rekayasa Satelit, Teknologi Optik.

Teknik Mesin:
Metalurgi dan Material, Konversi Energi, Desain Produk, Mekanika Terapan, Rekayasa Otomotif, Teknologi Manufaktur, Energi Terbarukan, Mekatronika, Optimasi Industri, Robotika.

PROGRAM
– Diskusi Panel dengan 4 pembicara yaitu:
1. Dr. Handry Satriago (CEO General Electric Indonesia)
2. Muhammad Fajrin Rasyid (CFO Bukalapak.com)
3. Adityo Pratomo (Labtek Indie)
4. Cahyadi Setiawan (PT. Robo Marine Indonesia)
– Parallel Session
– Pameran Karya Ilmiah Mahasiswa Fakultas Teknik UHAMKA

PENDAFTARAN DAN TANGGAL PENTING
– Penerimaan Abstrak: 12 Juni 2017 – 28 Agustus 2017
– Batas Akhir Pengumuman Abstrak Diterima: 1 September 2017
– Batas Waktu Penerimaan Full Paper: 18 September 2017

PROSIDING
Makalah yang diseminarkan akan dipublikasikan pada:
– Prosiding Seminar Nasional Teknoka (Nomor ISSN: 2502-8782, Nomor e-ISSN: 2580-6408)
– e-Prosiding Teknoka (http://journal.uhamka.ac.id/index.php/teknoka) yang terindeks oleh Google Scholar

KOMITE PROGRAM SEMINAR
Mia Kamayani, Dan Mugisidi, Rifky, Oktarina Heriyani, Yusuf, Agus Fikri, Emilia Roza, Arry Avorizano, Delvis Agusman, Sarwani.

KOMITE EDITORIAL SEMINAR
Harry Ramza, Atiqah Meutia, Dwi Astuti, Arjoni Amir, Selly Novita, Estu Sinduningrum, Arien Bianingrum.

KONTAK
E-mail: teknoka@uhamka.ac.id
CP: 085881809689 (Arien)

PENDAFTARAN
Pendaftaran peserta dan pemakalah secara online di http://teknoka.uhamka.ac.id/pendaftaran

Informasi Pelaksanaan PPG 2017

Assalaamualaikum wr.wb.
 
Informasi PPG 2017
 
Tempat Pelaksanaan : Lab. Komputer Kampus FEB UHAMKA (Jl.Raya Bogor No.99 KM 23 – Jakarta Timur)
 
Waktu Pelaksanaan :Pukul 07.00 WIB
 
Diharapkan untuk para peserta untuk membawa kelengkapan seperti
  • Ijazah
  • Transkrip Nilai
  • Kartu identitas (KTP/SIM/KK) Alat Tulis

Peserta Wajib datang paling lambat 30 menit sebelum acara dimulai.

Terima Kasih

 
Wassalaamualaikum wr.wb.

Lowongan Kerja Toyota Astra Finance

Toyota Astra Financial Services (TAFS) adalah perusahaan joint venture antara Toyota Financial Services Corp. dengan Astra Internasional yang bergerak di bidang pembiyaan mobil Toyota. Kami mengundang anda yang menyukai tantangan, berorientasi pada pelanggan dan mampu bekerja dalam tim untuk bergabung di perusahaan kami.

[pdf-embedder url=”http://uhamka.ac.id/wp-content/uploads/2016/11/1478745258-7f39841b89987162b32c012b7235dce0-1.pdf”]

 

Ribuan Peserta Padati UHAMKA Jakarta, 27-28 Mei 2016

 

 

JAKARTA – UHAMKA , 24/05/2016 The International Olyq adalah program bersama sekolah Muhammadiyah, sekolah Indonesia dan sekolah-sekolah di Asia Tenggara dalam rangka mengapresiasi bakat dan minat para peserta didik dalam bidang keagamaan dan ilmu pengetahuan umum dalam bentuk kompetisi dan silaturrahim. Sebelumnya kegiatan ini berskala nasional. Karena keinginan meningkatkan hubungan dengan sekolah-sekolah di Negara Asia Tenggara, maka even ini di tambah dengan The International Olyq.

 

Dalam event ini akan dikompetisikan berbagai cabang Olimpiade Quran dan Technology. Peserta lomba adalah seluruh peserta didik muslim dari Negara-negara yang berada di Asia tenggara dari tingkat dasar sampai menengah atas. Dengan kegiatan ini diharapkan kompetensi minimal seorang muslim dapat dikuasai dengan baik bagi peserta didik muslim di Negara-negara Asia tenggara di imbangi juga penguasaan technologi di era Globalisasi ini. , Menurut Presiden JPSM – Indonesia ,” Alkhamdulillah. Baru 2 tahun JPSM berdiri sudah bisa menyelenggarakan Olympiade al-Qur’an (Olyq) 2 kali. Olyq pertama diselenggaralan di Cilacap. Olyq II yang insha Allah akan digelar di UHAMKA tanggal 27-28 Mei 2016. Laporan dari panitia pendaftar telah mencapai angka 1000 lebih. Untuk Olyq II insha Allah ada peserta dari Thailand, Singapura, Malysia dan Bruney Darusalam.

Untuk Olyq II ikut dilombakan juga robotik, roket air dan perkenalan drone. Selain lomba untuk siswa Olyq II juga melombakan prestasi guru dalam bentuk bespractice yang juga dipresentasikan.

Guru dan kepala sekolah Muhammadiyah yang selama ini hanya berkomunikasi lewat medsos 27 dan 28 Mei akan kopi darat di UHAMKA. Selain itu selama ini mereka saling berbagi, saling memberi dan saling menguatkan, besok akan beradu prestasi SELAMAT BEROMBA LASKAR JPSM.
Salam dari Presiden JPSM.(H. A)

Kisah Inspiratif Umar bin Khattab tentang tanggung jawab, kepercayaan, kepedulian, dan pengorbanan

Suatu hari, Umar sedang duduk di bawah pohon kurma dekat Masjid Nabawi. Di sekelilingnya, para sahabat sedang asyik mendiskusikan sesuatu.
Tiba-tiba datanglah 3 orang pemuda. Dua pemuda memegangi seorang pemuda lusuh yang diapit oleh mereka.

Ketika sudah berhadapan dengan Umar, kedua pemuda yang ternyata kakak beradik itu berkata :
“Tegakkanlah keadilan untuk kami, wahai Amirul Mukminin!”

“Qishashlah pembunuh ayah kami sebagai had atas kejahatan pemuda ini !”.

Umar segera bangkit dan berkata :
“Bertakwalah kepada Allah, benarkah engkau membunuh ayah mereka, wahai anak muda?”

Pemuda lusuh itu menunduk sesal dan berkata :
“Benar, wahai Amirul Mukminin.”

“Ceritakanlah kepada kami kejadiannya.”, tukas Umar.

Pemuda lusuh itu kemudian memulai ceritanya :

“Aku datang dari pedalaman yang jauh, kaumku memercayakan aku untuk suatu urusan muammalah untuk kuselesaikan di kota ini. Sesampainya aku di kota ini, ku ikat untaku pada sebuah pohon kurma lalu kutinggalkan dia (unta). Begitu kembali, aku sangat terkejut melihat seorang laki-laki tua sedang menyembelih untaku, rupanya untaku terlepas dan merusak kebun yang menjadi milik laki-laki tua itu. Sungguh, aku sangat marah, segera ku cabut pedangku dan kubunuh ia (lelaki tua tadi). Ternyata ia adalah ayah dari kedua pemuda ini.”

“Wahai, Amirul Mukminin, kau telah mendengar ceritanya, kami bisa mendatangkan saksi untuk itu.”, sambung pemuda yang ayahnya terbunuh.

“Tegakkanlah had Allah atasnya!” timpal yang lain.

Umar tertegun dan bimbang mendengar cerita si pemuda lusuh.

“Sesungguhnya yang kalian tuntut ini pemuda shalih lagi baik budinya. Dia membunuh ayah kalian karena khilaf kemarahan sesaat”, ujarnya.

“Izinkan aku, meminta kalian berdua memaafkannya dan akulah yang akan membayarkan diyat (tebusan) atas kematian ayahmu”, lanjut Umar.

“Maaf Amirul Mukminin,” sergah kedua pemuda masih dengan mata marah menyala,

“Kami sangat menyayangi ayah kami, dan kami tidak akan ridha jika jiwa belum dibalas dengan jiwa”.

Umar semakin bimbang, di hatinya telah tumbuh simpati kepada si pemuda lusuh yang dinilainya amanah, jujur, dan bertanggung jawab.

Tiba-tiba si pemuda lusuh berkata :
“Wahai Amirul Mukminin, tegakkanlah hukum Allah, laksanakanlah qishash atasku. Aku ridha dengan ketentuan Allah”, ujarnya dengan tegas.

“Namun, izinkan aku menyelesaikan dulu urusan kaumku. Berilah aku tangguh 3 hari. Aku akan kembali untuk diqishash”.

“Mana bisa begitu?”, ujar kedua pemuda yang ayahnya terbunuh.

“Nak, tak punyakah kau kerabat atau kenalan untuk mengurus urusanmu?”, tanya Umar.

“Sayangnya tidak ada, Amirul Mukminin”.
“Bagaimana pendapatmu jika aku mati membawa hutang pertanggung jawaban kaumku bersamaku?”, pemuda lusuh balik bertanya kepada Umar.

“Baik, aku akan memberimu waktu tiga hari. Tapi harus ada yang mau menjaminmu, agar kamu kembali untuk menepati janji.” kata Umar.

“Aku tidak memiliki seorang kerabatpun di sini. Hanya Allah, hanya Allah-lah penjaminku wahai orang-orang beriman”, rajuknya.

Tiba-tiba dari belakang kerumunan terdengar suara lantang :
“Jadikan aku penjaminnya, wahai Amirul Mukminin”.

Ternyata Salman al-Farisi yang berkata.

“Salman?” hardik Umar marah.
“Kau belum mengenal pemuda ini, Demi Allah, jangan main-main dengan urusan ini”.

“Perkenalanku dengannya sama dengan perkenalanmu dengannya, yaa, Umar. Dan aku mempercayainya sebagaimana engkau percaya padanya”, jawab Salman tenang.

Akhirnya dengan berat hati, Umar mengizinkan Salman menjadi penjamin si pemuda lusuh. Pemuda itu pun pergi mengurus urusannya.

Hari pertama berakhir tanpa ada tanda-tanda kedatangan si pemuda lusuh. Begitupun hari kedua. Orang-orang mulai bertanya-tanya apakah si pemuda akan kembali. Karena mudah saja jika si pemuda itu menghilang ke negeri yang jauh.

Hari ketiga pun tiba. Orang-orang mulai meragukan kedatangan si pemuda, dan mereka mulai mengkhawatirkan nasib Salman, salah satu sahabat Rasulullah S.A.W. yang paling utama.

Matahari hampir tenggelam, hari mulai berakhir, orang-orang berkumpul untuk menunggu kedatangan si pemuda lusuh. Umar berjalan mondar-mandir menunjukkan kegelisahannya. Kedua pemuda yang menjadi penggugat kecewa karena keingkaran janji si pemuda lusuh.

Akhirnya tiba waktunya penqishashan. Salman dengan tenang dan penuh ketawakkalan berjalan menuju tempat eksekusi. Hadirin mulai terisak, karena menyaksikan orang hebat seperti Salman akan dikorbankan.

Tiba-tiba di kejauhan ada sesosok bayangan berlari terseok-seok, jatuh, bangkit, kembali jatuh, lalu bangkit kembali.

”Itu dia!” teriak Umar.
“Dia datang menepati janjinya!”.

Dengan tubuhnya bersimbah peluh dan nafas tersengal-sengal, si pemuda itu ambruk di pangkuan Umar.

”Hh..hh.. maafkan.. maafkan.. aku, wahai Amirul Mukminin..” ujarnya dengan susah payah,
“Tak kukira… urusan kaumku… menyita… banyak… waktu…”.
”Kupacu… tungganganku… tanpa henti, hingga… ia sekarat di gurun… Terpaksa… kutinggalkan… lalu aku berlari dari sana..”

”Demi Allah”, ujar Umar menenanginya dan memberinya minum,

“Mengapa kau susah payah kembali? Padahal kau bisa saja kabur dan menghilang?” tanya Umar.

”Aku kembali agar jangan sampai ada yang mengatakan… di kalangan Muslimin… tak ada lagi ksatria… menepati janji…” jawab si pemuda lusuh sambil tersenyum.

Mata Umar berkaca-kaca, sambil menahan haru, lalu ia bertanya :
“Lalu kau, Salman, mengapa mau- maunya kau menjamin orang yang baru saja kau kenal?”

Kemudian Salman menjawab :
” Agar jangan sampai dikatakan, dikalangan Muslimin, tidak ada lagi rasa saling percaya dan mau menanggung beban saudaranya”.

Hadirin mulai banyak yang menahan tangis haru dengan kejadian itu.

”Allahu Akbar!”, Tiba-tiba kedua pemuda penggugat berteriak.

“Saksikanlah wahai kaum Muslimin, bahwa kami telah memaafkan saudara kami itu”.

Semua orang tersentak kaget.

“Kalian…” ujar Umar.
“Apa maksudnya ini? Mengapa kalian..?” Umar semakin haru.

Kemudian dua pemuda menjawab dengan membahana :
”Agar jangan sampai dikatakan, di kalangan Muslimin tidak ada lagi orang yang mau memberi maaf dan sayang kepada saudaranya”.

”Allahu Akbar!” teriak hadirin.

Pecahlah tangis bahagia, haru dan sukacita oleh semua orang.
MasyaAllah…, saya bangga menjadi muslim bersama kita ksatria-ksatria muslim yang memuliakan al islam dengan berbagi pesan nasehatnya untuk berada dijalan-Nya..
Allahu Akbar…!

BACK